Arti dan Makna Sebenarnya di Balik Lagu Monolog dari Pamungkas


Arti Lagu Pamungkas Monolog - Secara garis besar, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang merenungi kisah cintanya. Kemudian mendapat jawaban tentang mengapa ia bisa mencintai kekasihnya tersebut. Secara etimologi, kata Monolog sendiri memiliki arti pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri. Hal ini dapat kita artikan sebagai perenungan.

Lagu Pamungkas - Monolog ini rilis pada tanggal 3 Agustus 2018 di kanal Youtube Pamungkas, yang hingga sampai saat ini telah mendapatkan 40 jutaan viewers. Hal ini menandakan bahwa lagu ini memiliki banyak peminat. Dan, memang benar adanya. Mimin sendiri sangat menyukai dan sering memutar lagu Monolog ini berulang-ulang kali. Apakah kamu juga demikian?

Mungkin kamu penasaran tentang lagu Pamungkas yang berjudul Monolog ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tak perlu gelisah, karena pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagunya. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Monolog dari Pamungkas


Gelap
Di dalam tanya
Menyembunyikan rahasianya

Pada bagian awal lagu Pamungkas - Monolog ini mengkisahkan tentang seseorang yang terjebak di dalam ruang membingungkan, sehingga berbagai pertanyaan pun muncul untuk menguak dan keluar dari ruangan tersebut. Maksudnya adalah, ada seseorang yang sedang dilanda rasa bimbang, mengenai perasaan cintanya yang seakan penuh dengan tanda tanya.

Seperti pertanyaan, “aku sudah menjalani hubungan ini bertahun-tahun, apakah benar aku mencintainya? Apakah cinta ini benar adanya?”. Pertanyaan tersebut ditanyakan kepada diri sendiri, inilah yang disebut dengan Monolog.

Letih
Kehabisan kata
Dan kita pada akhirnya diam

Terus bertanya-tanya namun tak menemukan jawaban. Usaha yang dilakukan secara terus menerus namun berakhir dengan zonk (tidak mendapat apa-apa) pasti akan menciptakan rasa letih (lelah sekali). Dan pada akhirnya hanya akan menciptakan diam.

Namun, diam tak berarti menyerah. Diam juga bisa diartikan beristirahat sejenak karena terlalu lelah, untuk mengumpulkan tenaga, dan kembali bangkit untuk meneruskan perjuangan (yang telah dilakukan sebelumnya).

Bunga
Dibulan sepi
Jatuh terdampar
Tersasar

Bunga adalah sebuah pengibaratan dari seorang kekasih, yang kesepian karena ditinggal merenung (bermonolog). Terlalu lama merenungi diri sendiri memang dapat mengabaikan beberapa hal yang ada di sekitar kita. Salah satunya adalah pasangan, yang seharusnya dibersamai (ditemani), bukan dicuekin (karena terlalu fokus merenung).


Rindu
Yang jatuh di kamarku
Hanyalah rindu yang datang padamu

Lantas petunjuk pun datang. Kesadaran mulai muncul dan menjawab sedikit-demi sedikit berbagai pertanyaan yang pernah muncul di dalam ingatan. Terlalu lama merenung membat diri menjadi kesepian, kemudian teringat sang kekasih (yang biasanya selalu menemani di setiap waktu). Inilah yang dinamakan rindu.

Kerinduan itu menjadi jawaban dari perenungan, yang mengartikan bahwa hanya dia (kekasih) yang selalu ada di dalam pikiran. Pertanyaan “apakah benar aku mencintainya?” cukup terjawab karena memang hanya dia yang selalu ada dan dapat membuat hati merasa bahagia.

Bertanya,
"Mengapa kita masih di sini tersenyum?"

Yap. Inilah salah satu pertanyaan di dalam perenungan yang tergambar jelas di dalam lagu ini, “mengapa kita masih di sini tersenyum?” Ya jawabannya adalah karena cinta. Seperti kata Judika, “cinta yang persatukan kita.”

Alasan masih bersama bukan
Karena terlanjur lama
Tapi rasanya
Yang masih sama

Pada bagian reff lagu Pamungkas berjudul Monolog ini menceritakan tentang seseorang yang telah menemukan alasan (jawaban) tentang mengapa ia bisa mencintai kekasihnya. Bukan karena telah menjalani hubungan dalam waktu lama, namun karena rasa cintanya masih tetap sama, tak pernah berubah sedari pertama menjalin cinta.


Seperti sejak pertama jumpa
Dirimu di kala senja
Duduk berdua
Tanpa suara

Perasaan cinta yang konsisten inilah yang mampu menjadikan hubungan menjadi kuat. Bukan perihal “waktu”, namun perihal “ahli” untuk berkomitmen di dalam cinta. Tak pernah mengingkari janji, tak pernah mengecewakan, selalu menjaga hati, selalu membahagiakan, dan hal-hal lain yang pada akhirnya bisa menjadi alasan dari pertanyaan “mengapa masih tetap bersama-sama hingga saat ini?”

Mungkin kamu tak setuju dengan apa yang anaksenja.com utarakan, karena mimin percaya pendapat serta pengetahuan setiap orang itu berbeda-beda. Maka dari itu, mimin persilakan kamu untuk megungkapkan pendapatmu di kolom komentar. Mungkin saja interpretasimu mengenai lagu Monolog ini jauh lebih baik dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Mari kita bahas bersama-sama hingga menemukan makna sebenarnya yang tersembunyi di balik lirik lagu Monolog dari Pamungkas!

0 Comments

Posting Komentar