Puisi - Arah Sujud


Sujud itu kau kemanakan?
Kau arahkan tapi kau lupakan
Pikiranmu berhamburan tak karuan
Kau buru waktumu tak aturan
Apa kau hanya sekadar meluangkan?
Kepadanya yang menganggapmu kesayangan

Joe Azkha, 2021

Makna Sebenarnya di Balik Lagu Seperti Takdir Kita yang Tulis - Nadin Amizah


Arti Lagu Nadin Amizah Seperti Takdir Kita yang Tulis - Di dalam lagu Seperti Takdir Kita yang Tulis ini Andin mengajak kita untuk terus berbuat baik, supaya kita bisa memperoleh takdir yang baik di masa yang akan datang. Yak, pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu lagi untuk mengulik makna dan arti dari lirik lagu Nadin Amizah yang berjudul Seperti Takdir Kita yang Tulis secara lengkap, tentunya dari bait perbait.

Daripada berlama-lama, langsung saja yuk kita mulai dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Seperti Takdir Kita yang Tulis dari Blackout 

Kuingat lagi di kamar ini
Kita bermimpi akan menjadi
Angan tak pasti, kicau berani
Seperti takdir kita yang tulis

Pada bagian awal ini menceritakan tentang seseorang yang sedang bertemu di dalam suatu ruangan bersama dengan seseorang yang pernah dipercayai, entah itu pasangan atau sahabat. Kemudian mereka berbincang, tentang mimpi yang pernah diucapkan di masa lalu. Yah, seperti sedang mengenang gitu lah.

Apakah masih kau simpan perih?
Aku mengerti
Aku mengerti

Kemudian, mereka dihadapkan dengan kenyataan yang sangat berbeda dengan mimpi yang pernah mereka buat di masa lalu, kemudian salah satu di antaranya bertanya, “apa kau terluka akibat kegagalan ini?”. Seperti sepasang kekasih yang sudah berpisah, kemudian salah satu di antaranya bertanya tentang perasaan yang masih tersisa.

Perihal maaf jangan kau beri
Aku mengerti
Aku mengerti

“Tak usah minta maaf, aku mengerti kok kenapa kamu seperti itu. Lagian semua itu juga sudah berlalu,” mungkin seperti itu jika pada bait ini digambarkan dengan sebuah percakapan.

Bagaimana dengan tidurmu?
Apakah masih terjerat aku?

Kemudian kembali bertanya, apakah masih kepikiran terus? Kepikiran tentang masa lalu akibat masih ada rasa cinta yang tersisa.

Bahu dan bahu terbayang lesu
Masih tertawa tak tau apa
Akhir yang ada menanti kita
Sekali lagi kuingat lagi

Kembali teringat tentang perjuangan di masa lalu, ketika jatuh bangun tat kala membangun sebuah hubungan dari nol, dan tersadar semua itu sudah sirna, menciptakan sebuah tawa yang tak ada arti, seperti sedang mentertawakan hal bodoh yang sia-sia.

Bagaimana dengan bangunmu
Apakah masih berat tak mau

Tertidur di sini bisa kita ibaratkan dengan perasaan, rasa yang tertidur karena lama tak digunakan. Kemudian salah satu di antara mereka bertanya, “apa kamu belum bisa move on?”.

Lalu... lalu... lalu... lalu...
Bagaimana waktu berhenti bodoh di masa
Lalu... lalu... lalu... lalu...
Secepatnya aku berhenti berjalalan

Lalu, seakan-akan mereka kembali ke masa lalu, dengan ingatan mereka yang tak bisa hilang begitu saja. Hal-hal bodoh yang pernah dilakukan bersama, hal-hal indah yang pernah dirasakan bersama, maupun hal-hal campur yang abstrak kembali muncul begitu saja.

Pastinya, kenangan kelam maupun senang akan selalu membekas di ingatan kita, entah mau bagaimana pun kita berusaha menghapusnya, pasti tak akan bisa, karena sudah tercetak abadi di dalam buku diari yang berjudul “takdir”.

Sebenarnya, kita semua bisa menulis (menciptakan) masa depan, mau menjadi indah ataupun suram. Jika ingin suram, ya berbuatlah sesuka hati, entah melakukan keburukan apapun itu. Dan jika ingin indah, seharusnya bisa menjauhi segala godaan-godaan yang ada di sekitar kita mulai sekarang, karena Tuhan pun menyukai hambanya yang senantiasa berbuat baik kan? Maka dari itu, mari kita tulis takdir kita dengan melakukan hal-hal baik di masa kini, dengan harap di ending hayat kita akan tercipta buah kebaikan dari tingkah-tingkah yang kita lakukan di masa kini.

Bagaimana, apakah kamu setuju dengan interpretasi dari Anaksenja? Jika kamu memiliki pendapat lain, mari kita bahas bersama-sama di kolom komentar! Agar kita dapat menemukan makna dan arti sebenar-benarnya di balik lagu Seperti Takdir Kita yang Tulis milik Nadin Amizah ini!

Makna Sebenarnya di Balik Lagu Selalu Ada - Blackout


Arti Lagu Blackout Selalu Ada - Secara garis besar, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang terpuruk karena kehilangan sesosok cinta sejatinya. Siapakah yang dimaksud? Mari kita bahas pelan-pelan supaya runtut.

Ngomong-ngomong, siapa nih yang masih mendengarkan lagu ini? Secara lagu ini bisa dibilang lagu cukup lawas, karena sudah ada begitu lama, tercatat sudah ada di tahun 2013 silam. Namun kepopuleran dari lagu ini kembali mengkuak setelah ada beberapa orang yang mengkover lagunya, seperti Bang Felix yang pada saat ini sudah hampir menyentuh 20 juta viewers di klanal youtube Felix Official. 

Okay, tanpa berlama-lama kita langsung bahas dari bait pertama yuk!

Analisis Lirik Lagu Selalu Ada dari Blackout 

Betapa hancur hati, hilang gairah hidup
Serasa hampa selimuti di jiwa
Tak ada lagi tawa dan tak ada ceria
Semua hilang, terkubur dalam duka

Pada bagian awal-awal ini kita dipertemukan dengan lirik yang cukup apik, yang menceritakan tentang seseorang yang begitu frustasi akibat kehilangan seseorang. Hatinya hancur karena rasa kehilangan. Semua seakan sia-sia karena kesempatan untuk mengulang sudah hilang, maksudnya untuk mengulang saat-saat bersama seperti masa lalu karena sudah ditinggal sangat jauh. Ditinggal ke mana? Lirik selanjutnya akan menjelaskan.

Dia kini telah pergi
Terbang tinggi tinggalkanku di sini

Terbang di sini di ibaratkan melayang, seperti nyawa yang lepas dari raga, yang menandakan bahwa ia sudah di tinggal ke lain dunia oleh seseorang yang sangat dicintainya.

Tuhan engkau tahu aku mencintainya
Dan tak ada yang bisa mengganti dirinya
Tuhan hanya dia yang selalu ada
Dalam anganku, dalam benakku

Pada bagian reff ini berisikan ungkapan yang sangat perih, yang berisikan protes atau rasa tidak terima ketika seseorang yang sangat di cintainya sudah “diambil” atau kembali kepadaNya. Seseorang itu sangat dicintainya, karena selalu ada di saat kapanpun saja.

Pada bagian ini, bisa di tujukan kepada siapapun, pasangan, anak, sahabat, ataupun keluarga. Mimin di sini sangat merasa bahwa lagu ini ditujukan untuk orang tua yang sudah tiada, karena hanya dia yang selau ada di saat kapan pun saja. Suka, duka, semua suasana mereka pasti akan selalu ada untuk membersamai kita selaku anaknya.

Dan, pada akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan jika semuanya sudah menjadi takdir. Hanya bisa mengenang melalui angan dan memendam rasa rindu yang sangat dalam sampai kapan pun juga.

Bagaimana, apakah kamu memiliki pendapat lain mengenai arti atau makna lagu dari Blackout yang berjudul Selalu Ada ini? Jika punya, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini, mari kita ulas dan ungkap makna sebenarnya di balik lirik lagu Selalu Ada milik Blackout!

Puisi - Isyarat Tubuh


Matamu kau buang
Apalagi wajahmu, sudah hilang
Kau hanya menyisakan punggungmu untukku
Itu saja kau berdiri di depan cahaya
Wujudmu hanya siluet tak berupa

Kau selalu mahir menyihir prasangka
Menggiringku tuk berpikir, "kau membenciku"
Tapi kau salah di satu sisi
Kau menyembunyikan tanganmu
Yang mungkin berisi segenggam kasih untukku

Joe Azkha, 2021

Makna Sebenarnya di Balik Lagu Menangis di Jalan Pulang dari Nadin Amizah


Arti Lagu Nadin Amizah Menangis di Jalan Pulang - Secara garis besar, lagu ini menceritakan tentang pertikaian sepasang kekasih yang berakhir secara tragis. Dan, pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagu Menangis di Jalan Pulang milik Nadin Amizah, yang kita tahu bahwa lagu ini merupakan salah satu lagu Nadin yang ada di dalam Ep album Kalah Bertaruh, yang rilis pada tahun 2021.

Sebelum kita ulas lengkap, ada baiknya kita simak dulu lirik lagunya!

Lirik Lagu Nadin Amizah Menangis di Jalan Pulang  
Lagu dan serapah terdengar di mobilmu
Saling mencekik, mencerna kata makian

Jangan, jangan ucap kata itu lagi
Jangan, lupa kita saling mencintai

Dan Senayan menjadi saksi
Bodoh dan sayang
Hancur-lebur kita terjadi

Kita menangis di perjalanan pulang
Mencari jalan tak pernah sampai tujuan

Terlajur hangus
Terbuai, dan berantakan

Saling cela, saling luka
Lupa apa arti kata
Cinta

Saling cela, saling luka
Lupa apa arti kata
Cinta

Sudah lelah, sudah muak
Badai kita takkan kunjung
Reda

Sudah lelah, sudah muak
Badai kita takkan kunjung
Reda

Apa pendapatmu ketika sekilas mendengar atau membaca lirik lagunya? Sungguh indah bukan? Ya, karena memang si Nadin ini sangat mahir mengolah kata menjadi kesatuan yang sangat cantik. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita langsung saja kupas makna di balik lirik lagu Nadin yang berjudul Menangis di Jalan Pulang ini secara rinci!

Lagu dan serapah terdengar di mobilmu
Saling mencekik, mencerna kata makian

Pada bait pertama ini menggambarkan tentang suasana panas yang terjadi di dalam mobil. Bisa kita imajinasikan, ada sepasang kekasih di dalam mobil yang sedang bertikai dengan mengabaikan suara lagu di radio yang mereka play sebelumnya. Entah mempeributkan apa, yang pasti terjadi sebuah pertengkaran yang sangat hebat. Mencekik di sini tidak selalu berarti melakukan kekerasan fisik, melainkan sebuah tindakan yang dapat memberikan tekanan yang sangat hebat, seperti memaki melewati batas hingga membuat yang dimakinya merasa sesak di dalam dada.

Jangan, jangan ucap kata itu lagi
Jangan, lupa kita saling mencintai

Salah satu di antara pasangan yang tengah bertempur itu takut, jika sebuah kata pusaka akan terlontar tanpa sadar akibat emosi yang meledak-ledak. Kata apakah itu? Ya, sebuah kata yang sangat di benci oleh cinta, kata yang dapat menciptakan jarak dan dinding perpisahan.

Dan senayan menjadi saksi
Bodoh dan sayang
Hancur-lebur kita terjadi

Jika Senayan adalah kata keterangan tempat, entah menggambarkan senayan sebagai pusat perbelanjaan atau tempat olahraga, jika melihat sebelumnya berarti mereka sedang berada di dalam mobil yang sedang berhenti di tempat parkir Senayan. Entah, ribut karena banyak menghabur-hamburkan uang akibat belanja atau terjadi insiden tergoda makhluk lain? Yang pasti, mereka masih ribut habis-habisan di dalam mobil.

Kita menangis di perjalanan pulang
Mencari jalan tak pernah sampai tujuan

Mereka saling menangis ketika perjalanan pulang, yang menandakan bahwa sebenarnya mereka saling cinta, saling tak ingin menyakiti. Namun mungkin akibat gengsi yang terlalu tinggi, malu untuk mengakui kesalahan, ataupun ego terlalu tinggi yang menyebabkan mereka bisa menjadi saling keras kepala.

Terlajur hangus
Terbuai, dan berantakan

Ya, jika sudah keluar kata “putus” atau “cerai”, dan mereka saling sepakat, walaum sebenarnya tak ingin menuruti emosinya tersebut, tapi karena terlalu keras kepala dan tak mau meminta maaf duluan ya akhirnya apa yang paling ditakutkan terjadi. Mereka berpisah.

Saling cela, saling luka
Lupa apa arti kata
Cinta

Saling merasa paling benar sendiri dapat menciptakan sifat keras kepala, yang menyebabkan selalu membela diri sendiri apapun yang terjadi, tak boleh kalah, harus menang, yang mengakibatkan jiwa berkopetisi muncul di dalam suatu hubungan. Bukannya menjadi pelengkap, saling mendukung satu sama lain, tapi karena tingkat keegoisan muncul secara berlebihan dan bercampur dengan emosi yang meluap, pada akhirnya kata “cinta” pun lenyap.

Sudah lelah, sudah muak
Badai kita takkan kunjung
Reda

Mungkin tak hanya berlangsung sekali, melainkan sudah berkali-kali mereka ribut dan sampai pada akhirnya merasa sudah tiba di persimpangan, yang mengakibatkan kesimpulan “mencari jalan sendiri-sendiri” muncul.

Lewat lagu ini kita bisa mengambil hikmah yang sangat banyak. Seperti nasehat agar kita jangan terlalu keras kepala, jangan emosian, jangan berkata yang sekiranya menyakitkan karena bisa menciptakan luka, dan lain sebagainnya. Dan, tidak menutup kemungkinan jika lagu ini memiliki makna lain, apakah pendapatmu berbeda? Silakan tulis di kolom komentar, mari kita ungkap makna sebenarnya di balik lagu Menangis di Jalan Pulang milik Nadin Amizah ini bersama-sama!

Puisi - Menduga Nyata


Aku merasa berdiri di tepi jurang
Dan aku terjatuh sejatuh-jatuhnya

Aapakah ku benar sadar?
Atau tertipu ilmu perdugaan?

Dalam pandanganku semua rusak
Dalam pikiranku semua salah
Dalam ingatanku semua palsu
Dalam genggamanku semua hilang

Joe Azkha, 2021

Puisi - Apakah kau bisa tidur malam ini?


Apakah kau bisa tidur malam ini?
Atau masih sama seperti lalu?
Jika bisa, bisikkanlah sebabmu
Apa karena pikiranmu sudah tenang?
Apa karena penderitaanmu sudah hilang?
Jika tidak, berarti kita masih sama
Hanya beda situasi

Joe Azkha, 2021

Puisi - Tak Bisa Memilih


Kau bisa menikahi siapa pun
Tapi kau tak bisa memilih cinta
Hatimu punya nyawa
Dan otak sendiri
Untuk memilih

Joe Azkha, 2021