Makna Sebenarnya di Balik Lagu Ajarkan Aku (Terluka Tapi Tak Berdarah) - Arvian Dwi


Arti Lagu Arvian Dwi Ajarkan Aku - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang kesulitan untuk melupakan kekasihnya, yang ternyata berhianat dan memadu cinta dengan yang lainnya. Ia merasa sangat terpuruk hingga ketakutan untuk memulai hidup baru bersama orang baru. Dan, rasa trauma itu terus menghantuinya setiap hari tanpa adanya solusi.

Lagu Arvian Dwi - Ajarkan Aku ini rilis pada tanggal 17 September 2021 di kanal Youtube Arvian Dwi, yang sekitar tiga bulanan setelah diupload mendapatkan sepuluh juta viewers lebih. Tak heran sih, karena lagunya memang merdu di tambah lirik lagunya juga keren!

Salah satu keistimewaan dalam lagu ini adalah adanya beberapa nada unik yang membuat merinding saat pertama kali mendengarnya, membuat rasa dari lagu ini dapat tersampaikan dengan baik. Mungkin kamu juga menyadari akan hal ini? Ya, bagian ini terdapat di bagian akhir-akhir lagu.

Selain keindahan lirik dan audio, mungkin kamu juga penasaran tentang lagu Arvian Dwi - Ajarkan Aku ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tak perlu risau, karena anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagunya dari bait pertama. Tanpa perlu panjang lebar lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Ajarkan Aku dari Arvian Dwi


Semua yang ku mau
Hanya sedikit waktumu, untukku
Hanya satu pesan singkat
Sedang apa dirimu?

Kita memang tidak bisa memaksa orang lain untuk bisa menjadi seperti apa yang kita inginkan. Seperti halnya seorang kekasih, yang perasaan dan sikapnya bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Sering hilang, tidak memberi kabar, dan bahkan sulit di hubungi merupakan sebagian kecil sikap menyebalkan yang dilakukan oleh seorang kekasih. Hingga muncul pertanyaan di dalam benak, “sebenarnya kamu sedang apa sih? Sesibuk itukah kamu hingga melupakanku?”

Awal pertemuan kau sangat peka padaku
Dan itu dulu
Rasa yang terlanjur dalam
Kau buatku semakin bodoh

Padahal dulu saat pertama kali menjalani hubungan sangatlah perhatian. Seperti selalu menanyakan dan memberi kabar, meluangkan waktu walau sedang dalam keadaan sibuk, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Namun semakin lama semakin terasa, bahwa dia (kekasih) seakan-akan tak peduli lagi dan semakin menjauh.

Perasaan cinta memang dinamis, tak konsisten dan dapat berubah-ubah tergantung bagaimana keadaannya. Ada yang setiap hari semakin cinta, ada pula yang setiap hari malah semakin bosan dan benci. Untuk yang semakin cinta, jika pada akhirnya dia (kekasih) malah menjauh (pergi) pasti akan menimbulkan rasa kekecewaan yang amat dalam. Hal ini membuat diri merasa sedang dibodohi.

Oh mengapa harus
Kulihat kau dengan dirinya
Terluka tapi tak berdarah

Kejadian yang paling ditakutkan pun terjadi, yakni saat melihat dia (kekasih) sedang bermesraan dengan orang lain, entah itu di dunia nyata ataupun maya. Situasi seperti ini sangat ditakuti oleh semua orang yang benar-benar mencintai, karena tak ingin cintanya terbagi dan tersakiti.

Ungkapan “terluka tapi tak berdarah” pun muncul, karena yang tersayat adalah hatinya (perasaannya), bukan bagian fisik luarnya (seperti kulit atau daging yang kasatmata). Mungkin jika hati letaknya ada di luar tubuh akan terlihat, betapa rusaknya dia (hati) akibat dicurangi oleh seseorang yang paling dipercayai.

Sumpah sih, walaupun jangan sampai terjadi kepada kita ya, tapi coba bayangin saja. Ketika mengetahui seseorang yang paling kita sayangi ternyata memiliki kesayangan lain di belakang kita, pasti emosi akan memuncak (karena tidak terima) dan sakit hati. Bagaimana bisa terima jika seseorang yang setiap hari kita banggakan, ternyata malah sibuk dengan orang lain yang bahkan dicintainya. Naudzubillah…


Ajarkan aku
Cara tuk melupakanmu
Bila membencimu tak pernah cukup
Tuk hilangkan kamu

Pada bagian reff lagu Arvian Dwi - Ajarkan Aku ini menceritakan tentang seseorang yang ingin move on, walau sebenarnya sangat berat karena belum bisa mengikhlaskan kekasihnya (yang nakal) tersebut. Ia meminta tolong kepada siapapun untuk bisa “melupakan”, karena dengan metode “membenci” tak cukup kuat untuk bisa move on dari sang mantan.

Ajarkan aku
Sebelum merusak kedalam-dalamnya
Sebelum aku trauma
Mencintai sosok yang baru lagi

Ia takut, jika langsung mencari penggantinya malah hanya menciptakan luka baru (dampak dari luka lama yang belum sembuh). Ia takut jika menjadikan yang baru hanya jadi tempat pelampiasannya saja. Ingin rasanya bisa "melumpuhkan ingatanku tentangnya" (mantan), karena merasa punya hak untuk berbahagia. Walau kenyataannya sulit karena mungkin sudah terlanjur terlalu cinta.

Namun, menyakiti seseorang yang tak berdosa dan tak ada hubungannya memanglah sebuah tindakan yang keji. Wajar saja (sebagai orang baik) jika mengkhawatirkan hal semacam ini, karena tak ingin menciptakan penderitaan baru, karena ia tau rasanya sangatlah mengerikan.

Tak tahu bagaimanakah caranya
Agar diriku bisa lupakanmu

Dikarenakan mencintai terlalu dalam, yang tersisa setelah dihianati adalah perasaan bingung untuk menemukan cara terbaik menghapus dirinya di dalam ingatan. Ingin rasanya terbebas dari masa lalu bersamanya (karena sakit hati), namun apa daya, nyatanya masih belum bisa rela karena terlalu mencinta.


"Jangan pernah mencintai seseorang yang belum selesai dengan masalalunya," ucap Dea kusuma12 di kolom komentar vidio AJARKAN AKU - ARVIAN DWI (OFFICIAL LYRIC VIDEO).

Sungguh, kutipan di atas sangat berarti bagi mimin. Merasa bahwa kutipan tersebut merupakan salah satu amanat yang bisa kita ambil dari lagu Arvian Dwi - Ajarkan Aku agar tidak membuat orang lain (yang tak berdosa) tersakiti akibat ulah kita sendiri yang tak disadari. Semoga kita selalu dijauhkan dari rasa disakiti dan tindakan menyakiti, Aamiin...

Demikian kajian makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Arvian Dwi - Ajarkan Aku dari anaksenja.com. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya? Kamu juga bisa menceritakan kisahmu di sana. Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk orang lain. Terimakasih, sampai jumpa di kajian karya sastra selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar