Makna Sebenarnya di Balik Lagu Dara - Vidi Aldiano


Lagu ini merupakan lagu persembahan Vidi Aldiano teruntuk istri tercintanya, yang bernama Sheila Dara. Dalam KBBI, arti dari kata dara adalah anak perempuan yang belum kawin; gadis; perawan. Walaupun sebenarnya arti dari kata dara di sini adalah nama dari istrinya Vidi, hehehe...

Lagu Vidi Aldiano - Dara ini rilis pada tanggal 4 Februari 2020 di kanal Youtube Vidi Aldiano. Lagu dari penyanyi yang pernah booming dengan lagu Nuansa Bening ini mendapat cukup banyak antusias dari penikmat musik, terbukti baru beberapa hari di upload saja sudah mendapatkan ratusan ribu viewers.

Sebelum kita mulai pembahasannya, alangkah baiknya kita simak dulu lirik lagu lengkapnya. Setelah menyimak lirik lagu Dara. kita akan langsung mulai pembahasan lengkapnya!

Lirik Lagu Vidi Aldiano - Dara


Ku sempat tak percaya
Semesta datangkan cinta
Untuk diriku yang bertarung dalam ragu

Perlahan ku cari
Hati tak ingin sendiri
Berjalan, berlari, jatuh, dan terus mencari
 
Dan aku, berhenti dan menghampiri
Senyum mu yang merubah hidupku

Dara, izinkan ku untuk jadi
Ksatria mu yang menjaga siang dan malammu
Izinkan ku slalu hadir di hidup mu
Menulis cerita sampai kita tua

Menua berdua, bersama mu, Dara

Bagaimana? Liriknya cukup so sweet kan? Mungkin kamu sudah tidak sabar mengenai sebenarnya lagu Vidi Aldiano - Dara ini menceritakan tentang apa. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Dara dari Vidi Aldiano


Ku sempat tak percaya
Semesta datangkan cinta
Untuk diriku yang bertarung dalam ragu

Sebelum menikah, pasti setiap orang mengalami banyak konflik di dalam pikirannya. Bagaimana tidak, demi menjalankan ibadah terpanjang di dalam hidup pasti yang diinginkan adalah seseorang yang benar-benar terbaik.

Namun yang namanya jodoh, tak ada yang tau. Ada jodoh yang ketemu setelah perjalanan panjang, ada juga yang tiba-tiba datang dengan sendirinya tanpa dicari. Pada bagian awal lagu Vidi Aldiano - Dara ini menceritakan tentang perasaan syukur karena telah dipertemukan dengannya (seseorang yang dicintai) ketika berada di masa-masa sulit (ragu untuk memilih mana yang terbaik).

Perlahan ku cari
Hati tak ingin sendiri
Berjalan, berlari, jatuh, dan terus mencari
 
Pada umumnya, kita percaya bahwa jodoh itu harus di cari. Maka dari itu, pada bagian ini menceritakan tentang seseorang (Vidi) yang sebelum menemukan seseorang yang dirasa tepat selalu mencari dan terus mencari, hingga merasa menemukan seseorang yang benar-benar tepat.

Tak cukup sampai di situ saja. Setelah bertemu dengannya (seseorang yang dicintai), lantas mencari jawaban tenang "apakah benar bahwa dia seseorang yang dikirimkan Tuhan untukku?" Untuk mendapat jawaban atau kemantapan hati memang tak hanya dengan cuma-cuma, melainkan harus dicari dan dipelajari (dicermati) sungguh-sungguh.

Dan aku, berhenti dan menghampiri
Senyum mu yang merubah hidupku

Dan, pada akhirnya pun terpikat senyummu, seseorang yang dirasa tepat.


Dara, izinkan ku untuk jadi
Ksatria mu yang menjaga siang dan malammu
Izinkan ku slalu hadir di hidup mu
Menulis cerita sampai kita tua

Pada bagian reff lagu Vidi Aldiano - Dara ini menceritakan tentang seseorang (Vidi) yang sedang mengutarakan tentang isi hatinya. Kita ambil makna kata dara di awal tadi, yang berarti perempuan yang belum menikah. Jadi, ibarat sedang melamar perempuan yang sangat cintai untuk mempersuntingnya (menikahinya).

Menua berdua, bersama mu, Dara

Harapan tertinggi dari sebuah hubungan percintaan memanglah pernikahan. Tak hanya itu saja, namun sebuah pernikahan yang benar-benar berkualitas, yang bisa dijalani dengan bahagia bersama-sama hingga akhir usia nanti.

Untuk yang belum bertemu dengan jodohnya, semoga kita segera di pertemukan dengan seseorang yang tepat (mimin sendiri juga belum bertemu, hihihi).

Demikian kajian makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Vidi Aldiano - Dara dari anaksenja.com. Apabila kamu memiliki tafsir maupun interpretasi yang berbeda, jangan sungkan untuk mengatakannya di kolom komentar ya? Mungkin saja pendapatmu jauh lebih benar dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Terimakasih, sampai jumpa di kajian karya sastra selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar