Makna Sebenarnya di Balik Lagu Belenggu - Amigdala


Arti Lagu Amigdala Belenggu - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terperangkap (terbelenggu) di dalam masa lalunya karena pernah disakiti atau dikecewakan oleh seseorang yang tercinta. Rasa kekecewaan itu menimbulkan rasa sakit hati, dan mampu membuat seseorang menjadi kesetanan seperti sedang kesurupan binatang jalang.

Arti belenggu adalah ikatan, atau alat untuk mengikat kaki dan tangan (borgol). Penjelasan ini mimin ambil dari KBBI. Lagu Amigdala - Belenggu ini rilis pada tanggal 21 Maret 2021 di kanal Yotube Amigdala, yang hingga saat ini sudah mendapatkan 300-an ribu pendengar. Lagu ini kembali booming karena menjadi salah satu soundtrack di film Kukira Kau Rumah.

Kamu penasaran dan segera ingin tahu tentang lagu Belenggu ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tak perlu risau, karena pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagunya.

Namun sebelum kita mulai pembahasan lengkapnya, alangkah baiknya kita simak lirik lagu Amigdala - Belenggu terlebih dahulu.


Lirik Lagu Amigdala - Belenggu

Ada dawai-dawai yang tak bisa dipetik
Dan dibiarkan bergeming dalam hati manusia
Ada binatang jalang yang tak bisa dilawan
Dan dibiarkan menari liar dalam tubuh manusia, ah

Ada dawai-dawai yang tak bisa dipetik
Dan dibiarkan bergeming dalam hati manusia
Ada binatang jalang yang tak bisa dilawan
Dan dibiarkan menari liar dalam tubuh manusia, ah

Oh-oh-oh... oh-oh...
Oh-oh-oh... oh-oh...

Di sesak dada
Di kering duka
Di sisa rindu

Di sesak dada
Di kering duka
Di sisa rindu
Atau di ambang pilu


Analisis Lirik Lagu Belenggu dari Amigdala

Ada dawai-dawai yang tak bisa dipetik
Dan dibiarkan bergeming dalam hati manusia

Dawai-dawai adalah tumbuhan memanjat yang berduri, namun memiliki buah kecil berwarna jingga yang daging buahnya berasa manis. Dawai-dawai tersebut dibiarkan diam (bergeming), karena akan menyakitkan pabila dipetik (karena terdapat diri).

Seperti hati manusia, yang jika di dalamnya sudah terdapat duri (sehingga menciptakan luka) pasti akan tersiksa sebelum duri (penyebab dari rasa sakit) itu dihilangkan. Namun kasus "sakit hati" tak hanya satu rupa (jenis), namun berupa-rupa, dan salah satunya memang sangat sulit sembuh, atau bahkan memang tidak mau sembuh.

Salah satu faktor manusia belum atau memang tidak mau sembuh dari keterputukan (sakit hati) adalah "kenangan" yang dirasa terlalu manis untuk dilupakan. Kenangan tersebut terus hinggap di dalam pikiran dan tak mau diikhlaskan, sehingga tumbuh parasit di dalam hati (sehingga menciptakan penderitaan). 

Sebenarnya dawai-dawai itu bisa hilang, melalui kesadaran (dari diri sendiri) dan keseriusan untuk bangkit dari semua itu. Namun ya kembali lagi, kalau diri sendiri pun tak mau bergerak (untuk merubahnya) ya jangka waktu (durasi) untuk sembuh akan lama atau bahkan tidak akan sembuh.


Ada binatang jalang yang tak bisa dilawan
Dan dibiarkan menari liar dalam tubuh manusia, ah

Binatang jalang ialah binatang yang hidup bebas tanpa aturan (tidak mengerti kode etik) karena tidak dipelihara (nakal). Dan apabila sifat dari kebinatangan yang jalang itu sudah merasuk dan bahkan mendarah daging ke dalam diri manusia, pasti outputnya akan menjadi hal buruk dan dapat merugikan orang-orang disekitarnya. 

Seperti binatang jalang, katakanlah anjing liar, yang bisa saja mengigit siapapun dengan resiko rabies. Selain menakutkan, anjing tersebut juga membawa penyakit yang bisa membuat siapapun yang terinfeksi gigitan liarnya bisa terluka, terbaring sakit, bahkan meninggal.

Sifat binatang jalang di dalam diri manusia bisa disebut dengan nafsu. Apabila ada manusia yang tak bisa mengendalikan hawa nafsunya, pasti yang diciptakannya hanyalah kengawuran yang hanya merugikan dirinya sendiri dan bahkan dapat merugikan orang lain. 

Oh-oh-oh... oh-oh...
Oh-oh-oh... oh-oh...

Ini adalah bagian yang paling mimin suka, karena tidak ada kontroversi di dalam bagian ini. Hihihi... Yuk lanjut ke bagian selanjutnya! 


Di sesak dada
Di kering duka
Di sisa rindu
Atau di ambang pilu

Pada bagian terakhir lagu Amigdala - Belenggu yang dinyanyikan hingga dua kali ini mengisahkan tentang suasana yang terjadi jika berada di posisi tersebut (seperti yang dipaparkan di bagian awal).

Disesak dada berarti sakit hati. Dada seseorang pasti akan terasa sesak ketika sedang sakit hati, karena letak hati memang berada di sekitar dada. Sakit hati tersebut menciptakan perasaan duka (sedih yang mendalam). Kemudian di sisa-sisa kerinduan kepada seseorang yang membuatnya terluka menciptakan kepiluan yang sebenarnya sudah mencapai di ambang batas maksimal.

Seseorang yang sedang berada di dalam keadaan seperti ini bisa saja menjadi stres. Kestresan ini menyebabkan otak manusia tidak bisa berpikir jernih, sehingga bisa saja nafsu (sifat kebinatangan) yang mengambil alih tubuhnya sehingga bisa melakukan hal-hal yang diluar nalar.


Sebenarnya tak harus selalu disebabkan karena pernah dikecewakan oleh seseorang sih. Bisa saja dikarenakan faktor-faktor lain, seperti iri karena merasa orang lain terlihat selalu lebih baik, sehingga menjadi tak percaya diri dan frustasi sendiri. Atau mungkin kamu tau faktor yang lainnya? Tulis pendapatmu di kolom komentar yak!

Semoga kita semua selalu dijauhkan dari hal-hal seperti ini, dan selalu diberikan perlindungan dariNya agar diberikan lingkungan yang benar-benar baik. Aamiin...

Mungkin kamu tak setuju dengan apa yang anaksenja.com utarakan, karena mimin percaya pendapat serta pengetahuan setiap orang itu berbeda-beda. Maka dari itu, mimin persilakan kamu untuk megungkapkan pendapatmu di kolom komentar. Mungkin saja interpretasimu mengenai lagu Belenggu ini jauh lebih baik dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Mari kita bahas bersama-sama hingga menemukan makna sebenar-benarnya yang tersembunyi di balik lirik lagu Belenggu dari Amigdala!

0 Comments

Posting Komentar