Makna di Balik Lagu Sorai - Nadin Amizah


Makna Lagu Sorai Nadin Amizah - Lagu Sorai ini dirilis Nadin pada bulan Januari tahun 2019. Sudah lewat satu tahun lebih ketika analisis makna ini diterbitkan. Mimin sendiri bisa dibilang baru saja mengenal sosok Nadin Amizah, setelah mendengar lagunya yang berjudul Bertaut dan Cermin. Lagunya terdengar enak dan memiliki rangkaian kata yang sangat menarik. Maka dari itu anaksenja.com sangat tertarik untuk mengkaji makna dan arti yang terkandung di dalam lirik-lirik lagunya.

Kali ini anaksenja.com akan membahas tuntas tentang arti dari lirik lagu Nadin Amizah yang berjudul Sorai. Kita tidak akan menemukan kata sorai di dalam KBBI, karena seperti apa yang sudah pernah dijelaskan oleh Nadin di Twitternya, bahwa kata sorai ini merupakan kata ulang salin suara dari sorak-sorai yang memiliki arti sebuah pekikan sebagai tanda kebahagiaan. Katanya sih, lagu ini menceritakan tentang sebuah perpisahan yang indah, saling merelakan satu sama lain. Apakah benar demikian? Ataukah malah ada makna lain yang tersembunyi? Berikut ini ulasan lengkapnya!

Analisis Lirik Lagu Sorai - Nadin Amizah


Langit dan laut saling membantu
Mencipta awan hujan pun turun
Ketika dunia saling membantu
Lihat, cinta mana yang tak jadi satu

Pada bait pertama ini terdapat metafora di dalam kata laut dan langit, yang bermakna dua kesatuan yang berbeda, seperti sebuah hubungan antara pria dan wanita. Diibaratkan seperti kesatuan alam, yang bisa saling suport untuk menghasilkan fenomena alam. Seperti halnya hujan, yang terjadi akibat penguapan air sehingga membentuk awan dan turun kembali menjadi tetesan-tetesan air di permukaan.

Alam tampak solid dalam menjalankan skenarionya. Berbeda dengan manusia, yang bervariatif dan tak pernah seragam. Untuk sekadar pendapat saja tak pernah sama, semua memiliki kebenaran masing-masing. Dapat dipertengkarkan di mana pun dan sampai kapan pun. Sebenarnya hal ini bukan masalah besar, hanya karena kurangnya rasa "memahami" atau "memaklumi" menyebabkannya menjadi biang dari sebuah masalah besar.

Jika dibandingkan dengan hubungan alam yang begitu kompak, hubungan antar manusia sangatlah tidak sebanding. Seperti halnya hubungan antar kekasih, banyak dari sebagian manusia lebih memilih ribut daripada mengalah dan damai. Segala hal dapat dijadikan sebagai alasan untuk sebuah perpisahan atau perceraian. Padahal jika saling mendukung dan ikhlas mencintai, sebuah perpisahan tidak akan pernah terjadi. Seperti alam, yang selalu solid di dalam ekosistem maupun proses fenomenanya sehingga membentuk satu kesatuan yang padu.

Awan dan alam saling bersentuh
Mencipta hangat, kau pun tersenyum
Ketika itu kulihat syahdu
Lihat, hati mana yang tak akan jatuh

Baris pertama dan kedua di bait ini menggambarkan tentang hangatnya suatu hubungan. Lebih dari sebuah pelukan, karena ini adalah dasar dari segalanya di dalam sebuah hubungan. Hangat adalah kondisi terbaik, setelah kita sadari bahwa dingin menggambarkan suatu hubungan yang hambar dan panas menggambarkan suatu hubungan yang penuh akan keributan. Ketika berada di dalam suatu hubungan yang hangat, dapat menciptakan rasa nyaman dan bahagia. Maka dari itu, muncul pertanyaan “hati mana yang tak akan jatuh”.


Kau memang manusia sedikit kata
Bolehkah aku yang berbicara?
Kau memang manusia tak kasat rasa
Biar aku yang mengemban cinta

Ini adalah bagian dari reff, di mana bagian ini diulang-ulang sebanyak dua kali di dalam lagu ini. Pada bagian ini menceritakan tentang kekurangan diri lain (pasangan) yang berusaha dilengkapi oleh diri sendiri agar bisa menciptakan sebuah kesatuan yang utuh. Jika pasangannya pendiam, lebih baik diimbangi dengan pancingan obrolan agar suasana tidak hambar. Atau jika pasangan dirasa tidak begitu terlihat rasa cintanya, diimbangi dengan rasa cinta yang lebih agar bisa menyadarkan atau mengembalikan perasaannya kembali ke jalan yang benar. Memang, sebuah cinta membutuhkan pengorbanan. Harus ada yang mengalah di setiap masalah jika ingin hubungannya tetap utuh dan terjaga.

Kau dan aku saling membantu
Membasuh hati yang pernah pilu
Mungkin akhirnya tak jadi satu
Namun bersorai pernah bertemu

Ini adalah bait terakhir di dalam lagu ini. Berisi tentang sebuah kepasrahan. Mengkisahkan tentang segala usaha untuk merawat suatu hubungan walau pada akhirnya berakhir di dalam sebuah perpisahan. Perlu kita ketahui, perpisahan itu banyak sekali konteksnya. Bisa saja perpisahan terjadi setelah ada pertengkaran, ada masalah keluarga, karena ada orang lain, atau bisa juga karena dipisahkan oleh kehidupan (kematian).

Pernah saling membantu dengan menguatkan satu sama lain, memberi semangat saat terpuruk, menjadi tempat ternyaman dalam mencurahkan isi hati, dan kegiatan lain demi menyongsong sebuah harapan yang diyakini. Namun jika takdir berkata lain, semua manusia hanya bisa berpasrah dan berusaha ikhlas menerimanya agar muncul perasaan tentram di hatinya. Setelah muncul rasa ikhlas, maka rasa penyesalan akan terasa begitu ringan dan bahkan malah menimbulkan rasa syukur yang sangat membahagiakan. Sadar akan Tuhan lebih tahu tentang mana yang lebih baik untuk diri sendiri. Banyak hal positif yang bisa diambil seusai tiba sebuah perpisahan, salah satunya adalah mendapat bekal untuk hubungan berikutnya yang lebih baik lagi.

Buat kamu yang ingin menangis ketika merasakan sebuah perpisahan, menangislah. Menangislah jika itu bisa melegakan dan membuat hatimu lega. Jangan menahan jika itu malah membuatmu semakin terluka. Tapi ingat dan tanam dalam-dalam, kamu harus segera bangkit dan harus lebih kuat karena perjalanan hidup masih panjang dan tidak berhenti di satu tujuan (yang sudah hilang).

Begitulah tentang kandungan makna yang terdapat di balik lirik lagu Sorai dari Nadin Amizah menurut anaksenja.com. Apakah kamu memiliki makna lain dari lirik lagu ini? Silakan tulis di kolom komentar. Mari bersama-sama kita ungkap semuanya sampai benar-benar tuntas!

0 Comments

Post a Comment