Makna Sebenarnya di Balik Lagu Bertaut - Nadin Amizah


Arti Lagu Bertaut Nadin Amizah - Secara singkat, lagu ini menceritakan tentang seorang anak yang sedang berkeluh kesah (curhat) kepada ibunya. Ia bercerita tentang segala hal yang ia alami selama hidupnya. Entah itu tentang kerasnya dunia, atau tentang rasa bersyukur telah memiliki ibu seperi dirinya.

Cewek kelahiran Bandung 28 Mei 2000 ini memang sangat mahir dalam mengolah kata. Salah satu karya hebatnya adalah yang dijadikannya menjadi lagu, yaitu lagu yang akan kita bahas kali ini, lagu yang memiliki judul Bertaut. Kali ini, anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna yang terkandung di balik lirik lagu Bertaut.

Menurut KBBI, bertaut memiliki arti berkaitan, bergandengan, atau jalin-menjalin. Lantas, jalin-menjalin tentang apa? Dengan siapa? Daripada penasaran, mari kita langsung saja ungkap arti lagu Bertaut milik Nadin Amizah ini!

" Analisis Lirik Lagu Bertaut - Nadin Amizah "


Bun, hidup berjalan seperti bajingan
Seperti landak yang tak punya teman

Bait pertama ini cukup keras. Seperti yang kita ketahui, selalu ada stigma di suatu kata yang dianggap tak biasa, salah satunya adalah kata “bajingan”. Kalimat ini sangat lekat dengan kesan pisuh, yakni lontaran makian ketika mendapati kenyataan yang tidak seuai dengan ekspektasi. Arti kata bajingan sendiri di dalam KBBI adalah kurang ajar. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kata ini bukan? Lantas, siapa yang salah? Salah siapa? :D

Kembali ke keseluruhan kalimat. Pada baris pertama dalam lirik lagu bertaut ini menceritakan seseorang yang sedang bercerita, atau biasa disebut curhat, dan curhatannya ditujukan kepada sang ibu. Hal ini di tandakan adanya kata panggilan “Bun”, yang berarti bunda. Bunda merupakan sebuah kata yang maknanya sama dengan kata "ibu".

Isi dari curhatannya adalah penilaian terhadap dunia. Ia melihat bahwa banyak hal-hal aneh di sekitarnya, diibaratkan landak yang tak punya teman. Landak merupakan hewan pengerat yang memiliki duri di tubuhnya, menyebabkan siapa saja yang mendekatinya dapat terluka akibat duri tajamnya. Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, banyak orang yang menjauh saat melihat orang lainnya terkena masalah. Takut mendekat, karena takut ikut-ikutan terkena masalah. Bagaimana menurutmu? Jika punya pendapat lain, silakan tulis makna landak yang tak punya teman di kolom komentar yak!

Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku mengambil peran

Gonggong adalah sebutan untuk bunyi suara anjing. Kembali lagi, muncul sebuah stigma buruk, kali ini jatuh di salah satu jenis hewan peliharaan. Kata anjing sering digunakan beberapa orang untuk makian. Sedangkan hujan akan disebut dengan hujan apabila datang dengan keroyokan. Ia selalu datang beramai-ramai dengan tetesan-tetesan lain secara bersamaan. Jadi, bisa dikatakan bahwa kalimat pertama di atas berartikan suara buruk yang sangat banyak. Banyak orang yang bisanya cuma mencela tanpa tahu latar belakangnya, seperti tentang sesuatu yang pernah dialami oleh orang lain. Seperti yang kita tau, pada jaman sekarang ini banyak sekali kita jumpai orang yang lebih senang mencari keburukan daripada kebaikan orang lain.

Kata “pangeran” berasal dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki makna pelindung. Seperti halnya seorang ibu, yang selalu datang melindungi anaknya ketika mara bahaya tiba kapan saja. Jadi, pangeran di sini bisa dianalogikan sebagai seorang ibu.

Bun, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara

Hakikatnya seorang ibu, ia selalu menyayangi buah hatinya di segala kondisi. Cukup singkat untuk bagian ini, tidak begitu membutuhkan filosofis yang dalam karena maknanya sudah tampak dengan gambrang. Atau ada yang punya makna lain? Yuk, tulis di kolom komentar!

Saat tak tahu arah kau di sana
Menjadi gagah saat ku tak bisa

Orang tua, atau lebih condong ke seorang ibu, pasti akan selalu menuntun anaknya ke jalan yang menurutnya benar. Mengajari anaknya tentang sesuatu yang baik dan melarang sesuatu yang buruk. Sejatinya, tak ada orang tua yang mau menyesatkan anaknya. Kecuali jika memang orang tuanya kurang waras, itu lain cerita.

Sebenarnya kalau di lagu aslinya setelah ini ada bagian bridge, tapi kita lompati saja dulu dan menuju ke bagian verse setelah reff agar alur analisisnya runtut dan enak diikuti. Yuk!

Bun, aku masih tak mengerti banyak hal
Semuanya berenang di kepala
Dan kau dan semua yang kau tau tentangnya
Menjadi jawab saat kubertanya

Saat kecil, banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Banyak pertanyaan muncul karena ingin mengetahui hal baru. Guru terbaik sebelum masa bersekolah tiba adalah orang tua. Selepas dari prinsip manusia modern yang selalu mengkampanyekan wanita karier, ibu adalah sosok wanita yang berjarak paling dekat dengan seorang anak. Bagaimana tidak? Selama sembilan bulan menyatu di dalam tubuhnya, kemudian lahir, menyusu, tidur, hingga mengompol di pangkuannya. Selalu mengajak ngobrol anaknya untuk mengenalkan dan mengajarkan segala hal. Apapun pertanyaan kita pasti akan dijawabnya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Ahh... Jadi rindu. Rindu pelukmu... :(

Sedikit ku jelaskan tentang ku dan kamu
Agar seisi dunia tau

Ini dia bagian bridgenya! Setelah mengenang dan menceritakan jasa-jasa seorang ibu hingga menyampaikan semua keluh kesah sewaktu kecil, bagian ini mengantarkan kita untuk menuju ke bagian klimaks, yaitu reff. Pada bagian ini cukup simpel sih, berisi tentang pemberitahuan bahwa pembawa lagu akan mulai menceritakan kembali hal-hal unik yang terkait ibunya dengannya.


Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah cara ku tersenyum

Ada pepatah mengatakan bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Seperti pada bagian reff ini, menceritakan tentang adanya kesamaan sifat seorang ibu di dalam diri anaknya. Hmm... Jadi kamu harus hati-hati lho saat mau melakukan sesuatu, harus benar-benar dipikirkan. Kecuali memang enggak takut kalau sifat burukmu bakal ditiru oleh anakmu kelak. Naudzubillah...

Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati

Ini bagian yang menurut mimin sangat ngena. Bayangin kalau orang tuamu tinggal ibu seorang, sedari sejak kecil. (Entah bapakmu pergi ke mana, fokus dulu ke pemilikan seorang ibu saja ya!) Lalu melihatnya banting tulang, mencari nafkah untukmu seorang. Segala cara dilakukan untuk membuatmu bahagia. Tak pernah menceritakan bahwa punya hutang di mana-mana, kerja sangat berat seperti apa, tekanan dari omongan-omongan tetangga, bahkan sampai menangis di suatu tempat karena tak tau harus apa, semua ia sembunyikan demi membuatmu bahagia. Gila gak tuh! Masih aja kamu berani kurang ajar kepadanya?! Sini berantem sama mimin!

Huft... Maaf, maaf... tadi terbawa emosi. Cuma dikit kok. Yuk lanjut!

Semoga lama hidupmu di sini
Melihatku berjuang sampai akhir

Doa seorang anak yang berharap ibunya diberi umur panjang, untuk bisa melihatnya sukses dan terus menemaninya hingga sampai kapanpun juga. Seperti kita, yang percaya bahwa semua orang pasti akan tiada, tapi tak pernah rela jika ibu atau orang-orang tercinta kita diambilNya secara tiba-tiba. Walau sebenarnya kita tak bisa melakukan apa-apa, karena semua sudah ditetapkanNya dengan sangat istimewa. Yang bisa kita lakukan hanyalah melakukan yang terbaik di sisa waktu yang ada, melakukan apa saja yang berguna, dan mengurangi kegiatan yang sia-sia. 

Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karna denganmu

Silakan kamu artikan bagian ini seperti apa yang kamu inginkan. Mimin gak akan ganggu keromantisanmu dengan imajinasimu di bagian ini deh!

Apakah lagu ini sangat berarti untukmu? Bagi yang berkenan, mimin persilakan kamu untuk menceritakan segala hal tentang ibu di kolom komentar di bawah ini. Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat dan berguna untukmu. Terimakasih. :)

Baca juga

10 comments

  1. Saya ke sini karna komentar di kolom YouTube

    ReplyDelete
  2. analisis yang anda lakukan terhadap lagu ini sangat menarik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas kunjungan dan reviewnya bro :)

      Delete
  3. Jadi kangen ibu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang lagu ini bikin kita jadi kangen dengannya :)

      Delete
  4. Akhirnya mengerti makna pada bait-bait awal. Terima kasih 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali sudah berkunjung di blog sederhana ini kak :)

      Delete
  5. Lagunya bagus banget. Saya selalu meneteskan air mata apabila mendengarnya. Karena kebetulan skrg saya sudah menjadi seorang ibu. Jadi saya tahu betul bagimana kasih sayang ibu terhadap anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah... Selamat berjuang buat yang di sana ya! Lagu ini juga berdampak positif buatku terkait bisa lebih menghargai seorang wanita secara lebih. Terimakasih sudah berkunjung kak :)

      Delete


EmoticonEmoticon