Makna Sebenarnya di Balik Lagu Terpikat Senyummu - Idgitaf


Arti Lagu Idgitaf Terpikat Senyummu - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang merasa kecewa akibat diberi harapan palsu oleh seseorang yang dikagumi. Ia mengira bahwa dia (seseorang yang dikagumi) suka kepadanya, namun ternyata dia memang selalu seperti itu kepada siapa saja. Mungkin memang bukan salahnya (seseorang yang dikagumi), melainkan salah diri sendiri yang terlalu percaya diri dan berharap mendapatkannya sepenuhnya.

Lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu  ini rilis pada tanggal 12 Februari 2021, dan sudah mendapatkan jutaan pendengar dan penonton di berbagai platfrom online. Mimin sendiri mengakui bahwa lagu ini sangat enak didengar, karena mimin mengulang-ulanginya beberapa kali juga tak bosan. Musik dan suara Idgitaf atau yang memiliki nama asli Brigitta Sriulina Beru Meliala ini sangatlah balance dengan musik yang ditampilkan, membuat telinga terasa nyaman dan kepala terkadang ikut mengangguk-angguk sendiri mengikuti irama.

Selain dari keindahan audio yang disodorkan, mungkin kamu penasaran dengan lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tenang saja, anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna yang tersirat di dalam lirik lagunya. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Terpikat Senyummu dari Idgitaf


Tak perlu rasa simpati
Kau yang memilih pergi
Tinggalkanku sendiri

Pernahkah kamu mengagumi seseorang? Merasa suka dengan seseorang karena tampangnya sangat menawan? Pasti pernah dong. Dan ketika seseorang yang dikagumi itu tidak menanggapi, pasti akan muncul perasaan kecewa di dalam hati. “Kenapa dia tidak menganggapku ada? Padahal aku mencintainya?” Dan terkadang hal tersebut menciptakan kesan, “kenapa kau malah lebih memilih yang lain? Kau meninggalkanku sendiri di sini dengan rasa ini.” 

Menyesal pun belum pasti
Yang kurindu memori
Bukan dirimu lagi

Kemudian merenungi, “apakah aku menyesal karena dia pergi?”. Jawabannya adalah “tidak, karena dianya aja gak peka, kenapa harus menyesalinya?” Yang patut disesali adalah ingatan, karena hal tersebut jika sudah terlukis indah di memori (ingatan) bakal susah untuk dihilangkan.

Tak perlu engkau kembali
Sudah sampai di sini
Bahagiaku menanti

Mungin dia (seseorang yang dikagumi) khawatir, ketika melihat aku (tokoh utama di dalam lagu ini) menjadi pemurung, pendiam, dan perlahan menjauhinya. Lantas ia menjadi semakin dekat dan seakan-akan peduli, “kamu kenapa? Apa ada masalalah?” Dikarenakan sudah merasa terlalu kecewa, pasti akan menolak kehadirannya lagi karena menganggap tak ada lagi yang perlu diperjuangkan. “Cukup sampai di sini saja, jangan diulangi rasa sakit yang sama. Aku ingin bahagia.”

Kan kupendam sendiri
Kuredam teriakanku sendiri
Bersumpah tak ingin lagi

“Biar saja kupendam rasa sakit ini sendiri, dengan segala teriakan penolakanku terhadap kehadiranmu lagi.” Mungkin seperti itulah jika digambarkan dengan ucapan. Jadi, pada bagian sebelum reff lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu ini meggambarkan sebuah tekat yang sudah bulat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, yakni ketika terlena kepada seseorang yang bukan miliknya, karena itu sangat menyesakkan dada.


Tak mau lagi aku terpikat senyummu yang memabukkanku
Memberi harapan yang entah terlalu jauh
Tak ingin ingat lagi kau yang berhasil curi
Hatiku yang dingin tapi kau hempaskan, tak sempat kau hangati
Harusnya kutahu memang kau bukan milikku

Bagian reff lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu ini menceritakan tentang sebuah rasa kecewa akibat diabaikan oleh seseorang yang diidam-idamkan, sehingga memunculkan benteng pertahanan untuk menolak kehadirannya lagi di dalam hati. Walaupun senyumannya manis, bisa membuat diri menjadi tegila-gila, tapi karena rasa kecewa pernah dirasakan sebelumnya menjadikan diri untuk lebih memilih jauh-jauh (pergi jauh) agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Semua ingatan tentangnya, seperti senyuman manisnya (wajah cakepnya) atau saat-saat hati berhasil dicuri olehnya, ingin segera dimusnahkan karena hanya akan menjadi beban dan ketidakbebasan tat kala menjalani hidup. Sebuah tekad yang ditanamkan dalam hati adalah “aku tau, dia bukan milikku. Harusnya aku tak berharap lebih jika tidak ingin merasa kecewa.”

Sebagai pelengkap, berikut ini mimin tampilkan lirik lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu secara lengkap.

Lirik Lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu


Tak perlu rasa simpati
Kau yang memilih pergi
Tinggalkanku sendiri

Menyesal pun belum pasti
Yang kurindu memori
Bukan dirimu lagi

'Kan kupendam sendiri
Kuredam teriakanku sendiri
Bersumpah tak ingin lagi

Tak mau lagi aku terpikat senyummu yang memabukkanku
Memberi harapan yang entah terlalu jauh
Tak ingin ingat lagi kau yang berhasil curi
Hatiku yang dingin tapi kau hempaskan, tak sempat kau hangati
Harusnya kutahu memang kau bukan milikku

Tak perlu engkau kembali
Sudah sampai di sini
Bahagiaku menanti

Kan kupendam sendiri
Kuredam teriakanku sendiri
Bersumpah tak ingin lagi

Tak mau lagi aku terpikat senyummu yang memabukkanku
Memberi harapan yang entah terlalu jauh
Tak ingin ingat lagi kau yang berhasil curi
Hatiku yang dingin tapi kau hempaskan, tak sempat kau hangati
Harusnya kutahu memang kau bukan milikku

Tak mau lagi aku terpikat senyummu yang memabukkanku
Memberi harapan yang entah terlalu jauh
Tak ingin ingat lagi kau yang berhasil curi
Hatiku yang dingin tapi kau hempaskan, tak sempat kau hangati
Harusnya kutahu memang kau bukan milikku

Tak perlu rasa simpati
Kau yang memilih pergi
Tinggalkanku sendiri

Demikian kajian arti dan makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda, jangan ragu untuk mengungkapkannya di kolom komentar ya?  Mungkin saja interpretasimu mengenai lagu Idgitaf - Terpikat Senyummu jauh lebih benar dan dapat bermanfaat untuk yang lainnya? Terimakasih atas antusiasnya, sampai jumpa di kajian karya sastra selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar