Makna di Balik Lagu Danilla - Dari Sebuah Mimpi Buruk


Arti Lagu Lagu Danilla - Dari Sebuah Mimpi Buruk - Danilla sendiri menceritakan bahwa lagu ini terinspirasi dari mimpi buruknya. Ia bermimpi bahwa dia (seseorang yang tercinta) sedang berselingkuh dengan perempuan lain. Kemudian ia langsung mengambil alat tulis dan menuangkan sajak-sajaknya, yang akhirnya menjadi lagu Dari Sebuah Mimpi Buruk ini.

Mimpi biasanya muncul saat kita berpikir keras akan sesuatu. Misalnya kita sedang berada di dalam kompetisi dan sedang menunggu pengumuman juara, kemudian kita tidur sejenak dan bermimpi bahwa mendapat juara pertama. Atau juga jika berpikir buruk, semisal sedang mencari hewan peliharaan yang seharian tidak terlihat, kemudiaan terasa capek dan beristirahat (tidur) sejenak dan memimpikan hewan tersebut mati atau diculik orang. Begitu juga dengan rasa curiga atau cemburu, saat terus curiga dengan doi (kekasih) maka bisa saja akan bermimpi tentang dia sedang selingkuh. Naudzubillah...

Maka dari itu, cobalah kita untuk terus berpikiran positif tentang segala hal. Mencari sisi posif dan terus berpikir yang baik-baik supaya dalam mimpi maupun nyata disemogakan yang datang juga yang baik-baik terus. Ingat pesan orang tua, omongan (segala hal yang dituangkan, termasuk pemikiran) adalah doa.

Sebelum kita bahas makna sebenarnya di balik lagu Dari Sebuah Mimpi Buruk, lebih baiknya kita baca dulu lirik lengkapnya. Kali aja kamu ingin nyanyi dulu sebelum masuk ke pembahasn inti?

Lirik Lagu Danilla Riyadi - Dari Sebuah Mimpi Buruk

Jika kusandingkan ku dengannya
Tiada habis lara
Yang ada hanya tangis belaka
Dan berbuah luka

Pilu nyatanya, memar hatiku
Oh... rentanyaku...
Sungguh malu...

Runtuh...
Runtuh...
Runtuh...

Terik memancar rasa ingin tahu
Sudahkah bercumbu hatinya dan hatimu?

Bila terungkap mereka memadu syahdu
Terkutuk...
Kelak kan membekas
Mendendam hingga akhirku runtuh
Runtuh...
Runtuh...

Makna Lagu Danilla Riyadi - Dari Sebuah Mimpi Buruk

Inilah bagian yang di nanti-nanti. Bagian dimana kita semua akan mendapatkan kepastian atau jawaban mengenai makna lagu milik Danilla yang berjudul Dari Sebuah Mimpi Buruk ini. Tanpa panjang lebar lagi, mari langsung saja kita mulai dari bagian pertama!

Jika ku sandingkan ku dengannya, tiada habis lara
Yang ada hanya tangis belaka dan berbuah luka

Akibat mimpi buruk melihat sang kekasih sedang berselingkuh, kemudian membayangkan sedang berkumpul bersamanya (selingkuhan kekasihnya) pasti akan terasa sangat menyakitkan. Walau belum tentu nyata, namun jika sudah dilanda rasa cemburu yang akut pasti akan sangat berat dan bikin nyesek. 

Pilu nyatanya, memar hatiku
Oh, rentanyaku, sungguh malu

Mimpi yang terbawa hingga dunia nyata. Setelah kejadian mimpi buruk itu, perasaan sakit masih saja terasa. Merasa bahwa diri terlalu peka, mudah merasa cemburu yang mengakibatkan luka di dalam hati. Hal itu membuat diri merasa malu untuk mengakuinya. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitu kenyataannya? Hanya bisa menerima dengan lapang dada.

Runtuh...
Runtuh...
Runtuh...

Tapi tetap saja, akibat terlalu rapuh rasanya sangat terpuruk di dalam sebuah rasa sakit akibat memimpikannya (kekasihnya) telah selingkuh dengan orang lain.

Terik memancar rasa ingin tahu
Sudahkah bercumbu hatinya dan hatimu?

Setelah terpuruk, rasa penasaran muncul untuk mengetahui kebenarannya. Apakah doi benar-benar selingkuh? Apakah doi sudah menaruh hati kepada selingkuhannya? Apabila semua itu benar-benar terjadi, berarti doi memang kurang ajar.

Bila terungkap mereka memadu syahdu, terkutuk
Kelak kan membekas mendendam hingga akhirku runtuh
Runtuh, runtuh

Kata "terkutuk" di sini bermakna tentang sebuah doa yang jelek. Mengutuk kekasihnya apabila benar-benar berselingkuh di belakangnya. Bukan hal tabu, memang ketika di selingkuhi rasanya hanya ingin memaki dan tak bisa terima bukan?

Saat mencintai seseorang dengan sepenuh hati namun malah diperlakukan tak adil dengan sengaja berselingkuh ria pasti akan membekas hingga akhir hayat. Selalu mengenangnya sebagai 'orang jahat'. Apabila ini terjadi tat kala sudah resmi menjadi pasangan suami istri malah lebih menakutkan lagi, bisa-bisa berujung dengan perceraian yang nantinya akan memunculkan masalah-masalah baru yang lebih mengerikan, seperti perebutan hak asuh anak sampai dengan masalah pembagian harta gono-gini.

Kalau kamu pernah diselingkuhi pasti tau betul rasanya berada di dalam keadaan seperti ini. Selalu ingin memaki, ngamuk, teriak, bahkan parahnya lagi ingin mengusaikan hidup. Jangan sampai berpikiran seperti itu, karena itu bukan solusi yang tepat.

Agar tidak terjadi hal-hal yang menakutkan, mimin sarankan untuk mencoba memperbaiki pola pikir dengan membiasakan berfikir positif tentang segala hal deh. Karena bebreapa hal di dunia ini terkadang tidak singkron dengan apa yang ada di pikiran kita.

Demikianlah pembahasan makna atau arti dari lagu Dari Sebuah Mimpi Buruk milik Danilla Riyadi. Jika kamu memiliki pendapat lain mengenai lagu ini, jangan sungkan untuk menuangkannya di kolom komentar yak!

Makna Sebenarnya di Balik Lagu Sementara - Float


Arti Lagu Float Sementara - Setelah diresapi, lagu ini menceritakan tentang sebuah perjuangan seseorang untuk menahan pasangannya agar tidak pergi meninggalkannya. Bisa digambarkan dengan seorang wanita yang sedang kecewa akibat pasangan lelakinya melakukan hal-hal yang senonoh, seperti halnya selingkuh. Kemudian si wanita itu hendak pergi, karena merasa terluka dan dihianati. Karena merasa bersalah dan masih memiliki rasa cinta, kemudian si lelaki ingin bertaubat, dengan mengakui dan meminta maaf tentang segala kesalahan yang pernah diperbuat dan memohon dia (sang wanitanya) agar tetap di sisi, tidak pergi meninggalkannya.

Cukup naif sih, atau mungkin malah sebaliknya. Si wanita yang malah selingkuh dengan lelaki lain dan ingin segera meninggalkan kekasihnya karena ingin fokus ke lelaki barunya. Kemudian karena si lelaki(kekasih)nya ini masih sangat cinta, ia kemudian melakukan segala cara untuk menahan pasangannya agar tetap bersama dan tidak pergi meninggalkannya.

Ada banyak cerita sih sebenarnya, masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi. Supaya lebih terarah dan tidak absurd, lebih baik kita mulai saja kajian maknanya. Nanti kamu bisa simpulkan sendiri, kisah mana yang cocok untuk menggambarkan keadaan lagu Sementara dari Float ini.

Makna Lirik Lagu Float - Sementara

Sementara teduhlah hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh

Kata 'sementara' merupakan sebuah kata yang memiliki arti 'tidak untuk selama-selamanya', berarti bisa disebut juga dengan 'sesaat'. Sedangkan 'teduh', memiliki arti 'tenang / aman'. Jadi, pada bagian ini menceritakan tentang seseorang yang ingin merasakan tenang walau hanya sebentar dengan seseorang yang dicintainya. Ingin dekat dengannya karena merasa belum saatnya dia (pasangannya) pergi meninggalkannya.

Sementara ingat lagi mimpi
Juga janji janji
Jangan kau ingkari lagi

Mengajak dia (pasangannya) untuk mengingat lagi semua mimpi yang penah di rancang bersama-sama. Tak hanya itu, melainkan janji-janji yang pernah dibuatnya bersama pasangannya. Janji yang umum digunakan di dalam sebuah hubungan percintaan, mungkin diantaranya adalah 'akan setia', 'akan tetap mencintai selamanya', dan 'harus saling menjaga perasaan dan hubungan agar tidak pisah'. Mungkin kamu memiliki janji yang unik dengan si Doi? Tulis di kolom komentar yak!

Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Jangan henti di sini

Ini adalah bagian reff pertama, yang menceritakan tentang seseorang yang sedang meyakinkan pasangannya bahwa sebenarnya hati (cinta) itu tidak hanya sesempit ini (menunjuk ke suatu masalah). Mengajak  untuk mengingat tentang segalanya, seperti tertawa bersama, jalan-jalan, belajar bersama, ibadah bersama, mapun hal-hal lain yang sekitanya membuat munculnya kebahagiaan bersama-sama.

Selain bahagia, tak lupa juga kesedihan-kesedihan yang pernah dilalui bersama. Setelah melewati halangan dan rintangan secara bersama-sama, masak mau pergi gitu aja? Ya kalau bisa dipikir-pikir dulu lah, jangan berpikiran pendek hanya karena satu godaan saja. Lah, mimin ngomong ama siapa?! Sudahlah, kita lanjut ke bagian selanjutnya!

Sementara lupakanlah rindu
Sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku

Rindu merupakan sebuah rasa yang muncul akibat rasa ingin yang berlebihan, seperti rasa ingin bertemu maupun rasa ingin memilikinya (seseorang tercinta). Hal ini tak ingin dibahas dulu, lupakan sejenak dan fokus ke tokoh 'aku' dan 'kau' dalam lagu ini.

Dan sementara akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua

Dan setelah melupakan 'rindu' senejak, kemudian mengajaknya untuk berimajinasi, membayangkan segala hal-hal indah yang pernah diimpikan bersama saat dulu kala. Hal ini dilakukan untuk memunculkan asa (semangat) agar dia (sang kekasih) tidak pergi dan tetap berada di sisi untuk meraih mimpi secara nyata bersama-sama.

Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara

Kembali lagi memintanya untuk percaya, bahwa sebenarnya hati (cinta) tak sesempit ini. Sudah banyak hal-hal yang dilakukan, dikorbankan maupun diikhlaskan demi merawat hubungan selama ini. Mengajaknya untuk lebih jenak dalam menikmati sebuah kekecewaan (lara) daripada memilih untuk sebuah perpisahan.

Untuk sementara saja
Untuk sementara saja

Dengan kata lain, 'ayo dong, untuk kali ini saja? Aku janji, aku akan memperbaiki diri agar hubungan ini dapat pulih kembali seperti dulu.'

Yah, seperti rayusn sih. Namun jika memang benar-benar serius ingin berubah, apa salahnya? Bukannya kesempatan kedua itu sebenarnya selalu ada? Tapi kalau sudah mencapai ke kesempatan keseratus cuma gitu-gitu aja sih memang perlu tidakan tegas.

Baiklah, demikian pembahasan makna atau arti lagu dari Float yang berjudul Sementara. Sebenarnya lagu ini sudah cukup lama rilisnya, sekitar tahun 2007-an. Walaupun demikian, mimin Anaksenja.com rasa lagu ini bisa menjadi salah satu lagu yang bakal abadi karena walau di dengar setelah berbelas-belas tahun lamanya masih saja enak di dengar dan menyentuh hati. Kalau kamu, apakah masih senang juga mendengarkan lagu ini di tahun ini?

Makna Sebenarnya di Balik Lagu Usai Usia - Charita Utami & Yudhistira Mirza


Arti Lagu Usai Usia - Setelah ditelaah, lagu Usai Usia ini berisikan tentang kisah perjalanan hidup sorang manusia. Di mana kita (sebagai manusia) selalu dihimpit dengan berbagai pilihan dan pertanyaan saat mengarungi sebuah perjalanan untuk menuju ke satu tujuan yang sama, yaitu ke tempat keabadian.

Kita berada di dalam keadaan di mana rasa percaya selalu dilemahkan oleh rasa kewas-wasan. Pertanyaan seperti 'apakah iya?', 'memang iya?', 'masak gitu sih?', 'kayaknya gak gitu deh?', dan lain sebagainya yang selalu membuat kita bimbang di dalam mengambil suatu pilihan untuk dijadikan landasan menuju ke keabadian.

Pada lagu ini, kita diajak untuk mengenal diri sendiri sebagai 'manusia' agar bisa 'memanusiakan manusia'. Apa benar kita ini manusia? Mari kita sadari dengan mengkaji lengkap setiap bait dari lagu ini.

" Makna Lirik Lagu Usai Usia "

Ke mana kan mengalir
Membawa jejak yang terukir
Berhenti di pesisir
Menjadi perhentian yang terakhir

Pada bagian ini menceritakan tentang segala kebimbangan hidup. Tak ada yang menjamin pasti kita akan menjadi apa setelah fase kematian tiba. Yang kita yakini adalah adanya dunia baru yang akan menjadi wadah untuk kita (manusia) yang akan disibukkan dengan segala pertanggung jawaban dari hal-hal yang pernah kita lakukan saat hidup di dunia.

Saat hidup di dunia, kita selalu dihimpit dengan segala pertanyaan yang manakala bisa menyesatkan maupun menjadikan kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Baik buruk, tinggi rendah, cinta benci, maupun antonim lain yang selalu menjadi pertimbangan di dalam pikiran. Namun semua itu hanyalah bagian dari sebuah proses perjalanan hidup yang nantinya akan menuntun kita ke titik pemberhentian terakhir, atau yang biasa kita kenal dengan 'akhirat'.

Raga... ini...
Untuknya
Jiwa... ini...
Bersamanya

Sebagai umat yang taat, kita selalu diajarkan untuk terus berusaha menjadi lebih dan lebih baik lagi daripada sebelumnya. Salah satu diantaranya adalah dengan membiasakan diri agar bisa semakin dekat dan lebih dekat kepadanyaNya. Kedekatan itu kita olah dari rasa (cinta) yang tulus sebagai bentuk abdi kepadaNya, sehingga menciptakan suatu kepasrahan, menyerahkan dan meluapkan segalanya untukNya, termasuk jiwa dan raga. 

Melindungi
Mengasihi
Menumbuhkan dan menghidupkan
Saling menjaga hingga...
Usai

Pada bagian reff ini berisi tentang tugas manusia yang seharusnya manusia lakukan tatkala hidup di dunia. Saling melindungi, mengasihi, menumbuhkan (seperti merawat anak maupun mengajarkan kebaikan kepada sesama), menghidupkan (berkembang biak, memacu semangat hidup bagi sesama), dan saling menjaga hingga usai (mati).

Semua tugas ini terkadang kita lupakan karena keegoisan kita yang terlalu tinggi. Sudah terbiasa manja dengan iming-iming duniawi, sehingga berat dan buta untuk melakukan segala kewajibannya. Kita  akan coba membahas poinnya satu persatu, agar runtut dan tidak rumpang.

Melindungi. Poin pertama ini adalah hal yang wajib dilakukan untuk mempertahankan sesuatu yang kita sayangi. Apabila kita sayang kepada manusia, maka sudah selayaknya kita harus melindungi (semua) manusia yang sekiranya sedang tersiksa (tertindas, maupun hal-hal yang menciptakan rasa terancam) oleh para makhluk-makhluk yang selalu mengaku sebagai manusia. Jangankan arti 'melindungi', arti dari 'manusia' pun mereka tak tau karena terlalu sibuk dengan tujuan 'entah'nya.

Mengasihi. Sebenarnya ini sebagai dasar dari sebuah 'rasa'. Seperti Tuhan, yang selalu mengutamakan 'kasih' dari segala kebaikan-kebaikan yang hendak maupun telah diberikanNya. Kita sebagai ciptaannya seharusnya sadar dan wajib meniru sifat ini, supaya masing-masing dari kita bisa saling menjaga, melindungi, dan sifat-sifat lainnya yang sekiranya bisa menumbuhkan 'kedamaian'.

Menumbuhkan dan menghidupkan. Ada dua proses di dalam fase menumbuhkan, yakni pada sebelum sesuatu (manusia) menjadi hidup dan setelah sesuatu itu menjadi hidup. Kita sering sebut itu dengan proses, proses membuat manusia dan proses mendidik manusia. Kita sebagai manusia memang tidak bisa menciptakan manusia lainnya tanpa kehendak Tuhan, karena kita hanyalah sebuah sarana atau jalan untuk terciptanya seorang manusia. Bukan yang menciptakan, tapi yang menjadi media akan suatu ciptaan. Jadi, kata 'menciptakan' di sini bukan berarti tentang menciptakan 'manusia sebagai makhluk',  melainkan menciptakan 'manusia sebagai manusia' dengan cara mendidik dan membimbingnya dengan segala usaha dan ilmu yang pernah kita dapat untuk bekal menuju ke kehidupan sejati (akhirat).

Saling menjaga hingga usai. Setelah fase mengasihi, melindungi, menumbuhkan dan menghidupkan, secara otomatis pasti sifat 'menjaga' akan sesama (keluarga, lingkungan, atau manusia itu sendiri) akan tumbuh dengan sendirinya. Dan semua itu akan berlangsung hingga usai, hingga napas tak berhembus dan raga terlepas dari jiwa.

Jika mampu melakukan atau membiasakan semua ini, sudah pasti akan menjadi bekal yang cukup untuk dibawa ke ruang abadi. Tinggal kepasrahan kita kepadaNya, melakukan semuanya karenaNya dan hanya berharap kepadaNya. Toh, kita berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya?

Ke mana kan mengalir
Berhenti di pesisir
Ke mana kan mengalir
Berhenti

Dan, kembali lagi disibukkan dengan berbagai pertanyaan, kebimbangan, nilai-nilai, sudut pandang, maupun tujuan-tujuan tatkala mengambil keputusan untuk dijadikan tumpuan dalam proses menuju keabadian. Hal yang sebaiknya disikapi terlebih dahulu adalah tentang bagaimana 'mengenal diri sendiri'. Mencari arti tentang 'aku', agar bisa mengerti tentang 'kamu, dia dan mereka', untuk bisa  merasakan betapa indahnya menjadi 'kita'.

Lagu Usai Usia yang diptakan oleh Yudhistira Mirza yang arasemennya dibuat bersama Charita Utami ini dikemas dengan sangat sederhana. Mendengarkannya pun enak, tidak menyakiti tellinga dan lumayan lembut untuk masuk ke relung rasa.

Apabila kamu memiliki pendapat lain tentang lagu ini, silakan tulis saja di kolom komentar. Curahkan pikiranmu untuk berbagi kepada sesama untuk kebaikan bersama.

Cerpen - Utang


Sore itu Pak Agus sedang santai di teras rumah. Membaca koran yang menjadi langganannya, sambil menyeruput teh hangat dengan sangat jenak. Tak lupa dengan cemilan dalam toples yang diletakkan di samping cangkir.

"Tehnya mau tambah lagi, Mas?!" tanya Bu Agus, yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah.

Pak Agus tersentak kaget. Suara Istrinya begitu lantang dan menggelegar. Ia pun langsung menengok ke arah kiri, arah pintu masuk. "Lah, buat apa?!"

"Kok buat apa. Ya buat diminum to, Mas?!" sahut Bu Agus bingung.

"Duh, Dik ... Kamu pingin suami gantengmu ini kena gula? Won ya baru saja kamu kasih Mas secangkir teh manis, sekarang malah langsung ditawarin nambah." 

"Oh iya lupa, hehehe ... ya maaf mas!"

Banyak hal unik yang dimiliki Bu Agus, salah satunya adalah pelupa. Sebenarnya dia sangat ahli dalam mengingat suatu hal. Namun, dia juga lebih ahli untuk melupakan suatu hal. Selain pelupa, hal unik yang dimiliki Bu Agus adalah sifat adil. Adil dalam menyeimbangkan kekurangan dan kelebihannya tersebut.

Nama asli Bu Agus adalah Cylcya Styrofoam, namun kerap dipanggil dengan nama Bu Agus. Bukan karena apa-apa, hanya karena tetangganya selalu kesulitan saat memanggil nama aslinya.

Bu Agus merupakan salah satu sisa-sisa jaman penjajahan. Ia adalah wanita keturunan komunis Belanda. Tak tahu silsilahnya bagaimana hingga bisa melahirkan seseorang sepertinya, yang tidak mencerminkan kebelanda-belandaanan sama sekali. Wajah dan posturnya sangat mirip dengan gadis-gadis pribumi, yang membedakannya hanyalah rambut pirang yang ada di ketiaknya.

Setelah dilamar Pak Agus, ia menjadi seorang mualaf. Walaupun belum terlalu taat, namun semangatnya untuk mengenal agama Islam bisa dibilang cukup tinggi. Terlihat dari kebiasaannya, setelah mendengar adzan langsung berlari menuju masjid.

Tiba-tiba muncul Cipto dari arah gerbang, menyapa manja dengan senyuman penuh maksudnya. "Sore Pak Agus. Enak nih sore-sore gini ngeteh. Hangat ya, hehehe."

"Wah-wah-wah, sini Cip, duduk sini!" Sembari mempersilahkan Cipto untuk duduk, Pak Agus menitip pesan kepada istrinya. "Dik-dik, tehnya jadi tambah deh."

"Gimana sih, Mas?! Yaudah bentar, tak bikinkan dulu!" jengkel Bu Agus sambil masuk ke dalam rumah.

Pak Agus tersenyum, merasa bangga memiliki istri yang patuh, walau sering mengerundel.

"Gimana nih kabarnya? Sehat sentosa kan, Pak? Kok kelihatannya ..." celetuk Cipto sambil mengelus-elus dengkul.

Memotong omongan, Pak Agus langsung fokus tentang maksud kedatangan Cipto. "Sttttt ... Udah to, nggak usah basa-basi, langsung ke intinya saja. Ada apa??"

"Nganu Pak Agus, nganu ... "

"Hush! Dari dulu udah kubilangin jangan panggil pak, panggil Gus aja."

"Yaampun, lupa. Maaf ya Pak."

"Elhadalah, udah dibilangin nggak usah manggil pak kok malah ngeyel!"

Cipto pun langsung mengeplak jidatnya. "Oh iya. Jadi gini, Gus ... "

"Lha gitu, kan enak. Aku jadi ngerasa seperti anak kiyai."

Cipto diam sejenak, memikirkan akal-akalan Pak Agus yang selalu demen dimuluk-mulukkan perihal panggilan. Seingatnya, dulu saat pertama kali kenal dengan Pak Agus ia diminta untuk memanggilnya dengan sebutan Syekh A'ag, beberapa bulan kemudian berganti menjadi Habib Agus, hingga sekarang berubah lagi menjadi hanya Gus. Sebenarnya, hal itu membuat Cipto sedikit gusar.

"Apa? Apa? Kamu mau ngomong apa tadi?" tanya Pak Agus sambil mengangkat-angkat kepalanya.

"Gini, Gus. Saya kan punya anak ya, anak saya ada empat ..." ujar Cipto belum selesai, yang kembali lagi dipotong oleh Pak Agus.

"Iya, anak kamu empat. Kalau anak kamru? Ya emprat dong ya?! Huahahaha ... Emprat Cip! Hahaha ... Ha-ha-ha ... Em ... Ehem-ehem. Oke, Cip. Silahkan lanjut, anak kamu empat lalu kenapa?!"

Pak Agus sedikit mutung saat melihat Cipto tak merespon plesetan lucunya. Cipto pun terlihat melongo, merasa bingung karena tak mengerti maksud Pak Agus.

"Ayo ngomong! Malah domblong!" bentak Pak Agus sambil menggebrak meja.

"Asu, kaget!"

Gertakan Pak Agus mengagetkan Cipto. Membuatnya tak bisa mengontrol kata-kata. Hal itu membuat Pak Agus geram, karena merasa dikatai oleh tamu sore yang tak diundangnya.

"Lambemu, Cip! Ayo kalau ngajak berantem! Maju!"

Cipto pun memohon-mohon, mengemis maaf karena ia benar-benar tak sengaja mengucapkan pisuhan itu. Dengan segala cara, alhasil ia bisa sedikit meredakan emosi Pak Agus.

"Jadi gini, Bib. Eh, Tadz. Eh, Apaan sih?!"

"Gus!" jelas Pak Agus.

"Oh iya. Gini, Gus. Intinya aku mau pinjem duit," terang Cipto dengan lantang.

"Berapa?"

"Enggak banyak kok, Gus. 10 juta saja."

"Gila kamu, Cip! Kemarin kamu pinjem 3 juta aja sampai sekarang gak ada kabar kok ini malah mau nambah tiga kali lipatnya lagi!"

"Udah, enggak papa Gus. Aku bisa jaga rahasia kok, aku gak akan bilang ke isrimu deh. Ya?" rayu Cipto dengan senyuman maut.

"Gundulmu plontos! Yang pegang duit itu aku Cip! Istriku mah enggak tau apa-apa tentang duit!"

Pak Agus adalah seorang pekerja lepas, penjual onderdil sepeda. Kerjaannya yakni mencari rosokan-rosokan sepeda untuk diambil bagian-bagian penting yang bisa dijualnya kembali dengan harga tinggi. Hasil dari menekuni jual beli onderdil itu sangatlah menjanjikan, terbukti ia bisa mendapat pengakuan sebagai salah satu orang terkaya di kampungnya.

"Yah ... Jadi enggak bisa nih, Gus?"

"Maaf nih, bukannya enggak bisa. Tapi aku enggak enak ama istriku kalau aku selalu kasih pinjam kamu. Iya aku tau, kamu itu teman terbaikku, tapi kan ya ..." sahut Pak Agus belum usai.

Cipto memotong pembicaraan, ia menawarkan jumlah pengembalian yang lebih dari jumlah peminjamannya. "Yah, padahal ini mau aku gunakan untuk usaha Gus. Rencananya akan ku kembalikan semuanya menjadi 15 juta."

Tawaran Cipto membuat Pak Agus berpikir cepat. Pak Agus pun langsung tergiur dengan tawaran tersebut.

"Kamu yakin, Cip? Kamu enggak lagi bohongin aku kan?"

"Yaelah Gus, kek sama siapa aja. Kamu tau sendiri kan aku ini orangnya gimana?" jawab Cipto sambil menghentakkan kerah bajunya.

"Iya, berulang kali utang dan gak pernah bayar."

Cipto langsung melotot kaget setelah mendengar ujaran Pak Agus. "Eh, bukan yang itu, Gus! Aku kan kalau janji selalu ditepati. Seperti kemarin itu, aku pernah janji buat bawain oleh-oleh dari Surabaya. Iya kan?"

"Iya sih, tapi ya jangan cuma sisa dong. Masak, Spikoe Resep Kuno cuma setengah bungkus doang?" sahut Pak Agus dengan tatapan sinis.

"Ya ampun Gus, jadi orang kok itungan banget. Itu kan hanya untuk meminimalisir kemubadziran di dalam dunia permakanan. Harusnya kamu berterimakasih dong, bukan malah nyindir!" 

"Siapa juga yang nyindir, aku tuh terang-terangan goblok! Mau ngutang malah nyolot!" bentak Pak Agus yang beranjak dari tempat duduknya.

Cipto pun kaget. "Eh, enggak pak! Eh, maaf, Gus. Aku tuh lagi bingung soalnya. Tolong aku, Gus. Huhuhu."

Tiba-tiba Cipto menangis. Menutupi kedua matanya dengan tangan dan tersedu dengan haru. Hal itu membuat Pak Agus menjadi iba dan tak enak hati untuk melanjutkan emosinya.

"Kamu kenapa, Cip?" tanya Pak Agus dengan lembut dan kembali duduk.

"Gini, Gus. Huhuhu ... sebenarnya aku sedang di ... huhuhu."

"Sedang di rumahku?" tanya Pak Agus.

"Bukan!" bentak Cipto.

"Hoaahh!" kaget Pak Agus. "Kalau nangis yang sopan dong, Cip!" lanjutnya sambil memukul bahu Cipto.

"Jadi, kemarin tuh gini, Gus," jawab Cipto sambil mengusap air matanya. "Ada seseorang berjaket kulit datang ke rumahku, dia menagih uang bulanan yang belum aku bayar. Udah 6 bulan aku enggak bayar cicilan," lanjut Cipto.

"Emangnya, kamu utang buat apa, Cip?" bingung Pak Agus.

"Dulu istriku ingin mobil, dia ngancem kalau enggak dibeliin bakal pisah ranjang denganku. Lha aku kan bukan dari keluarga kaya? Dan ... "

"Kalau gak kaya ya gak usah sok-sokan pinjem duit dong, Cip. Yang realis aja jadi orang," sela Pak Agus.

"Aku belum selesai cerita, Pak!" tegas Cipto.

"Gus!"

"Ya sorry, Gus!"

"Santai dong!"

"Iya santai!"

"Belum santai, Cip!"

"Iyaaaa ... san ... taaaaaiii ..." ucap Cipto sambil tersenyum paksa. "Mungkin besok aku udah gak menetap di kampung ini lagi karena rumahku akan disita," lanjutnya.

"Emang, yang bakal kesita rumah kamu yang mana? Kamu kan ngontrak di kontrakan Bu Sis, Cip?" sahut Pak Agus yang membuat Cipto terskakmat.

"Eh, ya ... Yang di desaku sana Gus!" elak Cipto wagu.

"Nah to, bohong lagi. Hayoooo ..." ucap Pak Agus dengan senyuman yang sangat lebar. "Bulan kemarin kamu pinjem duit buat bayar sekolah anakmu yang mau masuk SD favorit. Padahal kan kamu baru nikah 4 tahun yang lalu. Itu sebenarnya anaknya siapa sih, Cip?" lanjut Pak Agus.

"Anaaak ... ya anakku lah! Aku kan nikah ama janda. Itu sunah, Gus. Makannya ngaji yang bener!" tegas Cipto.

"Iya deh ngaji yang bener, berarti kamu tau hukumnya pinjam duit harus dikembalikan secepatnya dong?" sindir Pak Agus.

"Ya ... ya tau lah, Gus. Tapi ngajiku belum sampai sana, masih dalam tahap kesopanan dalam meminjam duit," elak Cipto yang membuat Pak Agus semakin tak yakin untuk meminjamkan uangnya lagi. "Ayo dong, Gus. Plis, 5 juta aja gak papa deh," lanjut Cipto.

"Lah, nanti rumah di desamu bakal ..." ucap Pak Agus belum rampung.

"Udah to, Gus. Itu biar jadi urusanku sendiri. Tolong pinjami aku uang, aku udah kalah banyak semalem. Aku janji bakal balikin secepatnya dengan berkali-kali lipat deh!" ceplos Cipto tak sengaja.

Pancingan Pak Agus berjalan lancar. Sebelumnya, ia sudah mendengar banyak cerita dari bibir-bibir tetangga bahwa Cipto merupakan penjudi ulung. Kemampuannya dalam berjudi sudah tidak bisa diragukan lagi. Katanya, Cipto pernah terlihat membawa uang sekantong plastik penuh seusai pulang dari kampung sebelah, yang dikenal sebagai kampung tempat berkumpulnya para penjudi.

"Jadi bener ya kalau selama ini kamu pinjem duit itu untuk judi?"

Cipto kembali terskakmat. Ia sangat kaget karena tak sadar sudah menceritakan kebiasaan buruknya di depan ladang perutangannya. Ia merasa sangat malu, sampai-sampai air matanya pun keluar lagi dengan suasanya yang berbeda dari sebelumnya.

"Maaf ya, Gus."

"Udah, gak papa. Berapa sih sebenarnya utangmu?" tanya Pak Agus lirih.

"3 juta setengah, Gus. Sebenarnya aku malu buat hutang lagi ke kamu. Tapi mau bagaimana lagi, sudah tak ada yang percaya denganku lagi. Semuanya sudah menilaiku buruk. Aku sudah tak punya nama di kampung ini, Gus."

Pak Agus langsung menepuk pundak Cipto dengan lembut. "Cip, aku pinjamin lagi tapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi. Gimana?"

"Apa itu syaratnya, Gus?"

"Kamu harus janji gak akan judi lagi setelah ini. Kalau kamu mengingkari, aku gak akan bantu kamu lagi setelah ini. Gimana?"

"Terimaksih, Gus!" ucap Cipto sambil meraih dan mencium tangan Pak Agus yang singgah di pundaknya.

"Udah-udah, gak usah cium-cium tangan segala. Udah, Cip!"

"Pokoknya aku janji, Gus. Janji!" ucap Cipto sambil terus mencium tangan Pak Agus.

Senyuman tergambar di wajah Pak Agus. Ia merasa bangga ketika melihat sahabatnya kembali ke jalan yang benar. Ia pun membiarkan Cipto menciumi tangannya karena merasa bahwa itu bisa membuat sahabatnya bahagia.

Terlihat melewati gerbang rumah yang terbuka, Bu Agus berjalan pelan dengan mencincing tas kecil. Hal itui menciptakan satu pertanyaan di benak Pak Agus.

"Udah, Cip! Malu diliatin istriku!" lirih Pak Agus sambil menarik tangan dan mengusap-usapkannya di bajunya akibat basah dari ludah dan air mata Cipto.

Cipto pun lansung mengusap mukanya dengan lengan baju dan menatap Bu Agus dengan penuh senyuman.

"Lho, Dik? Kamu itu dari mana? Teh hangat buat Cipto mana?" tanya Pak Agus.

"Lah, kamu gak denger adzan magrib, Mas? Udah gelap gini juga kamu malah asyik-asyikan cium tangan sama Cipto. Ra nggenah!" sahut Bu Agus yang berjalan cuek menuju pintu samping rumah.

Mengobrol dengan Cipto membuat Pak Agus lalai dengan kewajibannya. Adzan tak terdengar, lampu rumah pun tak dinyalakan. Sudah pasti setelah ini akan mendapat hujaman emosi dari sang istri.

"Yaudah, Cip. Gak usah minum teh ya! Ayo masuk rumah, kita magriban bareng. Biar istriku gak marah sama kamu!" bisik Pak Agus.

"Lha, kok aku?" bingung Cipto.

Cipto pun menuruti permintaan Pak Agus. Ia langsung beranjak dan berjamaah di rumah Pak Agus. Memang sudah menjadi kebiasaan semua hal yang diminta Pak Agus selalu Cipto turuti. Hal itulah yang membuat Pak Agus menganggap Cipto sebagai teman baiknya.

Seusai sholat magrib, Pak Agus secara diam-diam mengambil uang simpanannya di dalam bagasi mobilnya. Ia memang ahli dalam menyembunyikan harta, karena ia sangat tau bahwa itrinya sangat ahli dalam membelanjakan harta. Dan setelah menerima pinjaman, Cipto pun pamit dengan raut muka bahagia.

"Ingat janjimu, Cip!" bisik Pak Agus.

"Siap Pak!"

"Gus!"

"Oh iya, Siap Gusssss."

Cipto pun pulang dengan tenang, meninggalkan Pak Agus yang was-was diterjang pertanyaan dari istri tercintanya.

"Udah pulang, Mas?" tanya Bu Agus.

"Udah, Dik. Hehe ..." ucap Pak Agus sembari berjalan masuk ke dalam rumah.

"Mau ke mana, Mas?" tanya Bu Agus yang merangkul bahu Pak Agus dengan lembut.

Rangkulan Bu Agus membuat Pak Agus merinding seketika. "Hwwhhh ..." rinding Pak Agus. "Cipto enggak pinjem duit banyak kok, Dik. Gak papa ya? Jangan marah plisss ... Mas mohon jangan marah, Dik," rengek Pak Agus sambil mencium tangan istrinya.

"Gak akan marah kok, Mas. Aku malah bangga punya suami sepertimu. Mau menolong temannya di tengah kesulitan. Aku bangga padamu, Mas," ucap Bu Agus dengan senyuman.

Pak Agus merasa terenyuh mendengar pernyataan dari istri tercintanya. Dikira akan mendapat amukan yang mengerikan, tau-taunya malah mendapat pujian dan dukungan penuh. Sungguh, sore itu adalah sore yang penuh makna bagi Pak Agus.

Tiga hari berlalu. Seperti biasa, Pak Agus selalu santai di depan teras dengan secangkir teh dan koran di tangannya. Menikmati angin sore dengan santai sambil menyeruput tipis teh manis buatan istri tercintanya.

"Nikmat duniawi," gumam Pak Agus.

"Mau tambah tehnya, Mas?!" teriak Bu Agus dari dalam Rumah.

"Enggak, Dik."

"Oke, saya buatkan lagi!"

"Enggak Dik!"

Tiba-tiba Cipto muncul dan duduk di bangku kosong sebelah Pak Agus. "Halo, Gus!"

"Walah!" kaget Pak Agus. "Kalau datang mbok ya salam dulu! Atau SMS dulu gitu, kalau aku jantungan gimana!" lanjutnya.

"Hehe, maaf nih maaf. Aku ke sini mau kasih kabar gembira soalnya. Biar surprise gitu lho!" jawab Cipto dengan gagah.

"Emang ada kabar gembira apaan, Cip?"

Cipto pun mendekatkan wajahnya dan berbisik, "tapi kamu harus janji, jangan marah Gus. Gimana?"

"Iya deh janji. Ada apa?"

"Aku mau bayar utang! Aku lunasi semuanya!" bisik Cipto sedikit tegas.

"Weleh, kok bisa! Jangan bilang kalau kamu main ju ..."

"Ssttt!" potong Cipto sambil menaruh jari telunjuknya di mulut Pak Agus. "Gak usah banyak bacot. Sekarang aku udah banyak duit. Aku udah beli satu rumah mewah di perumahan kota. Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir, Gus. Kalau mau mampir, SMS aja ya!" lanjut Cipto sembari mengeluarkan seikat uang dari dalam tasnya.

"Tapi, Cip. Aku kan ..."

"Udah to, Gus! Jangan seperti bayi. Ribut mulu! Nih uangmu, makasih ya sebelumnya!" potong Cipto dengan senyuman sombong.

"Ini Mas tehnya," ucap Bu Agus yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah.

"Yaudah, minum dulu Cip?" tawar Pak Agus sambil mengambil secangkir teh dari nampan yang dibawa istrinya.

"Ups.. Sorry Gus! Aku udah ada acara. Lain kali ya? Babaaaay!" pamit Cipto.

Cipto pun langsung pergi tanpa menerima tawaran teh dari Pak Agus. Hal itu membuat Bu Agus sedikit geram dan sebal.

"Sini mas tehnya, buat aku aja!" ucap Bu Agus sambil merebut secangkir teh dari tangan suaminya. "Itu si Cipto kesurupan apa sih? gak sopan banget!"

"Udah lah Dik. Biarkan saja. Toh itu bukan urusan kita. Yang terpenting, kita doakan aja biar dia cepet sadar dan kembali ke jalan yang benar. Kita kan gak tau, kapan kita dipanggil dan apakah kita sudah cukup bekal untuk menghadapNya," ucap Pak Agus.

"Maksudnya?!" bentak Bu Agus sambil melirik ke arah meja. Dilihatnya seikat uang yang menimbulkan kecurigaan di benak Bu Agus. "Ini uang hasil judi, Mas?" lanjutnya.

"Eh, kok sampai sana sih. Kita kan sedang membahas tingkah laku Cipto yang gak sopan?" bingung Pak Agus yang mengambil ancang-ancang untuk lari ke dalam rumah. "Aduh, perutku mulas. Bentar ya, Dik," pamit Pak Agus yang berlari masuk ke dalam rumah.

"Maaaaaasss Agoooooooosssssss!"

TAMAT

Chord Asli dari Lirik Lagu Nadin Amizah - Paman Tua


Kunci Gitar/Piano Nadin Amizah - Paman Tua


Intro : Gmaj7    Dmaj7
 
 
Verse 1:

  Gmaj7
Kau tunggu matahari
       Dmaj7
Kembali menunggu pagi
    Gmaj7
Diselimuti ilusi
    Dmaj7
Tepat mengakhiri hari
 
 
Chorus:

              Gmaj7
Paman tua
                                               Dmaj7
Berlarian dengan angan di bahunya
                                           Gmaj7
Berharap cepat sampai tujuannya
                                                  Dmaj7
Bergumam letih menunggu kereta
 
 
Interlude:

Gmaj7                               Dmaj7
Duu, du-duu, du-duu, duu, duu, duu
Gmaj7                                    Dmaj7
Duu, du-duu, du-duu, duu, duuu
 
 
Verse 2:

      Gmaj7
Senyummu perlahan pudar
    Dmaj7
Digantikan dengan sesak
      Gmaj7
Meraih 'tuk cepat pulang
      Dmaj7
Melingkar di meja makan
 
 
Chorus:

              Gmaj7
Paman tua
                                               Dmaj7
Berlarian dengan angan di bahunya
                                           Gmaj7
Berharap cepat sampai tujuannya
                                                  Dmaj7
Bergumam letih menunggu kereta

         Gmaj7
Paman tua
                                                Dmaj7
Bergegas terbangun dari lamunannya
                                                Gmaj7
Berteriak merindukan yang di rumah
                                      Dmaj7
Ku ini hanya ingin berjumpa

 
Outro:
 
Gmaj7    Dmaj7
Gmaj7    Dmaj7
                          Gmaj7
Ku ingin berjumpa

***

Lagu Nadin Amizah - Paman Tua ini sebenarnya hanya menggunakan chord yang sangat simpel. Hanya membutuhkan tiga jari saja di dua kunci yang berbeda jika kamu ingin mengiringi lagu ini menggunakan gitar. Kunci yang menggunakan imbuhan "maj7" sebenarnya hanya menggeser satu titik nada itu sendiri ke belakang / mundur. Hal ini untuk menciptakan suasana jazz atau saat ini kerap digunakan para musisi-musisi indi karena memang suara yang dihasilkannya bisa membuai para pendengarnya, entah itu di buai ke dalam emosi bahagia maupun emosi terluka.

Untuk makna lagu Paman Tua sendiri sebenarnya tidak benar-benar mengkisahkan tentang pamannya Nadin, melainkan menceritakan tentang sosok seorang ayah yang tekun bekerja untuk keluarganya. Penasaran tentang pembahasan makna lengkapnya? Silakan langsung saja menuju ke Makna di Balik Lagu Paman Tua - Nadin Amizah.

Demikianlah chord atau kunci gitar dan piano dari lagu Nadin Amizah yang berjudul Paman Tua. Apabila ada salah, mohon koresinya ya! Tak mentup request juga, bagi kamu yang ingin lagu kesayanganmu dibahas oleh anaksenja.com langsung saja tulis judul dan alasan kenapa ingin kamu ketahui makna lagunya. Lagunya sendiri diutamakan yang berasal dari indonesia ya, entah lagu indi atau label jika itu memungkinkan pasti akan mimin bahas tuntas!

Lirik Lagu Charita Utami & Yudhistira Mirza - Usai Usia


Lirik Lagu Usai Usia
Charita Utami & Yudhistira Mirza


Verse 1 :
Ke mana kan mengalir
Membawa jejak yang terukir
Berhenti di pesisir
Menjadi perhentian yang terakhir

Bridge :
Raga... ini...
Untuknya
Jiwa... ini...
Bersamanya

Reff :
Melindungi
Mengasihi
Menumbuhkan dan menghidupkan
Saling menjaga hingga...
Usai

Verse 2 :
Ke mana kan mengalir
Berhenti di pesisir
Ke mana kan mengalir
Berhenti

Bridge :
Raga... ini...
Untuknya
Jiwa... ini...
Bersamanya

Outro :
Melindungi
Mengasihi
Menumbuhkan dan menghidupkan
Menjaga kita hingga
Usai

***

Setelah dipertemukan pada tahun 2015-an, yang bermula dengan merekam beberapa lagu hingga melahirkan sebuah mini album yang bertajuk 'Detak' di tahun 2018 silam, kini mereka kembali dengan single indah yang berjudul Usai Usia. Lagu 'Usai Usia' ini merupakan pembukaan dari album EP mereka. Lagu ini memang sangat ear catchy. Mimin sendiri pertama kali mendengarkannya di Spotify langsung gatal ingin menganalisis makna lagunya.

“Kami (Charita Utami & Yudhistira Mirza) ingin kita lebih peka terhadap lingkungan di sekitar kita. Saat kita sudah menemukan sesuatu hal yang sekiranya penting untuk hidup kita, ingin rasanya untuk berbuat sebaik mungkin agar selalu menjaga, tumbuh dan mempertahankannya bersama. Kesulitan yang terjadi pasti akan selalu ada, sampai kita usai di bumi (dunia). Lelah tak apa, asal tidak berputus asa,” ungkap Charita Utami dan Yudhistira Mirza tentang landasan karyanya.

Lagu Usai Usia yang sangat indah ini di tulis (dicptakan) oleh Yudhistira Mirza, dan arasemennya dibuat bersama Charita Utami. Lagu yang begitu memanjakan telinga dan juga tersirat makna yang sangat dalam ini sangatlah unik, diantaranya adalah instrumen yang mnyerupai suara gamelan Jawa di tengah-tengah lagunya.

Apakah kamu juga penasaran dengan makna apa yang tersembunyi dibalik lirik lagu Usai Usia ini? Mungkin berisikan tentang filsafat kehidupan, atau mungkin malah berisi tentang keindahan alam, dan tidak menutup kemungkinan juga berisikan tentang hal-hal yang terikat dengan ketradisionalan. Hmm... daripada penasaran, kamu bisa langsung mengetahuinya di Makna Sebenarnya dari Lirik Lagu Usai Usia.

Review Film Bucin (2020) - Lengkap dengan Sinopsis dan Kesimpulan


anaksenja.com - Film ini merupakan film garapan dari salah satu YouTuber ternama di Indonesia, yaitu Chandra Liow. "Bucin" juga menjadi debut pertamanya sebagai sutradara sebuah film layar lebar. Sebenarnya film ini rilis di bioskop pada tanggal 26 Maret 2020, namun dikarenakan pandemi Covid-19 rencana tersebut gagal, dan rilis di platform Netflix pada tanggal 18 September 2020. Wow, molor cukup lama bukan!

Dengan judul yang cukup mewabah di kalangan remaja, film ini hadir dengan alur cerita yang bisa dibilang cukup familiar di kalangan anak muda saat ini. Judul Bucin diambil dari singkatan frasa "Budak Cinta", yang bermakna seseorang yang diperbudak oleh cinta. Seperti terlalu lebay dalam urusan percintaan. 

Sinopsis Film Bucin (2020)

Film Bucin ini menceritakan tentang empat sahabat yaitu Andovi Da Lopez sebagai Andovi, Jovial Da Lopez sebagai Jovi, Tommy Lim sebagai Tommy, dan Chandra Liow sebagai Candra yang memiliki masalah percintaan berbeda di setiap tokohnya. Mereka berempat ingin menghindari atau membuang sifat "kebucinan" dan bisa menjalani hubungan percintaan menjadi lebih dewasa. Untuk itu mereka mengikuti kelas Anti Bucin.

Tanpa diduga-duga pilihan untuk mengikuti kelas Anti Bucin ini malah menjadi awal dari konflik yang terjadi, karena kelas yang dinaungi Susan Sameh yang berperan sebagai Vania ini menggunakan metode pembelajaran yang sangat ekstrim. Selain itu, juga menciptakan berbagai ancaman di hubungan percintaan tiap tokoh.

Review Film Bucin (2020)

Menurut mimin, Film Bucin ini cukup membuat gelitik tipis di setiap titik komedi yang mereka sisipkan. Walau sepertinya terasa agak kurang mendidik jika di tonton para remaja karena berisikan jokes dewasa yang terlalu vulgar. Ditakutkan bisa berimbas dan menciptakan akhlak yang negatif. 

Tak hanya review dari Anaksenja saja, tapi review kali ini mimin kumpulkan dari berbagai sumber sosial media. Hal ini mimin lakukan untuk keakuratan review dan mungkin kamu juga bisa menambahkannya di kolom komentar.

Yanda mengatakan dalam postingan Facebooknya. Dari film sebelumnya yang berjudul "Modus" sepertinya pada film ini hanya ketambahan satu tokoh saja, yaitu Chandra Liow yang berperan sebagai Candra (walau ada pergantian peran Kirana). Gaya komedinya masih sama, yakni receh yang dikait-kaitkan dengan komedi. Namun ada tingkatan nilai di dalam komedinya, walau belum bisa membuat ngakak parah. Untuk segi asmara sendiri tampak klise, biasa saja. Hal menarik dari film ini adalah adanya "Kelas Bucin", yang merupakan sesuatu yang baru untuk tipe film drama di Indonesia. Dari segi akting tokoh yang enak dilihat hanya Jovi, yang lain terlihat hambar, seperti gak ada keseriusan. Chandra pun tak seasik saat di film Hit n Run. Keistimewaan dari film ini yaitu memiliki plot yang twist, di mana hal itu terrasa cukup menghibur. Menurutnya, apabila film ini digarap dengan tema drama serius (bukan tipe drama yang sok ngelucu), mungkin film ini akan menjadi sajian yang sangat WOW!

J Bee juga mengomentari bahwa film ini sebenarnya memiliki alur cerita yang sangat bagus, hanya penulisannya saja yang dirasa cukup garing dan malah menjadikannya cringe.

Selain itu, Rizky juga menambahkan bahwa kemungkinan besar faktor dari film ini adalah perdananya Chandra Liow sebagai sutradara film layar lebar. Begitu juga Kajo (Andovi) yang penulisan skripnya masih kurang greget. Terlihat dari plot, dialog, maupun komedi yang terlalu dipaksakan. Namun, diyakini film ini bisa menjadi salah satu step awal untuk kemajuan perfilman di Indonesia.

Sedangkan Harky Mamuaja, mengungkap kekagumannya tentang detail-detail short per short dari film ini. Ia tak meragukan kualitas Chandra Liow, yang mahir dalam mengambil angle kamera yang sedap dipandang mata. Namun tidak dengan alur ceritanya, dirasa sangat hambar. Hanya teknik pengambilan gambar yang disuguhkan Chandra Liow saja yang menarik pada film Bucin ini. Walau sebenarnya alur pada film ini tidak jelek, karena terdapat dialog yang cukup solid dan variatif sehingga memunculkan  elemen kejut, walau rasa ledaknya tidak begitu terasa. Namun cukup memberikan sentuhan yang berbeda, dan sangat cocok untuk para gabut'ers yang butuh refreshing di akhir pekan.

Kesimpulan Film Bucin (2020)

Film ini memiliki sajian sinematografi yang sangat memanjakan mata. Tak bisa dipungkiri, sinematografer si Chandra Liow memang sangat mencolok di film Bucin ini. Walau tidak diimbangi dengan alur cerita dan kenaturalan komedi yang hebat, film ini bisa dibilang cukup menarik untuk mengisi waktu luang. Perlu diperhatikan juga untuk para orang tua, agar tak sembarangan menonton film ini karena terdapat jokes yang cukup berbahaya yang dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Demikian pembahasan atau review dari film Bucin (2020). Apabila kamu tak sependapat dengan mimin dan memiliki pendapat lain tentang film Bucin ini, kamu bisa mengutarakannya di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

Makna di Balik Lagu Melukis Senja - Budi Doremi


Arti Lagu Budi Doremi Melukis Senja - Garis besarnya, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sangat pengertian. Dapat mengerti perasaan orang lain dengan sangat rinci. Maka dari itu ia menemaninya yang dirasa sedang memiliki banyak masalah di dalam hidupnya. Menemani, menyemangati, dan menghiburnya agar lepas dari jeratan "lara".

Dengan alunan akustik, Budi Doremi kembali hadir dengan lagu-lagu cintanya. Single Melukis senja yang rilis di pertengahan 2020 ini ia bawakan dengan sangat apik, mampu membuat para pendengarnya merasa disemangati oleh lagunya, sehingga hidup yang dirasa banyak masalah dapat terasa lebih ringan. Untuk makna secara keseluruhan, mari langsung saja kita bedah lagunya mulai dari awal!

" Makna Lirik Lagu Budi Doremi - Resah Jadi Luka "

Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Aku berharap, meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang, menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu

Mengerti bahwa dia (kekasih, sahabat, ataupun pendengar lagunya) sedang dilanda masalah di dalam hidupnya. Ingin menemani agar tak merasa sendiri, karena tau bahwa kesendirian itu sangatlah menyakitkan. Lantas ingin menemaninya untuk menghapus lelah ataupun luka yang terjadi di setiap harinya. Mungkin dengan bercanda, mendengarkan curhatannya, dan hal-hal lain yang diharapkan bisa membuatnya terhibur serta meringankan beban hidupnya.

Aku di sini
Walau letih coba lagi jangan berhenti
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang, menaklukankan hari-hari mu yang tak Indah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu

Kembali lagi menemani dan menyemangatinya agar jangan menyerah di dalam hidup yang dirasa penuh ketidakadilan. Walau sebenarnya hidup itu penuh dengan keadilan, cuma terkadang diri sendiri saja yang terlalu memiliki batas kebahagiaan yang terlalu tinggi, sehingga saat keadilan datang (hal yang sudah pas diatur oleh Tuhan) merasa bahwa semuanya tidak adil karena tidak sesuai dengan ekspetasinya.

Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa

Senja sering kita kenal dengan segala ceritanya. Waktu di mana kita bisa menikmati sebuah keindahan yang tercipta di detik-detik kepergian matahari. Saat-saat paling romantis di dalam suatu hari. Mengukir namanya di sini berartikan ingin menghabiskan waktu bersamanya (kekasih, sahabat, ataupun pendengar lagunya), mendengar semua cerita baik itu keluh kesah maupun kebahagiaan yang terjadi di saat siangnya (jam kerja). 

Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk Temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia

Menemaninya dari senja hingga petang (malam) tiba. Di bawah keindahan bintang-bintang, masih saja menemaninya hingga kebahagiaan datang. Mungkin dengan cara mempercandainya, maupun melakukan segala hal yang bisa membuatnya tertawa, merubah suasana hatinya yang semula lusuh menjadi bangkit kembali.

Demikian kajian makna lagu Melukis Senja dari Mas Budi Doremi ini. Apabila kamu memiliki makna lain dari lagu ini, jangan sungkan-sungkan ya untuk mengutarakannya di kolom komentar. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.