Makna Sebenarnya di Balik Lagu Jalan Tengah dari Naura Ayu


Arti Lagu Naura Ayu Jalan Tengah - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang terpuruk akibat kekasihnya sudah tak selaras (sejalan) lagi. Ia (kekasinya) sudah berjalan sesuai pemikirannya sendiri, tak sama seperti dulu yang apa-apanya selalu dipikirkan bersama-sama sehingga menemukan jalan keluar ketika mendapati masalah. Apabila sudah berjalan sendiri-sendiri, yang dibutuhkan agar bisa berjalan bersama-sama lagi hanyalah “Jalan Tengah”, jalan yang berada di antara dua jalan yang berbeda.

Pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagu Jalan Tengah milik Naura Ayu. Mungkin saat kamu mendengarkan lagunya bertanya-tanya, tentang lagu Naura Ayu - Jalan Tengah ini menceritakan tentang apa? Tak perlu risau, mari kita ungkap semuanya secara lengkap mulai dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Jalan Tengah dari Naura Ayu
 
Ku di kiri, kau di kanan
Tak searah jalan pulang

Hampir mirip dengan bagian dari lirik Ndarboy Genk - Mendung Tanpo Udan, yang berbunyi "aku kiri koe kanan, wis bedo dalan", yang sama-sama mengartikan bahwa sudah tak sejalan lagi. Hubungan yang satu sama lain saling keras kepala, tak ada yang mau mengalah, mau menang sendiri, sering kali diibaratkan dengan kalimat "sudah tak sejalan lagi".

Mungkin di awal hubungan pernah sepakat dengan satu tujuan, entah itu saling menjaga, percaya, maupun mengerti, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan bisa saja merubah konsep berpikir dari yang awalnya A menjadi B, C, maupun Z. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi pola pikir, intinya adalah jika semua pihak saling mengedepankan ego, maka pasti akan terjadi keributan dan mempengaruhi arah ataupun tujuan dari hubungan tersebut. 

Sudah lama kita tak saling sapa
Ku berharap kau tetap ada
Pertahankan cerita kita

Gara-gara berbeda pendapat, terkadang mampu menciptakan jarak karena malas untuk berdebat atau mempeributkan masalah yang sebenarnya hanya itu-itu saja. Namun, dikarenakan masih mencintai ya harapannya semoga dia (pasangannya) tidak lalu pergi dan meninggalkannya sendiri. Berharap dia tetap bertahan walaupun tak nyaman, karena mungkin suatu saat nanti ada waktu di mana dia akan sadar dan mau untuk memperbaiki hubungan kembali. 

Jika aku tak lagi sama denganmu
Tak lagi saling merindu
Kuatkanlah jalan tengah yang t'lah kita ramu

Pada bagian reff lagu Naura Ayu - Jalan Tengah ini menceritakan tentang seseorang yang sedang meminta tolong untuk menguatkan jalan tengah apabila suatu saat nanti ada salah satu yang berubah (tak sama seperti dulu lagi). Jalan tengah bisa kita artikan sebagai titik tengah (netral), atau titik kunci sebagai penengah segala masalah. Semisal dengan mengingatkan "dulu kita pernah berjanji, jika kamu marah aku harus nenangin kamu, jika aku salah kamu akan mengingatkan, jika kamu salah aku akan mengingatkan. Pokoknya kita selalu saling untuk tujuan akhir kita, yakni untuk bahagia bersama-sama."

Renungkanlah bila aku tanpa kamu
Bagai langit tanpa biru
Tak bisa kubayangkan
Tak lagi kau tempatkan aku di sudut hatimu

Kemudian menyadarkannya bahwa “aku tak bisa hidup tanpamu”. Mungkin karena terbiasa bersandar padanya (kekasih), sehingga keberatan jika harus berpisah dan menjalani hari-hari tanpanya lagi. Hal ini diibaratkan dengan “langit tanpa biru”, yang bisa kita artikan dengan “mendung” karena langit tidak biru (cerah). Langit mendung sering diibaratkan dengan sebuah perwakilan perasaan sedih, karena menandakan hendak hujan seperti serseorang yang hendak menangis.

Membayangkan jika dia (kekasih) pergi pasti terasa mengerikan, apalagi jika benar-benar pergi, pasti rasanya tak karuan. Saat kita tak lagi ada di dalam hatinya (kekasih), yang ada pasti hanyalah kesakitan dan penderitaan karena dia sudah tak menginginkan kita lagi. Tak lagi ingin memperjuangkan cinta bersama-sama karena kita sudah tak ada di dalam hatinya.

Bernyanyilah seperti dulu
Lagu indah yang kita ramu
Jalan tengah 'kan menuntunmu
Pulang ke hatiku
Ku berharap kau tetap ada

Pada akhirnya, jalan tengah memang satu-satunya obat terbaik untuk bisa meredam amarah, masalah, maupun penderitaan. Jika tidak ada kesadaran ataupun titik tenang, pasti yang ada hanyalah ribut dan ribut secara terus-terusan. Hal ini dapat mengancam sebuah hubungan yang sudah dibangun sejak lama, akan memunculkan perasaan was-was karena bisa saja pengusaian hubungan terjadi kapan saja.

Jika masih cinta, pasti yang diharapkan untuk dia (kekasih) yang dirasa sudah tak sejalan lagi adalah kembali kejalan yang benar, dan berjalan bersama-sama lagi dengan bahagia seperti dulu kala (pulang ke hatiku). Walau sepertinya sulit jika dirasa hubungan sudah berada di ujung tanduk, asalkan dia masih ada (bertahan) pasti masih ada kemungkinan untuknya kembali ke jalan yang sama seperti dulu lagi. Dan, pastinya membutuhkan usaha yang super keras agar dia mampu sadar dan mau untuk kembali memasukkan kita ke dalam hatinya lagi.

Jika sudah menikah, mungkin seorang anak bisa menjadi sebuah pilihan jalan tengah agar hubungan tidak usai. Seperti dengan menyadarkannya bahwa “siapa yang bertanggung jawab dengan psikis dan masa depan anak kita jika ia besar dari keluarga yang hancur?”. Atau mungkin jika belum menikah ya seperti di awal tadi, yakni dengan mengingatkan dia tentang janji-janji lama, mimpi-mimpi yang pernah dirakit bersama, maupun menakut-nakuti perihal resiko berpisah, “belum tentu kamu bisa mendapatkan seseorang yang mau mengerti dan lebih baik dari aku. Mari perbaiki hubungan ini sebisa kita, aku akan berusaha berubah lebih baik lagu untuk hubungan ini.”

Yah, jika semua usaha sudah dilakukan dan hasilnya tetap sama aja (dia pergi), ya sudah. Mungkin memang belum jodohnya, dan percayalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada hambanya yang baik. Jadi, fokuslah ke perbuatan baik saja, karena mungkin dia (kekasih yang pergi) memang bukan yang terbaik untukmu. Dan, seberapa memaksanya kita kepada kekasih, jika memang bukan jodohnya ya tak akan bisa bersatu. Namun jika ingin berdoa “semoga Engkau jadikan dia sebagai jodohku” juga tak salah kan? Maka dari itu, tetap semangat buat kamu yang pernah atau sedang mengalami hal-hal seperti yang terjadi di lagu ini!

Demikian kajian makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Naura Ayu - Jalan Tengah dari anaksenja.com. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda, jangan ragu untuk mengungkapkannya di kolom komentar yak! Mungkin saja pendapatmu jauh lebih benar dan dapat bermanfaat untuk banyak orang? Terimakasih sudah berkenan mampir di blog sederhana ini, sampai jumpa di analisis lagu selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar