10 Ciri-Ciri Cerpen Lengkap dengan Penjelasan Karakteristik dan Contohnya


Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Berbeda dengan novel, yang isinya lebih luas dan kompleks. Cerpen biasanya hanya menceritakan satu permasalahan saja, tidak berbelit-belit dan juga tidak membutuhkan banyak latar, tempat, maupun tokoh. Semuanya serba terbatas, sehingga disebut dengan cerita pendek.

Kali ini, mimin Anak Senja akan mengajakmu untuk lebih mengenal cerpen, dengan cara mengetahui ciri-ciri apa saja yang terkandung di dalam sebuah cerpen. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.

Ciri-Ciri Cerpen dan Penjelasannya


1. Jalan cerita yang pendek

Sesuai dengan namanya, yaitu cerita pendek. Memiliki jalan cerita yang pendek merupakan ciri-ciri utama sebuah cerpen. Hal ini dilihat dari kuantitas banyaknya tulisan. Biasanya cerpen terdiri dari satu hingga sepuluh halaman saja. Jalan cerita yang pendek namun menarik bisa dilihat dari beberapa cerpen yang terdapat di dalam web ini, salah satunya adalah cerpen yang berjudul Arem-Arem Rindu.

2. Maksimal menggunakan 10.000 kata

Kali ini dilihat dari segi kuantitas kata. Walau tidak ada aturan yang pasti, namun pada umumnya sebuah cerpen tidak menggunakan lebih dari sepuluh ribu kata.

3. Memiliki sifat fiktif

Cerpen bersifat fiktif. Fiktif dalam KBBI adalah bersifat fiksi, atau terdapat dalam khayalan. Cerpen merupakan buah dari pemikiran seorang penulis. Entah itu diangkat dari pengalaman nyata ataupun hanya dari imajinasinya belaka.

4. Memiliki satu alur cerita atau bisa disebut dengan alur tunggal

Sebuah cerpen hanya memiliki satu alur cerita. Tidak ada subplot ataupun alur cerita yang lainnya di dalam sebuah cerpen. Hal ini agar cerita tetap berjalan lurus hanya dengan satu masalah dan penyelesaian di akhir cerita. Salah satu contoh alur tunggal yang menarik bisa kamu temukan di cerpen Cepat Keluar.

5. Dapat selesai dibaca dalam sekali duduk

Karena segala keterbatasannya, sebuah cerpen dapat menghemat waktu untuk pembacanya. Tidak seperti novel yang berisi subplot banyak, sehingga membutuhkan waktu membaca yang lebih lama. Maka dari itu, diistilahkan bahwa sebuah cerpen dapat selesai dibaca dalam sekali duduk (sebentar).

6. Penokohan cerita yang sangat sederhana

Jumlah dalam tokoh cerpen sangatlah terbatas. Hal ini agar tokoh dalam cerita dapat mudah diingat pembaca dan tidak membuat sebuah cerpen membingungkan. Seperti pada cerpen Datang Saat Tak Dibutuhkan, hanya berisikan dua tokoh saja di dalam cerita.


7. Terdapat masalah atau konflik dan penyelesaiannya

Suatu cerita tidak akan bermakna jika tidak ada konflik di dalamnya. Cerita yang tidak bermakna akan menciptakan kesan hambar atau membosankan bagi pembacanya. Untuk itu, wajib menyertakan konflik di dalam sebuah cerpen. Untuk kelengkapannya dapat disertakan penyelesaian atau solusi di bagian akhir cerita. Walau terkadang ada penulis yang membiarkan pembaca menyimpulkan sendiri solusi apa yang terbaik untuk memecahkan suatu masalah di dalam ceritanya. Seperti halnya di dalam cerpen Penyesalan Sang Ibu.

8. Menggunakan kata yang sederhana

Penggunaan kata yang sederhana diharapkan bisa mempermudah pembaca untuk memahami isi cerita. Seperti pada cerpen yang berjudul Anak Ayam yang Sombong, kata-katanya sangat sederhana karena disesuaikan dengan pembacanya, yaitu anak-anak. Namun, kata-kata yang penuh dengan metafora ataupun hal-hal lainnya terkadang menjadi daya pikat tersendiri untuk sebuah cerpen.

9. Memeiliki pesan atau amanat

Cerpen yang baik adalah cerpen yang mengandung intisari atau amanat kebaikan di dalamnya. Terkadang pesan atau amanat ini diselipkan penulis dengan cara tersirat. Pembaca dapat menyimpulkan hikmah atau amanat dari isi cerita setelah selesai membacanya.

10. Meninggalkan kesan bagi pembacanya

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya, pada bagian terakhir ini tidak kalah penting untuk sebuah cerpen. Pembaca yang terkesan dengan sebuah karya pasti akan kecanduan ingin membaca karya lain yang dibuat oleh penulisnya. Kesan bagi pembaca bisa diambil dari segala hal, salah satunya adalah gaya bahasa. Setiap cerpenis, atau penulis cerpen pastinya memiliki gaya bahasanya masing-masing. Ini adalah salah satu faktor agar suatu karya bisa melekat di ingatan pembaca. Menurutmu, beberapa cerpen di web ini apakah sudah membuatmu terkesan?

Itulah beberapa ciri-ciri cerpen lengkap dengan penjelasan dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menciptakan semangat menulismu!

0 Comments

Post a Comment