Makna Sebenarnya di Balik Lagu Benci untuk Mencinta - Naif


Arti Lagu Naif Benci Untuk Mencinta - Lagu ini menceritakan tentang perasaan seseorang yang serba salah dalam perihal mencintai. Mencintai salah, membenci juga salah. Ia dihimpit dengan segala kemungkinan beserta resikonya masing-masing. Hal ini sering disebut dengan istilah dilema, bingung menentukan pilihan di antara dua pilihan, mencintai atau membenci.

Lagu Benci untuk Mencinta ini sebenarnya liriknya cukup simpel, hanya menggunakan beberapa kata saja yang dibolak balik. Namun, di situlah keistimewaannya lagu ini, dengan kata atau kalimat yang sederhada terdapat makna yang unik dan dalam. Mau tau maknanya seperti apa? Mungkin pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan membahas makna dengan cara yang berbeda dari yang biasanya.

Kali ini mimin akan mencoba menjabarkan isi lagu ini melalui sebuah kisah perumpamaan. Mungkin bisa disebut dengan cerpen? Atau apalah itu. Semoga cerita perumpamaan kali ini bisa membantu kita dalam mencari makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Naif yang berjudul Benci untuk Mencinta ini.

Sebelum itu, mari kita simak lirik lagu Benci untuk Mencinta terlebih dahulu supaya memudahkan kita untuk menganalisisnya.

Lirik Lagu Naif - Benci untuk Mencinta

Oh, betapa ku saat ini
Ku benci untuk mencinta
Mencintaimu

Oh, betapa ku saat ini
Ku cinta untuk membenci
Membencimu

Aku tak tahu apa yang terjadi
Antara aku dan kau
Yang kutahu pasti
Ku benci untuk mencintaimu

Sebelum kita mulai penggambarannya, alangkah baiknya kita ketahui dulu arti dari dua kata kunci yang sangat berperan penting di lagu ini, yakni kata “cinta” dan “benci”. Dalam KBBI, cinta berarti sangat suka, sedangkan benci berarti sangat tidak suka. Walaupun dua sifat ini sangat berantonim, namun di dalam lagu ini dapat menjelma menjadi satu kesatuan, yakni cinta tapi benci dan benci tapi cinta. Aneh bukan?

Walaupun aneh, namun fenomena ini dapat terjadi di dunia nyata. Kita ambil contoh yang simpel saja. Misal ada seorang pria sudah beristri, kemudian ia bekerja di salah satu perusahaan dan memiliki teman perempuan. Saat dirumah, katakanlah istrinnya super menyebalkan. Selalu mempermasalahkan hal kecil, meributkan hal yang tidak penting, menuduh yang enggak-enggak, pokoknya cinta keributan deh. Kemudian ia bertemu dengan teman cewek sekantornya tersebut, yang mau mendengarkan curhatannya, menanggapinya kisah sedihnya dengan penuh perasaan, apalagi ditambah berparas cantik dan tajir. Wewh...

Saat mengalami hal seperti itu, kemungkinan besar si pria akan menaruh hati ke teman ceweknya tersebut. Hal ini terjadi karena si teman sekantor mampu memberikan kenyamanan yang tidak ia dapatkan di rumah tangganya (dari istrinya). Singkat cerita, jatuh cintalah si pria stres ini.

Pada suatu malam, si pria merenung di atas ranjang, di sebelah istrinya yang sudah terlelap. Ia berpikir, “Bagaimana bisa aku jatuh cinta kepada orang lain, sedangkan setiap malam aku selalu melihat istriku kecapekan karena mengurus rumah dan anak-anak. Aku membencinya, tapi aku mencintainya. Tuhan, perasaan macam apakah ini?!”

Pada siang harinya, si pria melakukan rutinitas seperti biasa, makan siang di kantin kantor bersama teman cewek yang dicintainya. Ia kembali melihat senyum manis yang tulus di wajah temannya tersebut. Dari yang semula ingin berusaha setia, tapi ia luluh karena terbuai dengan keindahan baru yang terpampang di hadapannya.

Suatu ketika, ia sudah sangat frustasi dengan tekanan yang diberikan istri di rumah dengan keributan setiap hari yang semakin menjadi-jadi. Ia pun berniat untuk mengutarakan perasaannya kepada teman ceweknya, bahwa ia ingin hidup bersamanya dan pergi meninggalkan istrinya. Namun tak lama setelah itu ia kembali terbentur kenyataan, bahwa yang ditinggalkan bukan hanya istrinya, namun anak-anak dan segala kenangan yang pernah dibentuk bersama.

Si pria pun kembali frustasi. Ia mencintai teman sekantornya, tapi membenci karena semua keadaan yang ada. Ia tak menemukan solusi untuk jalan cintanya. Semakin hari semakin stress, semakin hari semakin cinta, dan semakin hari semakin benci. Ia bingung ingin mengambil pilihan yang mana. 

Dari cerita tersebut kita bisa mengambil kesiumpulan bahwa lagu ini memang menceritakan tentang sebuah keadaan yang serba salah. Berada di sebuah situasi yang sama-sama membingungkan, antara mau lanjut tapi dengan konskwensi terus tersakiti atau akan berhenti namun merelakan semua kenangan yang pernah dilalui bersama-sama. Mimin sendiri kalau ada di posisi ini pasti bingung juga sih. Namun tetap cenderung untuk memilih keputusan "memperbaiki hubungan". Ya kali masa tega sih ninggalin anak bini? Walau kenyataannya mimin sendiri belum menikah sih. :(

Namun, bisa juga lagu ini menceritakan tentang kisah yang berbeda. Konteks dari lagu ini sebenarnya sangat luas, salah satu contohnya lagi adalah ketika ada seseorang yang mencintai kekasih teman, mencintai saudara kandung, mencintai ibu tiri, atau siapapun deh. Intinya, mencintai ke seseorang yang tidak tepat pada waktu dan tempatnya.

Demikianlah kajian makna yang tersirat di balik lirik lagu Benci untuk Mencinta dari Naif. Mungkin kamu memiliki tafsir dan cerita yang berbeda? Yuk langsung tulis saja di kolom komentar. Gak usah ragu, karena mungkin penjelasan maupun kisahmu bisa membantu orang lain dalam menghadapi masalah di hidupnya. Mari kita musyawarahkan bersama-sama sampai kita menemukan makna sebenarnya yang tersembunyi di dalam lirik lagu Naif - Benci untuk Mencinta. :)

0 Comments

Posting Komentar