Makna Sebenarnya di Balik Lagu Diatas Normal - Noah (Peterpan)


Arti Lagu Noah Diatas Normal - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang kehilangan akal sehatnya karena cinta. Ia menjadi bingung dan linglung karena ditinggalkan oleh seseorang yang dicintai. Padahal sebenarnya ia sadar bahwa sebenarnya hal tersebut tidaklah baik, yakni ketika mengharapkan dia yang sudah pergi untuk kembali lagi. Dikarenakan sudah terlanjur cinta, kejadian seperti itu sepert mengalir dengan sendirinya tanpa direncanakan.

Pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagu Diatas Normal dari band Noah, yang dulu memiliki nama Peterpan. Lagu ini cukup booming di tahun 2000-an, dan diremake ulang diawal tahun 2022 dengan hasil yang cukup memuaskan, yakni juga mendapatkan banyak pendengar di beberapa platform digital. Mungkin kamu salah satu orang yang menikmati lagu ini di dua periode yang berbeda? Jika iya, mungkin kita seumuran. Hihihi...

Setelah mendengarkan lagunya berulang-ulang kali, mungkin pernah terbesit dipikiranmu tentang sebenarnya lagu Noah - Diatas Normal ini menceritakan tentang apa? Tak perlu risau, karena di sini mimin akan menemanimu mengkaji arti dari lagu Noah yang berjudul Di Atas Normal ini. Tanpa perlu panjang lebar lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Diatas Normal dari Peterpan


Pikiranku tak dapat kumengerti
Kaki di kepala, kepala di kaki
Pikiranku patutnya menyadari
Siapa yang harus dan tak harus kucari

Cinta memang terkadang membuat sesorang menjadi gila (tidak waras), dapat bertindak yang tak masuk akal. Seperti karena saking cintanya, walau sudah disakiti atau dikecewakan berulang-ulang kali tidak akan kapok untuk tetap mencintai. Padahal jika dilogika, masih banyak manusia di luar sana yang mungkin lebih baik darinya (seseorrang yang menyakiti). Tapi ya bagaimana lagi, kalau sudah terlanjur cinta pasti akan sulit untuk berpaling.

Pada bagian awal lagu Diatas Normal ini menjelaskan bahwa “pikiran” seharusnya mampu membedakan mana yang baik dan buruk, sehingga bisa memberikan keadaan yang lebih baik. Seperti ibarat “kaki di kepala, kepala di kaki”, yang menggambarkan sebuah kondisi tak masuk akal karena tidak bisa mengatur pikirannya sendiri, karena sudah terbuai dan terdekte karena cinta.

Tetapi tak dapat kumengerti

Ya, tidak mengerti tentang apa yang terjadi karena semuanya seperti berjalan sendiri, tak sesuai seperti apa yang telah direncanakan.

Sesuatu yang baru kusadari
Kau tinggalkanku tanpa sebab yang pasti
Sesuatu yang harusnya terjadi
Kau sakiti aku
Kau yang harus kubenci

Padahal sudah mendapati kenyataan bahwa dia (kekasih) sudah pergi meninggalkan tanpa alasan, tapi tetap saja tak bisa membencinya. Mungkin karena sudah terlalu cinta, hingga tak bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah pergi. Mungkin karena semua kenangan masih melekat di pikiran dan masih menyisakan banyak rasa (cinta) di dalam hati, sehingga sangat sulit untuk dihapus maupun direlakan begitu saja.

Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti

Tak habis pikir, kenapa semua bisa terjadi. Padahal sangat menyiksa diri, tapi tak mampu untuk move on. Intinya, masih bingung mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.


Ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari hati yang kubenci
Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari hati yang kubenci

Pada bagian reff lagu Noah – Di Atas Normal ini menceritakan tentang seseorang yang kebingungan mencari jalan keluar dari masalah yang terjadi. Walau sebenarnya berbeda, namun kejadian ini hampir serpa dengan judul lagu Naif, “Benci untuk Mencinta”, merasa benci namun tetap cinta. Sebenarnya pikiran sudah memaksa untuk sadar bahwa dia (kekasih) telah pergi, namun hati masih tetap berharap dan mencintai. Kejadian seperti ini biasanya terjadi karena sudah terlalu cinta, sehingga menciptakan statement “tak bisa hidup tanpamu”.

Ku mencari tetap tak dapat kutemui
Ku mencari hati yang kubenci

Walau kenyataannya juga sama saja, yakni tetap tidak bisa menemukan dia (seseorang yang telah pergi) walau sudah mencari kemana-mana. Tapi, walaupun benci namun tetap menaruh hati dan terus mencari walau tak mendapat hasil yang pasti.

Cinta memang dapat memabukkan (menciptakan candu), sehingga dapat membuat seseorang menjadi kehilangan akal sadarnya. Cinta tak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Saat terlanjur cinta, bahkan sudah sampai ke tahap “cinta mati”, mau bagaimana saja prilaku dan keadaannya ya tetap bakalan cinta. Maka dari itu, mimin berpesan untuk berhati-hati dalam perihal cinta, karena selain dapat membahagiakan cinta juga dapat membunuh secara perlahan.

Demikian kajian makna lagu yang tersembunyi di balik lirik Noah - Diatas Normal dari anaksenja.com. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda,  jangan ragu untuk mengungkapkannya di kolom komentar ya? Karena bisa saja pendapatmu jauh lebih benar dan dapat bermanfaat untuk teman-teman yang lain. Mari kita berdiskusi bersama hingga benar-benar menemukan makna yang sebenarnya di balik lirik lagu Noah - Diatas Normal!

0 Comments

Posting Komentar