Makna Sebenarnya di Balik Lagu Bertaut - Nadin Amizah


Arti Lagu Bertaut Nadin Amizah - Secara singkat, lagu ini menceritakan tentang seorang anak yang sedang berkeluh kesah (curhat) kepada ibunya. Ia bercerita tentang segala hal yang ia alami selama hidupnya. Entah itu tentang kerasnya dunia, atau tentang rasa bersyukur telah memiliki ibu seperi dirinya.

Cewek kelahiran Bandung 28 Mei 2000 ini memang sangat mahir dalam mengolah kata. Salah satu karya hebatnya adalah yang dijadikannya menjadi lagu, yaitu lagu yang akan kita bahas kali ini, lagu yang memiliki judul Bertaut. Kali ini, anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna yang terkandung di balik lirik lagu Bertaut.

Menurut KBBI, bertaut memiliki arti berkaitan, bergandengan, atau jalin-menjalin. Lantas, jalin-menjalin tentang apa? Dengan siapa? Daripada penasaran, mari kita langsung saja ungkap arti lagu Bertaut milik Nadin Amizah ini!

" Analisis Lirik Lagu Bertaut - Nadin Amizah "


Bun, hidup berjalan seperti bajingan
Seperti landak yang tak punya teman

Bait pertama ini cukup keras. Seperti yang kita ketahui, selalu ada stigma di suatu kata yang dianggap tak biasa, salah satunya adalah kata “bajingan”. Kalimat ini sangat lekat dengan kesan pisuh, yakni lontaran makian ketika mendapati kenyataan yang tidak seuai dengan ekspektasi. Arti kata bajingan sendiri di dalam KBBI adalah kurang ajar. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kata ini bukan? Lantas, siapa yang salah? Salah siapa? :D

Kembali ke keseluruhan kalimat. Pada baris pertama dalam lirik lagu bertaut ini menceritakan seseorang yang sedang bercerita, atau biasa disebut curhat, dan curhatannya ditujukan kepada sang ibu. Hal ini di tandakan adanya kata panggilan “Bun”, yang berarti bunda. Bunda merupakan sebuah kata yang maknanya sama dengan kata "ibu".

Isi dari curhatannya adalah penilaian terhadap dunia. Ia melihat bahwa banyak hal-hal aneh di sekitarnya, diibaratkan landak yang tak punya teman. Landak merupakan hewan pengerat yang memiliki duri di tubuhnya, menyebabkan siapa saja yang mendekatinya dapat terluka akibat duri tajamnya. Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, banyak orang yang menjauh saat melihat orang lainnya terkena masalah. Takut mendekat, karena takut ikut-ikutan terkena masalah. Bagaimana menurutmu? Jika punya pendapat lain, silakan tulis makna landak yang tak punya teman di kolom komentar yak!

Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku mengambil peran

Gonggong adalah sebutan untuk bunyi suara anjing. Kembali lagi, muncul sebuah stigma buruk, kali ini jatuh di salah satu jenis hewan peliharaan. Kata anjing sering digunakan beberapa orang untuk makian. Sedangkan hujan akan disebut dengan hujan apabila datang dengan keroyokan. Ia selalu datang beramai-ramai dengan tetesan-tetesan lain secara bersamaan. Jadi, bisa dikatakan bahwa kalimat pertama di atas berartikan suara buruk yang sangat banyak. Banyak orang yang bisanya cuma mencela tanpa tahu latar belakangnya, seperti tentang sesuatu yang pernah dialami oleh orang lain. Seperti yang kita tau, pada jaman sekarang ini banyak sekali kita jumpai orang yang lebih senang mencari keburukan daripada kebaikan orang lain.

Kata “pangeran” berasal dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki makna pelindung. Seperti halnya seorang ibu, yang selalu datang melindungi anaknya ketika mara bahaya tiba kapan saja. Jadi, pangeran di sini bisa dianalogikan sebagai seorang ibu.

Bun, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara

Hakikatnya seorang ibu, ia selalu menyayangi buah hatinya di segala kondisi. Cukup singkat untuk bagian ini, tidak begitu membutuhkan filosofis yang dalam karena maknanya sudah tampak dengan gambrang. Atau ada yang punya makna lain? Yuk, tulis di kolom komentar!

Saat tak tahu arah kau di sana
Menjadi gagah saat ku tak bisa

Orang tua, atau lebih condong ke seorang ibu, pasti akan selalu menuntun anaknya ke jalan yang menurutnya benar. Mengajari anaknya tentang sesuatu yang baik dan melarang sesuatu yang buruk. Sejatinya, tak ada orang tua yang mau menyesatkan anaknya. Kecuali jika memang orang tuanya kurang waras, itu lain cerita.

Sebenarnya kalau di lagu aslinya setelah ini ada bagian bridge, tapi kita lompati saja dulu dan menuju ke bagian verse setelah reff agar alur analisisnya runtut dan enak diikuti. Yuk!

Bun, aku masih tak mengerti banyak hal
Semuanya berenang di kepala
Dan kau dan semua yang kau tau tentangnya
Menjadi jawab saat kubertanya

Saat kecil, banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Banyak pertanyaan muncul karena ingin mengetahui hal baru. Guru terbaik sebelum masa bersekolah tiba adalah orang tua. Selepas dari prinsip manusia modern yang selalu mengkampanyekan wanita karier, ibu adalah sosok wanita yang berjarak paling dekat dengan seorang anak. Bagaimana tidak? Selama sembilan bulan menyatu di dalam tubuhnya, kemudian lahir, menyusu, tidur, hingga mengompol di pangkuannya. Selalu mengajak ngobrol anaknya untuk mengenalkan dan mengajarkan segala hal. Apapun pertanyaan kita pasti akan dijawabnya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Ahh... Jadi rindu. Rindu pelukmu... :(

Sedikit ku jelaskan tentang ku dan kamu
Agar seisi dunia tau

Ini dia bagian bridgenya! Setelah mengenang dan menceritakan jasa-jasa seorang ibu hingga menyampaikan semua keluh kesah sewaktu kecil, bagian ini mengantarkan kita untuk menuju ke bagian klimaks, yaitu reff. Pada bagian ini cukup simpel sih, berisi tentang pemberitahuan bahwa pembawa lagu akan mulai menceritakan kembali hal-hal unik yang terkait ibunya dengannya.


Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah cara ku tersenyum

Ada pepatah mengatakan bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Seperti pada bagian reff ini, menceritakan tentang adanya kesamaan sifat seorang ibu di dalam diri anaknya. Hmm... Jadi kamu harus hati-hati lho saat mau melakukan sesuatu, harus benar-benar dipikirkan. Kecuali memang enggak takut kalau sifat burukmu bakal ditiru oleh anakmu kelak. Naudzubillah...

Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati

Ini bagian yang menurut mimin sangat ngena. Bayangin kalau orang tuamu tinggal ibu seorang, sedari sejak kecil. (Entah bapakmu pergi ke mana, fokus dulu ke pemilikan seorang ibu saja ya!) Lalu melihatnya banting tulang, mencari nafkah untukmu seorang. Segala cara dilakukan untuk membuatmu bahagia. Tak pernah menceritakan bahwa punya hutang di mana-mana, kerja sangat berat seperti apa, tekanan dari omongan-omongan tetangga, bahkan sampai menangis di suatu tempat karena tak tau harus apa, semua ia sembunyikan demi membuatmu bahagia. Gila gak tuh! Masih aja kamu berani kurang ajar kepadanya?! Sini berantem sama mimin!

Huft... Maaf, maaf... tadi terbawa emosi. Cuma dikit kok. Yuk lanjut!

Semoga lama hidupmu di sini
Melihatku berjuang sampai akhir

Doa seorang anak yang berharap ibunya diberi umur panjang, untuk bisa melihatnya sukses dan terus menemaninya hingga sampai kapanpun juga. Seperti kita, yang percaya bahwa semua orang pasti akan tiada, tapi tak pernah rela jika ibu atau orang-orang tercinta kita diambilNya secara tiba-tiba. Walau sebenarnya kita tak bisa melakukan apa-apa, karena semua sudah ditetapkanNya dengan sangat istimewa. Yang bisa kita lakukan hanyalah melakukan yang terbaik di sisa waktu yang ada, melakukan apa saja yang berguna, dan mengurangi kegiatan yang sia-sia. 

Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karna denganmu

Silakan kamu artikan bagian ini seperti apa yang kamu inginkan. Mimin gak akan ganggu keromantisanmu dengan imajinasimu di bagian ini deh!

Apakah lagu ini sangat berarti untukmu? Bagi yang berkenan, mimin persilakan kamu untuk menceritakan segala hal tentang ibu di kolom komentar di bawah ini. Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat dan berguna untukmu. Terimakasih. :)

Baca juga
Puisi - Hadiah

Puisi - Hadiah

Aku tau, hari ini pasti tiba
Hari di mana rasa suka meledak ke mana-mana
Memancar binar membuat mata terbuka
Mata kepala, mata hati, mata jiwa

Kau katakan kata itu
Kata yang selalu aku citakan setiap waktu
Tak pernah luput dalam harap walau kadang menggerutu
Tapi aku selalu percaya, hari seperti hari ini akan mendatangiku

Jauh dari kata bahagia
Jauh dari kata apapun juga
Ini sempurna
Seperti mimpi yang selalu kupanjat dalam doa

Awan melayang-layang di angkasa
Begitu pula burung, yang terbang bahagia melewatinya
Bak premen kapas yang kudapat di suatu acara
Rasanya begitu istimewa, tak kan kulupa

Ini indah
Pelipur gelisah
Terimakasih, yah?
Untuk kau yang selalu ada dalam resah

~ Joe Azkha, 2021

Makna di Balik Lagu Taruh - Nadin Amizah (versi 2) - Tentang Anak Broken Home


Arti lagu Nadin Amizah Taruh - Pada kali ini anaksenja.com akan kembali mengulas makna lagu dari Nadin Amizah, yang berjudul Taruh. Sebenarnya lagu ini sudah pernah mimin ulas, kamu bisa membaca versi satunya di sini. Namun karena ternyata ada tanggapan lain dari Parasenja mengenai arti atau makna lain dari lagu ini, sepertinya menarik juga untuk diulas lagi dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang seperti apakah itu? Mari sebelumnya kita simak dulu lirik lafunya!

Lirik Lagu Nadin Amizah - Taruh

Aku sudah tau dari awal
Mencintai bukan perkara kebal
Jauh dari kata mudah dan asal
Kupelajari sedari kecil

Berteriak di atas tenggorokkan
Hujan serapah dan makian
Hancur lebih mudah dari bertahan
Kupelajari sedari kecil

Dan dari situ
Cara pandangku melihat cinta berwarna keruh
Seperti bertaruh apa kau dan aku
Akan jadi sama seperti itu

Aku punya harapan untuk kita
Yang masih kecil di mata semua
Walau takut kadang menyebalkan
Tapi sepanjang hidupkan ku habiskan

Walau tak terdengar masuk akal
Bagi mereka yang tak percaya
Tapi kita punya kita
Yang akan melawan dunia

Aku sudah tau dari awal
Rasa takut masih ku genggam nyaman
Cinta dan jenisnya seperti seram
Ku pelajari sedari kecil

Dan dari situ
Cara pandangku melihat cinta berwarna keruh
Seperti bertaruh apa kau dan aku
Akan jadi sama seperti itu

Aku punya harapan untuk kita
Yang masih kecil di mata semua
Walau takut kadang menyebalkan
Tapi sepanjang hidupkan ku habiskan

Walau tak terdengar masuk akal
Bagi mereka yang tak percaya
Tapi kita punya kita
Yang akan melawan dunia

Makna Lagu Nadin Amizah - Taruh (versi 2)

Aku sudah tau dari awal
Mencintai bukan perkara kebal
Jauh dari kata mudah dan asal
Kupelajari sedari kecil

Kita kutip dari kata “sedari kecil”. Ia bercerita tentang pengetahuan “mencintai” yang diketahuinya sedari dulu, bahwa mencintai itu adalah sesuatu yang tidak mudah. Terlepas dari ke-soktauan-nya yang benar atau salah, ia tetap percaya bahwa sebuah cinta itu tidak selalu bercerita tentang seberapa ia kuat bertahan.

Seperti yang kita tau, di dalam dunia percintaan, khususnya di dalam percintaan antara suami-istri, bisa jadi ada saatnya di mana mereka akan berselisih pendapat, lupa akan hal-hal penting, maupun parahnya lagi sampai berkhianat. Lah ini, berkhianat, selingkuh mungkin? Yang tak hanya diketahui istri, namun juga anak, bahkan mertua maupun tetangga. Pasti akan menjadi masalah yang sangat besar dong!

Khususnya untuk anak, banyak yang menyebutnya sebagai seorang yang menyandang gelar anak broken home. Apakah itu sebuah kebanggaan?! Tentu saja tidak, itu adalah sebuah hal yang sangat mempermalukan. Banyak anak yang memilih untuk berdalih ke jalan yang salah, misal mabuk-mabukan, pergaulan bebas, maupun hal-hal lain demi meringankan beban pikirannya (katanya sih gitu).

Tetap saja itu bukan suatu hal yang baik bukan? Kita ketahui sendiri bahwa semua itu adalah kegiatan yang menyimpang. Bahkan, tak ada ajaran dari agama manapun untuk melakukan hal-hal seperti itu. Bagi seseorang yang beriman, sudah pasti kegiatan seperti itu harus dihindari bukan? Ya, memang sudah seharusnya begitu!

Lanjut ke pokok pembahasan. Pada lirik lagu Taruh ini, ia (tokoh utama dalam lagu) merasa bahwa cinta itu bukan hanya bercerita tentang kekebalan. Semisal, selalu tidak apa-apa saat disakiti dan dihianati, bertahan demi yang dicintai, serta membalas keburukan dengan kebaikan. Itu memang tindakan yang baik, tapi apakah bisa selamanya menjadi sosok yang baik untuk orang lain yang bahkan tak mengerti etika bagaimana cara memperlakukan seseorang yang membaikinya? Selalu ada pilihan untuk hidup.

Berteriak di atas tenggorokkan
Hujan serapah dan makian
Hancur lebih mudah dari bertahan
Kupelajari sedari kecil

Pada bagian ini mencertakan tentang kejadian yang pernah ia (tokoh utama dalam lagu) alami, yakni tentang sudah pernah mendengar berbagai keributan, entah itu caci makian atau sumpah-sumpahan yang sangat menyimpang dari mulut orang tuanya, mungkin karena ribut setelah ada dari salah satunya yang melakukan kesalahan? Melakukan kebohongan atau terjadi adanya sebuah perselingkuhan? Ya, benar, hancur lebih mudah dari bertahan, karena rasa sakit lebih mudah dirasakan daripada rasa bahagia. 

Aku sudah tau dari awal
Rasa takut masih ku genggam nyaman
Cinta dan jenisnya seperti seram
Ku pelajari sedari kecil

Rasa takut karena pernah melihat dan mendengar berbagai keributan yang terjadi di dalam keluarga, keributan orang tua yang lupa memikirkan psikis anak-anaknya membuat rasa trauma menancap lekat di dalam ingatan. Yang akan terjadi adalah rasa takut untuk memiliki pasangan, rasa takut untuk mencintai seseorang. Usia yang seharusnya digunakan untuk bermain malah dikotori dengan doktrinan keributan, kejahatan, bahkan perceraian. Ya, cinta menjadi terlihat sangat menyeramkan.

Dan dari situ
Cara pandangku melihat cinta berwarna keruh
Seperti bertaruh apa kau dan aku
Akan jadi sama seperti itu

Sudah pasti dong! Ketika melihat sepasang orang tua dengan segala kengawurannya (jika terjadi) pasti akan mencipta kesimpulan di benak anak bahwa “cinta itu buruk atau kotor” (cinta berwarna keruh). Lantas, saat ia dewasa nanti akan bertaruh dengan pasangan yang diinginkannya, apakah semuanya akan menjadi sama seperti waktu itu? Sama seperti yang pernah dialami orang tuanya yang gagal dalam mengarungi bahtera pernikahan. Ya pasti doanya jangan sampai sama dong! Harus selalu bisa berusaha untuk menjadi lebih baik lagi agar kesulitan yang pernah dirasakan jangan sampai dirasakan oleh orang lain, terutama keturunannya kelak.

Aku punya harapan untuk kita
Yang masih kecil di mata semua
Walau takut kadang menyebalkan
Tapi sepanjang hidupkan ku habiskan

Yang masih kecil di mata semua? Ya, pasti akan muncul di benak tetangga tentang sebuah kepesimisan, “apakah anak itu, anak yang besar melalui orang tua yang gagal bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik?”. Namanya juga omongan tetangga, ada kalanya pasti menyakitkan. Tapi mau bagaimana lagi, memang harus bertaruh. Tak ada yang bisa dilakukan lagi, selain membungkam mulut mereka (omongan tetangga yang menyebabkan pemanasan global) dengan  membuktikan bahwa semua itu tidaklah benar, dan menunjukkan kebaikan, kebahagiaan, kesuksesan yang selalu diragukan mereka. Prinsip “hidup lebih” baik jangan sampai hilang dong!

Walau tak terdengar masuk akal
Bagi mereka yang tak percaya
Tapi kita punya kita
Yang akan melawan dunia

Seperti pada dua baris terakhir dalam lirik lagu Taruh dari Nadin Amizah ini, kita adalah punya kita, kitalah yang akan melawan dunia, dunia yang penuh dengan serapah tetangga yang hanya bisa mencaci tanpa memberi solusi.

Semoga dari analisis lagu Taruh dari Nadin Amizah ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Ambilah poin-poin positifnya saja, jangan lalu karena tetangga yang jahat lantas kita menjahatinya mereka juga. Jangan, nanti sama saja kamu menjadi sosok yang kamu benci. Teruslah berpikiran positif dan bertindak positif.  Jika kamu menemukan makna lainnya lagi, selain tentang gagal bercinta dan korban broken home atau perceraian, jangan ragu untuk mengungkapkan pendapatmu di kolom komentar di bawah ini! Sampai jumpa di analisis dan karya-karya sastra dari anaksenja.com berikutnya!

Puisi - Meragu dalam Harap

Puisi - Meragu dalam Harap

Napasmu menderu merdu di telinga mimpiku
Sangat memburu hingga membuatku ngilu
Bisikanmu pelan mengalun harapan
Katamu kau rindu, apakah benar demikian?

Bukan tak percaya, hanya menduga
Jika lintang selalu mengawang bukan berarti ia juga terbang, kan?
Begitu juga kau saat, ucap kata rindu
Mungkin saja kata itu tak hanya untukku?

Semoga benar karena sungguh kuinginkan
Rasamu benar-benar benar demikian
Agar ku tak selalu kesepian
Saat merindu pengisi doa di sepertiga malam

~ Joe Azkha, 2021
Puisi - Pesan Hujan

Puisi - Pesan Hujan

Langit berbicara melalui rintiknya
Menyampaikan ribuan rindu dari para penghuninya
Pesan yang tersamarkan melalui retorika alam

Kapan kau berkunjung?
Katanya

Pesan itu telah dikirim berulang-ulang
Terus mengalir dengan gerimis maupun badainya
Namun tetap saja, sama
Tak ada balasan

Pernah kah kau balas pesan itu?

Tak
Kau tak mengerti
Bahkan, kau tak pernah sedikit saja mencoba mengerti

Dan
Pesan itu terus dikirim
Akan terus dikirim 
Sampai hari pembalasan tiba

~Joe Azkha, 2021

Chord Asli dari Lirik Lagu Zima - Sisi Gelap


Kunci Gitar Zima (ex Captain Jack) - Sisi Gelap


Intro : A   B   C#m   G#m   
           A   B   C#m   G#m   


Verse 1 :

                       C#m           B
Mungkin aku terlihat jahat
                          A
Tapi sudah baikkah kalian
                       C#m            B
Mungkin aku terlihat kotor
                         A
Tapi sudah bersihkah kalian 

                        C#m           E
Mungkin aku sedikit tak sopan
                            A          B
Tapi sudah sopankah kalian bicara
     C#m                        E
Mungkin aku terlihat rusak
                   A                            D
Tapi penilaianmu sungguh berlebihan 


Reff :

A                              B
Semua selalu saja salah menilaiku
C#m                             G#m           A
Yang dilihat hanyalah sisi gelapku
                F#m                 D
Kulit luarku, kisah burukku
                                                  E
Tanpa peduli manusia di dalamku 

A                              B
Semua selalu saja sibuk menghakimi
C#m                          G#m             A
Tanpa berusaha mencoba mengerti
                  F#m                D
Kesedihanku, luka-lukaku
                                                   E
Tanpa peduli manusia di dalamku 


Verse 1 :

C#m                E                   A
Kau mungkin merasa paling benar
        F#m                     A
Tapi tolong dengarkan 

F#m
Kau bukan tuhan
F#5
Kau bukan penentu hidupku
D F#                F#
Kau tidak layak.. layak... 


Reff :

A                              B
Semua selalu saja salah menilaiku
C#m                             G#m           A
Yang dilihat hanyalah sisi gelapku
                F#m                 D
Kulit luarku, kisah burukku
                                                  E
Tanpa peduli manusia di dalamku 


F#
G   F#
Em   F#   G


A              F#
Kalian bukan hakimku
C#m         E
Kalian bukan hakimku
A              F#
Kalian bukan hakimku
D
Kalian tak pernah layak 


Reff :

A                              B
Semua selalu saja salah menilaiku
C#m                             G#m           A
Yang dilihat hanyalah sisi gelapku
                F#m                 D
Kulit luarku, kisah burukku
                                                  E
Tanpa peduli manusia di dalamku 

A                              B
Semua selalu saja sibuk menghakimi
C#m                          G#m             A
Tanpa berusaha mencoba mengerti
                  F#m                D
Kesedihanku, luka-lukaku
                                                   E
Tanpa peduli manusia di dalamku 


F#   G

*mohon maaf dan koreksi jika ada kesalahan

Lirik Lagu Pusakata - Rungrum


(*)
Kau bagai bunga
Mekar di ujung penantianku
Datang membawa
Gairah yang hilang di jiwaku


(Reff)
Kuterjatuh
Tanpa ragu
Pelukan dan
Dekap hangat

Suaramu
Memanggilku
Mengajakku
Berjalan bersamamu


(**)
Tak ada ragu
Yang singgah di hatiku
Saat kau hadir
Menjagaku


(***)
Tak terperihkan 
Jerih mengusik hati
Ketika kau pergi


(Reff)
Kuterjatuh
Tanpa ragu
Pelukan dan
Dekap hangat

Suaramu
Memanggilku
Mengajakku
Berjalan bersamamu


(Reff 2)
Terjatuh
Tanpa ragu
Pelukan dan
Dekap hangat

Suaramu
Memanggilku
Mengajakku
Berjalan bersamamu


*****

Lagu ini merupakan single terbaru dari Mohammad Istiqamah Djamad, atau yang kerap dikenal dengan panggilan Bang Is, atau vokalis dari Pusakata di awal tahun 2021 ini. Tepatnya, lagu ini dirilis pada tanggal 20 Februari 2021, dengan judul "Pusakata - Rungrum (Official Audio)", yang berdurasi 2:58 menit di kanal Youtube Pusakata Official. Seperti judul lagunya, di vidio yang diupload ini tidak ada vidio klipnya, melainkan hanya gambar yang menjadi icon lagu ini (seperti yang tertera di awal postingan ini) dengan iringan musik lagunya, pastinya sangat merdu dan penuh makna!

Buat kamu yang mau mendengarkannya secara audio saja, lagu ini juga sudah tersedia di situs-situs pemutar media online, seperti Apple Music, Spotiffy, JOOX, maupun langit musik. Kalian bisa mengeceknya langsung di situs penyedia musik online atau melalui aplikasi resminya di gadget kesayanganmu!

SEPEREMPAT ABAD (MENIKAH ITU PENTING, TAPI...) - SOKASIK#4

Hello, Sokasik balik lagi buat kamu yang sebenarnya nungguin tapi malu buat ngomong wkwk bercanda yaa Bund…

Maaf yaaa, beberapa hari ini sokasik emang lagi soksibuk. Sudah punya draft tapi balik lagi selalu gagal total. Oh yaa, alhamdulilah Us udah masuk usia seperempat abad nih. Mungkin ini juga yang akan dibahas kali ini. Tentang perasaan memasuki dunia seperempat abad. Jujur ini adalah usia yang sering digunakan beberapa orang sebagai titik pencapaian tentang pernikahan. Khawatir, jelas sangat mengkhawatirkan. Mengkhawatirkan hal yang sebenarnya tidak perlu untuk dikhawatirkan.

Mungkin Us bakalan ngasih gambaran tentang apa yang sangat dikhawatirkan. Gambaranya bisa dilihat dari kalimat yang dicetak tebal ini.

Seperabad persoalan kepastian dan kesiapan.


Apa yang bakalan kamu pikirkan setelah memasuki umur ini. Pasti yang muncul adalah sebuah kepastian. Mari kita lihat dari dua sudut pandang yang berbeda.

Dilihat dari sudut pandang perempuan, mungkin lebih membutuhkan satu kata ini. Kepastian. Kepastian itu bak obat penenang bagi perempuan dari sebuah rasa khawatir. Sudah pasti kepastian perihal pernikahan. Di balik kata kepastian perempuan merasakan sedikit ketakutan tentang banyak hal. Ketakutan tentang memilih lelaki yang salah. Ketakutan akan menjalani hidup yang tidak se-menyengkan ketika bersama orangtua. Ketakutan tentang peluang datangnya orang ketiga. Ketakutan tidak bisa melakukan banyak hal seperti ketika masih bersama orangtua. Begitu banyak ketakutan. Meskipun begitu tetap yang diinginkan perempuan adalah sebuah kepastian yang berawal dari kepercayaan. Beberapa hari lalu ketika menonton vlog PowerRansger, ada hal yang selalu teringat. Perkataan salah satu pegawai Rans Entertaiment kurang lebih begini bunyinya.

“ Saran sebagai seseorang yang masih belum menemukan pasangan pada umur yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Hanya kepastian dan keseriusan yang harus diperhatikan. Terlebih kamu perempuan, yang sudah berumur dan berkerja. Carilah yang mau serius. Insyaallah dia yang terbaik untukmu. Jangan pernah menunggu sukses dan mapan. Sukses dan mapan bisa dicari bersama setelahnya. Tapi kalau hanya tidak ada niat serius segera tinggalkan. Tidak ada gunanya. Membuang waktu. “

Salah satu percakapan  yang membuat lebih meyakinkan juga perkataan salah satu artis. Kurang lebih begini bunyinya.

“ Kalau ingin menemukan seseorang yang sesuai dengan apa yang kita harapkan, sampai kapanpun tidak akan pernah ketemu. Kamu tidak bisa meminta orang lain menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Begitupun sebaliknya. Itu juga tidak akan pernah bisa, yang ada hanya kita bisa menerima apapun kurang dan lebihnya. Jawaban cuma ada dua, iya dan tidak. ”

Dari kutipan ini bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk perempuan  sedikit melangkah maju dari berbagai kekhawatiran dan ketakutan. Tanpa memikirkan perihal  mapan dalam hal pekerjaan. Sedangkan kalau melihat dari sudut pandang laki-laki.

Dilihat dari sudut pandang laki-laki, menurut beberapa survei yang sudah dilakukan. Lah, kenapa harus melakukan suvei? sebab aku tidak ingin menulis sudut pandang laki-laki dengan perasaan perempuan. Ini beberapa screenshoot jawaban teman-teman laki-laki. Setelah memberikan beberapa pertanyaan, jawabnya seperti ini.


Menurut salah satu orang yang bekerja di rumah sakit mempunyai pendapat bahwa umur se-perempat abad masih proses pencarian pendamping yang tepat dan fokus untuk memperbaiki karir terlebih dahulu. Meskipun sudah bekerja. Sebab perkara menikah itu bukan hal yang main-main sekali dalam seumur hidup. Begitupun untuk memberikan kepastian kepada seseorang masih harus mempersiapkan banyak hal.


Sekaligus menurut narasumber lain, alasan kematangan karir juga karena laki-laki adalah tulang punggung dari seorang wanita yang merupakan tulang rusuknya. Wihhh, mantap bangetlah kalimatnya! Semua itu juga tergantung standar masing-masing orang berdasarkan kesepakatan bersama kapan waktu yang tepat. Ini perihal kesiapan.


Sebagian juga berpikir kesiapan mental juga menjadi salah satu faktor. Pekerjaan tetap menjadi salah satu alasan. Sekaligus untuk hal baik kenapa harus ditunda kalau memang sudah jalan terbaik. Apalagi sudah ditakdirkan bersama. Tetapi mental juga menjadi patokan utama, kesiapan akan apa yang akan dihadapi setelah menikah. Siap untuk mengahadapi berbagai masalah bersama-sama. Sekaligus mengatasinya dengan baik.


Tetapi ada juga laki-laki umur seperempat abad sudah mempersiapan untuk menikah. Ada beberapa orang yang yang berpikir bahwa "target hidup" itu sangatlah penting. Selain itu, jenjang pendidikan juga memengaruhi pikiran perihal menikah. Tetapi mempersiapkan materi juga tak kalah penting, karena memang laki-laki adalah kepala rumah tangga yang mempunyai tangggung jawab cukup besar. Ketika semua dipersiapkan dengan matang maka kesiapan pasti akan muncul dengan sendirinya.

Nah, setelah Us memberikan pertanyaan kepada beberapa teman laki-laki. Memang pemikiran setiap orang beragam, namun kita dapat sedikit menyimpulkan. Pada umur seperempat abad banyak yang masih harus dipikirkan apalagi perihal pekerjaan. Umur seperempat abad bukan sebuah patokan untuk menikah. Banyak hal yang harus dipikirkan untuk memberikan sebuah kepastian kepada perempuan. Banyak juga yang harus dipersiapkan. Berbeda dengan pihak perempuan banyak yang merasa umur seperempat abad adalah waktu yang cukup.

Hal ini juga bisa menjadi referensi bagi perempuan. Kalau mempunyai pasangan belum juga memberikan kepastian di umur seperempat abad, karena memang laki-laki ingin memberikan yang terbaik. Masih harus mempersiapkan banyak hal, karena menikah bukan perihal main-main. Sekali seumur hidup. Begitu yupss, udah banyak banget nih nulisnya. Jadi, menurut Us begini:

“ Bagi perempuan yang mengkhawatirkan perihal kepastian menikah di umur seperempat abad. Jangan sampai karena keegoisan diri sendiri hanya melihat dari sudut pandang satu pihak entah perempuan atau laki-laki membuat kalian memikirkan dan mengkhawatirkan hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Setiap orang pasti ingin memberikan yang terbaik. Begitupun soal pernikahan. ”

~Us