Makna di Balik Lagu Rumpang - Nadin Amizah


Makna Lagu Rumpang dari Nadin Amizah - Rumpang memiliki arti tidak lengkap, seperti ada yang kosong. Seperti hatimu. Eh? Selamat datang di blog sederhana ini! Kali ini anaksenja.com akan mengajakmu untuk membahas makna lagu dari Nadin Amizah lagi. Setelah mengulik makna dari lirik lagu yang Bertaut, Cermin, Sorai, maupun Amin Paling Serius, kali ini mimin akan mengajakmu menkaji makna dari lirik lagunya yang berjudul Rumpang.

Lagu Rumpang ini sangatlah enak didengar. Dengan alunan musik lembut dan suara khas ala-ala Nadin, terkadang membuat kita gemas ataupun merinding saat mendengarkannya. Termasuk juga di lagu yang berjudul Rumpang ini. Lagunya sangat nikmat saat ditemani kopi dan bentangan senja di laut jingga.

Selain keindahan audionya, mungkin kamu juga penasaran tentang apa arti dari lirik lagu Rumpang ini. Maka dari itu, admin akan mengajakmu bersama-sama mengulik makna yang terkandung di dalam lirik lagunya. Langsung saja kita mulai!

Analisis Lirik Lagu Rumpang - Nadin Amizah

Pagi tadi aku masih menangis
Ada rasa yang tak kunjung mati
Ada seseorang di atasku
Menahan semua rasa malu

Bait pertama ini menceritakan tentang keadaan bersedih akibat suatu rasa yang tak kunjung mati. Rasa apakah itu? Ya benar, rasa cinta. Ketika mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, saat tiba masa perpisahan pasti akan merasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu menandakan rasa cinta kita masih aktif, sehingga bisa dikatakan rasa yang belum mati.

Lalu, makna dari kalimat ada seseorang di atasku yang menahan semua rasa malu itu apa? Sebenarnya kita bisa mengartikan kata "seseorang" yang di maksud dalam lirik lagu ini siapa saja, seperti kekasih, sahabat, ataupun keluarga. Tapi setelah mimin cari-cari, sepertinya ada yang pernah mewawancarai Nadin dan ia mengatakan bahwa lagu ini mengkisahkan tentangnya setelah putus dari pasangannya. Yaudah, kita maksudkan saja "seseorang" itu adalah pacar / kekasih.

Kekasih itu merasa tidak enak hati (malu) karena sudah meninggalkan untuk alasan yang entah apapun itu. Bisa jadi karena, bosan, perselingkuhan, atau pergi keluar negeri untuk menempuh pendidikan. Kalau mantanmu dulu ninggalin kamu karena apa? Eh, maaf. Yuk lanjut aja!

Sempat kuberpikir masih bermimpi
Dua Empat Tujuh tanpa henti
Matahari dan bulan saksinya
Ada rasa yang tak mau hilang

Terkadang kita tak sadar bahwa kenyataan sudah terjadi begitu saja, terasa seperti mimpi. Lantas kita menampar muka atau mencubit kuli sendiri, dan terasa sakit, menandakan bahwa semua itu bukan mimpi.

Arti dari kalimat dua empat tujuh tanpa henti pada lirik lagu Rumpang ini adalah keterangan waktu. Bisa ditulis dengan 24/7, atau dua puluh empat jam per (selama) tujuh hari. Ya benar, satu minggu. Masih tidak bisa terima akan kenyataan bahwa seseorang yang dicintai sudah pergi, sehingga membuat diri terpuruk selama beberapa hari. Siang dan malam, rasa tidak terima itu terus menghantui di setiap hari demi hari.

Sempat kuberpikir masih bermimpi
Bertahun berlanjut tanpa henti
Kulitmu yang memudar saksinya
Tetap rasaku tak pernah hilang

Sebenarnya ini adalah bagian setelah reff, tapi kita analisis dulu saja ya biar alurnya runtut sehingga enak untuk diikuti. Yuk Bahas!

Wow! Ternyata waktu satu minggu tidak cukup untuk melupakan seorang mantan. Semua ini digambarkan di dalam kalimat bertahun berlanjut, jadi artinya sangat begitu sulit untuk melupakan dia (mantan). Mungkin karena pengalaman atau mimpi-mimpi yang pernah dibuat saat bersama dulu masih sangat melekat, sehingga sangat sulit untuk melupakan segala kejadian yang pernah terjadi.
Kulit yang memudar menandakan usia yang sudah berjalan. Usia adalah umur, umur adalah waktu. Jadi, pada dua baris terakhir di bait ini menceritakan bahwa walaupun waktu terus berjalan namun hati masih belum bisa merelakan karena masih menyimpan rasa yang sangat dalam. Kasihan banget sih kamu Nad. Andaikan saja dia itu mimin, pasti ... eh?!

Aku takut sepi, tapi yang lain tak berarti

Setelah ditinggalkan oleh seseorang yang disayang, membuat diri menjadi sendiri. Sehingga membuat diri merasa sepi, tak seperti hari-hari sebelumnya ketika ada yang menemani. Lantas ingin mengobati rasa kesepian dengan cara apapun. Tapi merasa bahwa semuanya tidak berguna, karena tidak bisa membuatnya (kekasih) kembali lagi seperti dulu.

Katanya mimpiku kan terwujud
Mereka lupa tentang mimpi buruk
Tentang kata "Maaf, sayang aku harus pergi"

Reff pada bait pertama ini menggambarkan tentang melempar pertanyaan yang dijawab oleh diri sendiri. Ketika menjalankan suatu hubungan, pada umumnya seseorang hanya berpikir tentang suatu kebahagiaan saja. Bercanda, tertawa, menyanyi bersama, dan hal-hal lain yang sekiranya membuat bahagia. Jarang ada yang memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Padahal semua di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Seperti pertemuan yang berpasangan dengan perpisahan.

Terlalu berkhayal tentang masa depan yang indah terkadang merugikan, karena lupa jika diri sendiri bukanlah pemegang mesin waktu, yang bisa menentukan segalanya bisa terjadi sesuai dengan keinginan. Seperti keadaan di mana sebuah perpisahan datang.

Sudah kuucap semua pinta
Sebelum kumemejamkan mata
Tapi selalu saja kamu tetap harus pergi

Berharap dan berdoa adalah sebuah usaha terakhir yang bisa di lakukan untuk menahan kekasih agar tidak pergi. Sebelum tidur berdoa, seusai beribadah berdoa, kapan saja berdoa agar dia (kekasih) bisa berubah pikiran dan kembali ke pelukan. Tapi jika takdir berkata lain, mau bagaimana lagi? Hanya bisa pasrah dan bersedih pastinya.

Banyak yang tak ku ahli
Begitu pula menyambutmu pergi
Banyak yang tak ku ahli
Begitu pula menyambutmu pergi
Banyak yang tak ku ahli
Begitu pula menyambutmu tak kembali

Pada bagian ini mengkisahkan tentang sebuah keterpurukan yang sangat dalam, sehingga muncul sebuah keadaan di mana kita (yang di tinggal kekasih) menyalahkan diri sendiri. Merasa tak berguna, tak bisa apa-apa, tak bisa memenuhi harapannya (mantan), dan merasa sangat tidak sempurna. Termasuk merasa tidak bisa untuk mengikhlaskannya (kekasih) pergi.

Katanya mimpiku akan terwujud
Mereka berbohong, mimpiku tetap semu

Untuk bagian ending ini, mimin akan coba buat simulasi untuk menggambarkan keseluruhan dari lirik lagu ini. Katakanlah suatu hubungan sudah berjalan sangat lama, beberapa tahun lah, lalu menjelang ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Semua keluarga sudah menyuport, teman, sahabat, dan calon pasangan (pernikahan) juga sangat terlihat nyata, bahwa semuanya bisa berjalan seperti apa yang diimpi-impikan. Kemudian gedung sudah disewa, catering sudah dipesan, dan undangan sudah disebar. Semuanya terlihat sudah dekat di depan mata.

Namun tiba-tiba datang sebuah masalah yang mengharuskan dia (calon) untuk pergi. Semua batal, semua gagal, semua hancur. Namun masih saja ada yang menguatkan diri, lalu berkata “sabar, pasti ada gantinya kok.”

Siapa yang ingin ganti? Saat semuanya sudah berjalan seperti itu yang diinginkan bukanlah ganti, tapi dia kembali. Kembali menjadi dia yang pernah di kenal sebelumnya. Kembali berada di sisi, dan melanjutkan semua rencana yang pernah dirancang sebelumnya. Membuat nyata semua mimpi yang pernah diukir di dalam janji, “kita untuk selamanya.”

Sedih bukan? Ya, mungkin ada sebagian dari kalian yang mengalaminya. Mimin hanya bisa turut berduka, dan berharap semoga kamu bisa kembali ke tempat semula di mana kamu bisa semangat untuk kembali melanjutkan hidup.

Memang tak ada yang menginginkan sebuah perpisahan. Tapi perlu di ingat, tak ada juga yang bisa menghalangi sebuah perpisahan jika semua itu sudah menjadi kehendakNya. Semoga analisis makna tentang arti dari lagu Rumpang milik Nadin Amizah ini bisa bermanfaat buat kamu. Jika kamu memiliki arti atau makna lain yang bebeda, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar di bawah ini. Mari kita ungkap semua makna yang terkandung di dalam lirik lagunya!

0 Comments

Post a Comment