Makna di Balik Lagu Amin Paling Serius - Sal Priadi dan Nadin Amizah


Makna Lagu Amin Paling Serius - Hai para Anak Senja! Setelah mendengar salah satu lagunya Mbak Nadin yang berjudul Bertaut dan mencoba memahami maknanya, mimin jadi kecanduan nih dengan karya-karya yang berkaitan dengannya. Kali ini, mimin akan mengajakmu lagi untuk bersama-sama memecahkan makna yang terkandung di dalam lirik lagunya yang dibawakan bersama Sal Priadi berjudul Amin Paling Serius.

Kali ini Mbak Nadin menyanyikan lagu yang berjudul Amin Paling Serius bersama Mas Priadi. Namun sebenarnya mereka berdua bukanlah sesuatu yang serius, karena di lagu ini yang serius adalah Amin. Apakah “Amin” di sini adalah nama seseorang? Ataukah malah ada makna tersendiri yang terselip di dalamnya? Mari tanpa basa basi, langsung saja kita beraksi!

Analisis Lirik Lagu Amin Paling Serius - Sal Priadi feat Nadin Amiza


Dalam lagunya, pada bait pertama diisi oleh suara Mas Priadi. Dipanggil Mas-mas karena dia seorang cowok. Seorang cowok yang mencoba mengatakan sesuatu kepada orang lain. Karena kata-katanya sangat romantis, sebelum kita bahas lebih lanjut mimin kasih gambaran terlebih dahulu. Bayangkan saja kalau mereka berdua ini adalah sepasang kekasih yang sedang berbincang di kursi taman, sewaktu malam yang disinari cahaya rembulan. Hmm ... Sudah kena belum suasana romantisnya? Kalau belum, mari kita cari keromantisan itu di dalam liriknya!

Aku tau kamu lahir dari
Cantik utuh cahaya rembulan

Bait pertama di lagu ini berisikan rayuan. Menghiperbolakan kata untuk memuji sang pujaan. Kita tau, sebenarnya bulan tidak mengeluarkan cahaya. Ia tampak bersinar karena mendapat pantulan dari cahaya matahari. Tanpa adanya cahaya, bulan tak akan tampak dipandangan mata telanjang. Cahaya bulan dikenal banyak orang dengan keindahannya. Salah satu keindahannya adalah karena dia mampu mengangkat derajat selainnya yang sebelumnya dianggap tidak ada, yaitu bulan itu sendiri.

Balik lagi ke topik utama! Mungkin karena pasangan (wanita) di hadapannya tampak begitu memesona, sehingga diibaratkan mendapat warisan dari cahaya bulan. Hmm ... Seperti mimin. Bedanya kalau mimin berasal dari cahaya gerhana bulan. Gelap.

Sedang aku dari badai
Marah riuh yang berisik
Juga banyak hal-hal yang sedih

Bait selanjutnya berisikan kalimat yang bermaksud tidak menyombongkan diri. Mengibaratkan diri sendiri seperti badai. Kita tahu bahwa kesan badai itu tidaklah baik, cenderung buruk. Ia mengatakan dalam kerendahan hatinya bahwa ia bukanlah seseorang yang baik, tidak sempurna. Orang pintar tak pernah mengatakan bahwa dirinya pintar bukan?

Bait selanjutnya adalah bagian Mbak Nadin untuk mengisi suara. Jadi, kita ibaratkan seorang pasangan wanita yang hendak membalas omongan dari pria yang telah berbicara di depannya. Yuk langsung!

Tapi menurut aku kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang-bintang

Bait pertama yang diisi suara Mbak Nadin ini berisikan bantahan. Seakan-akan sang wanita mengatakan bahwa apa yang dikatakan sang pria tidaklah benar. Ia menganggap bahwa pria di depannya tampak begitu indah.

Bintang berarti benda langit yang mampu menciptakan cahayanya sendiri, seperti Matahari. Coba bayangkan ya. Jika satu bintang (matahari) mampu mengindahkan bulan, bagaimana dengan ibu bintang yang mampu melahirkan bintang-bintang? Melebihi indahnya satu cahaya (yang memantul di bulan) bukan? Sang wanita menganggap bahwa prianya begitu spesial. Terasa bisa membuatnya lebih baik dan istimewa.

Menurutku ini juga karena hebatnya badaimu
Juga karena lembutnya tuturmu

Badai yang semula dicap buruk, dibalikkan seketika maknanya oleh sang wanita. Bisa jadi badai yang dimaksud adalah badai ketulusan, yaitu cinta yang sangat besar kepadanya sehingga membuat perasaan sang wanita berbunga-bunga. Salah satu contonya mungkin karena cara berbicara sang pria, yang sopan, pilihan katanya menyejukkan, mampu menanggapi curhatan dengan sangat lembut, dan lain sebagainya. Siapa coba yang enggak mau dapet cowok seperti itu? Cuma cowok tulen yang menolak mendapat pasangan seperti itu.

Kita menuju ke bagian setelah reff dulu ya, supaya analisisnya runtut dan enak dibaca. Lanjut!

Aku tau kamu tumbuh dari
Keras kasar sebuah kerutan

Pada bagian ini gantian sang wanita yang ngomong duluan. Keras, kasar dan kerutan biasanya mendapat konotatif yang dianggap berat. Semisal pekerja keras, memiliki keadaan hidup yang tidak mudah, pokoknya perjalanan hidup yang penuh liku-liku gitu deh. Semua itu membutuhkan perjuangan untuk bisa bertahan dan lulus menjadi pribadi yang tangguh. Sang wanita mengakui bahwa pria di depannya adalah pria yang kuat, penuh perjuangan dan sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh apa? Sungguh-sungguh mencintaimu. Aciyeee ...

Sedang aku dari pilu
Aman yang ternyata palsu
Juga semua yang terlalu baik

Sang wanita gantian merendah. Mengatakan bahwa dirinya sangat lemah, karena berasal dari lingkungan yang sangat mengenakkan. Ibaratnya gini, si wanita berasal dari keluarga kaya dan si pria berasal dari keluarga yang tidak punya. Yah, mungkin itu bisa menggambarkan maksud dari ucapan si wanita di bagian ini.

Bagian setelah ini gantian Mas Priadi yang mengisi suara. Langsung saja kita bahas!


Tapi menurut aku kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang bintang

Sama. Ya, si pria menggunakan rayuan kepada wanita dengan kata-kata yang sama. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. “Kamu jangan ngomong gitu. Kamu itu seperti yang kamu omongin tadi. Jangan sedih, sayang,” ujarnya sambil memeluk.

Dalam pelukan, sang wanita mengatakan sesuatu. “Bukan mukhrim woey!” Hahaha ... Gak boleh asal peluk anak orang! Apalagi buat kamu yang masih di bawah umur! Eh, malah ngomongin apa sih ini?! Yuk fokus!

Menurutku ini juga karena lembutnya sikapmu
Juga sabarmu yang nomor satu

Sang pria mengatakan bahwa hal yang membuatnya merasa nyaman adalah kelembutan dan kesabaran dari diri sang wanita. Yah, cuma gitu doang. Yuk lanjut! Setelah ini, di dalam lagunya dinanyikan berbareng antara pihak pria maupun wanita. Jadi kita anggap universal yak!

Tuk petualangan ini
Mari kita ketuk pintu yang sama

Petualangan adalah kegiatan untuk menjelajahi suatu tempat. Kata tempat dalam KBBI memiliki beberapa arti, salah satunya adalah sesuatu yang dapat (dipercaya) menampung (tentang keluhan, pertanyaan, isi hati, dan sebagainya).

Siapakah yang menjadi pilihan saat kamu membutuhkan tempat untuk menuangkan perasaan? Pasti orang yang istimewa. Bisa jadi orang tua, keluarga, sahabat, maupun pasangan. Pada bait ini menceritakan tentang ajakan untuk mengarungi kehidupan bersama-sama di dalam satu tujuan yang sama.

Membawa amin paling serius
Seluruh dunia

Amin adalah kata yang biasanya diucapkan seusai berdoa. Memiliki arti kabulkanlah, yaitu suatu permohonan agar apa yang diinginkan dapat menjadi kenyataan atas izin Tuhan. Jika diurutkan dan melihat pada bait sebelumnya, amin di sini berisikan permohonan agar doa tentang niatan untuk menjalani hidup bersama dengan yang diharapkan mendapati restu dari sang Tuhan.

Hmm … Bagaimana? Tambah paham atau malah tambah buyar? Kalau kamu punya pendapat lain atau masih ada bagian yang membuatmu bingung, mari kita diskusikan di kolom komentar. Tapi sebelumnya, lanjut dulu yuk ke bagian reff!

Bayangkan betapa cantik dan lucunya
Gemuruh petir ini
Disanding rintik-rintik yang gemas

Jika membacanya sekilas, bagian reff ini mungkin hanya terlihat sebagai kata-kata yang disusun indah saja. Tapi apakah ada makna yang tersembunyi di dalamnya? Mari kita usut secara tuntas!

Bayangkan, kata ini merupakan kata perintah agar orang lain melakukan suatu gambaran di dalam pikirannya, atau bisa juga disebut berangan-angan. Petir dan hujan biasanya ditakuti orang. Ada yang takut dengan kilat petir, mungkin terbayang-bayang seperti chidorinya sasuke. Ada juga yang takut dengan suara petir yang kadang kala memunculkan rasa kaget atau traumatis. Kalau yang ditakutkan dari hujan biasanya karena dapat menimbulkan efek masuk angin. Tapi, perintahnya adalah membayangkan bahwa semua hal yang ditakutkan itu adalah sesuatu hal yang cantik ataupun menggemaskan. Apakah bisa? Ya bisa saja, karena tidak ada yang tidak mungkin. Semua tergantung diri sendiri, bisa atau tidaknya mengontrol pikirannya.

Jika dikaitkan dengan kehidupan nyata. Anggap saja fenomena alam tersebut (petir dan hujan) adalah omongan orang (bisa jadi tetangga ataupun musuhmu). “Masa sih, kamu mau sama orang miskin seperti dia? Enggak malu? Besok kalau sampai nikah, anakmu mau dikasih makan apa? Cinta doang?”. Omongan orang memang terkadang sedikit menggemaskan. Bebas mengkritik orang lain tanpa sadar bahwa ilmu yang ia miliki tidak lebih tinggi. Kalau enggak bisa mengendalikan diri, kita pasti akan terbawa ke suasana sedih, menangis, menyesal, bahkan rasa ingin mengakhiri hidup. Maka dari itu, mengontrol pikiran itu penting.

Mengabaikan kritikan orang yang hanya bisa mencela tanpa tahu apa-apa terkadang menjadi opsi yang terbaik. Maka dari itu, pada bait ini sepertinya ingin mengatakan bahwa “Sudahlah, terserah apa kata mereka. Yang penting kita tetap bersama-sama, dan bahagia selamanya.”


Dan merayakan
Amin paling serius seluruh dunia

Dikaitkan dengan bait sebelumnya. Segala sesuatu yang sekiranya mengganggu suatu hubungan, baiknya dianggap sebagai hiasan dinding belaka. Ramai menempel di dinding, seakan-akan sedang berkerumun menghadiri suatu perayaan, atau bisa dikata sekadar ikut meramaikan sesuatu hal. Meramaikan rasa optimis seseorang yang sedang melaju kencang menuju jenjang pernikahan. Apakah kamu pernah mengalami masa-masa seperti ini? Atau malah sedang mengalaminya? Yuk curhat di kolom komentar!

Analisis lagu Amin Paling Serius ini banyak berisi keibaratan, supaya mudah mencerna kata yang dirangkai sedemikian rupa. Jika kamu memiliki makna ataupun arti lain dari lirik lagu ini, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Semoga analisis kali ini bermanfaat dan berguna. Mari kita bersama-sama mencari makna di dalam karya!

0 Comments

Post a Comment