Makna Sebenarnya di Balik Lagu Mendung Tanpo Udan - Ndarboy Genk dan Terjemahannya


Arti Lagu Ndarboy Genk Mendung Tanpo Udan - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang bersedih karena teringat masalalu indahnya bersama mantan yang kini hanya menjadi kenangan saja karena sudah berpisah. Bagaikan istilah mendung tanpa hujan, yang tak lengkap seperti pada umumnya sebuah mendung dengan hujannya.

Yap, pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna dari lagu berbahasa Jawa yang berjudul Mendung Tanpo Udan dari Ndarboy Genk! Akhir-akhir ini lagu berbahasa Jawa memang lagi hits, entah di kalangan Youtube, Tiktok maupun di dunia pertelevisian. Lagu ini juga ada versi duetnya loh, yakni dengan penyanyi Jawa yang tak kalah terkenalnya, yakni Denny Caknan, yang terkenal dengan Kartonyono Medot Janjinya.

Mungkin kamu masih bingung dengan bahasanya karena bukan orang Jawa? Tenang aja, mimin sudah menyediakan terjemahan berbahasa indonesia kok. Hal ini mimin lakukan supaya kita semua bisa lebih mudah memahami makna dari lirik lagunya. Daripada berlama-lama, yuk langsung saja kita mulai pembahasannya!

Analisis Lirik Lagu Mendung Tanpo Udan dari Ndarboy Genk

Mendung tanpo udan
(Mendung tanpa hujan)
Ketemu lan kelangan
(Bertemu dan kehilangan)
Kabeh kui sing diarani perjalanan
(Semua itu yang disebut perjalanan)

Bait pertama ini terdapat rima yang menarik beserta sampiran yang unik. Mendung tanpa hujan bisa diartikan dengan suatu keadaan yang tidak jelas (tidak pasti), karena pada saat itu adalah waktu di mana cerah dan hujan berjarak dan selalu memiliki dua kemungkinan, jika tidak terjadi hujan ya akan kembali ke keadaan cerah. Dan dijelaskan kembali di larik selanjutnya, yang memaparkan bahwa yang namanya pertemuan pasti akan ada perpisahan. Semua itulah yang disebut dengan perjalanan, seperti perjalanan manusia, ada hidup pasti ada mati.

Awak dewe tau duwe bayangan
(Kita pernah mempunyai impian)
Besok yen wes wayah omah-omahan
(Kelak jika telah berumah tangga)
Aku moco koran sarungan
(Aku membaca koran pakai sarung)
Kowe belonjo dasteran
(Kamu belanja pakai daster)

Setiap hubungan (percintaan) pasti akan berpikir tentang masa depan, dan puncak dari suatu hubungan tersebut adalah sebuah pernikahan. Semua perencanaan dan bayangan pastinya akan terjadi tatkala menjalani hubungan, bercita-cita akan seperti apa dan bagaimana setelah menikah. Seperti halnya sebuah hal indah saat berada di lingkungan pedesaan, yakni saat si suami bersantai ria di teras memakai sarung, ngopi dan membaca koran, sembari melihat istrinya berdaster yang sedang berbelanja di tukang sayur keliling.

Nanging saiki wes dadi kenangan
(Namun kini tinggal kenangan)
Aku karo koe wes pisahan
(Aku dan kamu sudah berpisah)
Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan
(Aku ke kiri, kamu ke kanan, jalan kita berbeda)

Namun, semua impian atau bayangan itu hanya terasa sia-sia karena semuanya sudah berubah menjadi kenangan, setelah kata "putus" atau sebuah perpisahan terjadi. Saat semuanya sudah tidak sejalan lagi, hanya kenangan yang menjadi saksi tentang indahnya masa lalu yang sudah tak berarti lagi.

Mlaku bebarengan
(Jalan bersama)
Ben dino sayang-sayangan
(Tiap hari saling menyayangi)
Sedih lan kebahagiaan
(Kesedihan dan kebahagiaan)
Dilewati tahun-tahunan
(Telah dilewati bertahun-tahun)

Sebelum perpisahan terjadi, padahal dulu selalu main (berjalan-jalan) bersama. Mendatangi setiap lokasi indah, tempat hits, nongkrong bareng, dan kebiasaan-kebiasaan indah lain dengan kebersamaan selama bertahun-tahun. Setiap hari selalu menyayangi dengan menjaga diri dan hati, susah senang bersama-sama, ah, sayangnya semuanya sudah menjadi masa lalu.

Padu meneng-menengan
(Saling marah dan saling mendiamkan)
Bar kui kangen-kangenan
(Setelah itu memadu kerinduan)
Kadang bedo pilihan
(Terkadang berbeda pilihan)
Nganti pedot balikan
(Hingga kandas dan kembali bersama)

Kembali lagi mengingat bahwa dulu pernah ngambek bersama-sama, saling mendiamkan entah karena masalah apa, yang setelahnya akan saling merindu dengan penuh kasih. Mungkin dasar dari "ngambek" tersebut adalah karena berbeda pilihan, saling egois dengan pemikirannya masing-masing, sampai pernah putus (berpisah) dan akhirnya balikan (kembali) lagi. Yah, walau pada akhirnya jadi putus beneran karena merasa sudah tidak ada yang bisa dipertahankan lagi.

Siapapun itu, yang sudah menjalani sebuah hubungan dengan ikatan waktu yang lama pasti akan merasa sangat kehilangan, sangat merasa sedih karena kehilangan kebiasaan, dan mungkin saja sangat membutuhkan waktu yang lama untuk bisa merelakan semua kenangan indah yang pernah diukir bersama-sama. Pesan mimin sih, buat kamu yang sudah menjalani hubungan bertahun-tahun ya rawatlah terus hubungan itu, jangan sampai menyesal karena memilih mengusaikan hubungan akibat masalah kecil yang sebenarnya tidak penting. Belajarlah "menghargai" agar "dihargai", begitujuga belajarlah "menjaga kepercayaan" jika ingin kepercayaannya juga dijaga.

Demikianlah kajian makna dari lirik lagu Mendung Tanpo Udan milik Ndarboy Genk dan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Apabila ada salah di terjemahannya, mohon maaf dan mohon diingatkan ya? Supaya anaksenja.com dapat memperbaikinya dan menyempurnakan analisisnya. Jika kamu memiliki tafsir yang berbeda mengenai lagu Mendung Tanpa Hujan ini, jangan ragu untuk mengungkapkannya di kolom komentar yak! Mari kita temukan bersama-sama tentang makna sebenarnya yang tersembunyi di balik lirik lagu Ndarboy Genk - Mendung Tanpo Udan.

0 Comments

Posting Komentar