Makna Sebenarnya di Balik Lagu Tenang - Yura Yunita


Arti Lagu Yura Yunita Tenang - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang merenung dan berdoa di malam hari dan meluapkan segala keluh kesahnya dengan berharap diberikan ketenangan dan kedamaian agar bisa kuat saat menjalani segala cobaan di dalam hidupnya.

Pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna yang tersembunyi dari lirik lagu Tenag milik Yura Yunita. Seperti judul lagunya, lagu ini juga memiliki alunan yang menenangkan. Walau begitu, sebenarnya maknanya sangat mendalam dan religius. Penasaran? Langsung saja kita mulai kajian maknanya dari bait pertama yak!

Analisis Lirik Lagu Tenang dari Yura Yunita

Dialog dini hari
Kepada diriku sendiri
Tak bisa ku tertidur lagi
Melayang pikirku tak pasti

Malam memang tempat tebaik untuk merenung. Di mana sepi dan sendiri menjadi pelengkap kuat untuk fokus bermuhasabah diri. Puncak dari sebuah perenungan adalah saat berpikir untuk mengembalikan semuanya kepada Tuhan.

Pada waktu malam hari, beberapa manusia memilih untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya dengan caranya sendiri-sendiri, salah satunya adalah dengan sholat tahajud (untuk yang beragama islam). Pada ibadah sunah tersebut kita dapat mencurahkan semua keluhan, segala permohonan, maupun rasa bersyukur kepadaNya dengan sangat khusyuk. Bagaimana tidak, saat dunia seakan beristirahat sejenak dengan sepinya jalan raya dan berbagai kegiatan manusia akan menciptakan sebuah hening yang dapat dimanfaatkan untuk fokus bercengkrama bersamaNya.

Biasanya, saat mengalami masalah berat, seperti sedang galau karena dihadapkan denganberbagai pilihan, sedang dihimpit kebutuhan, sedang dilanda kegalauan akibat percintaan, dan hal-hal lain pasti akan menyebabkan otak berpikir secara forsir. Hal ini melahirkan situasi yang biasanya disebut dengan “stress” dan salah satu dampaknya adalah tidak bisa tidur nyenyak. Saat mata terjaga di malam hari, daripada hanya begadang tanpa arti lebih baik mengadu dan berserah diri kepada Tuhan bukan? Maka dari itu, beberapa orang memilih untuk langung mengambil air wudhu dan berdialog  kepadaNya dengan harap mendapatkan kedamaian hati dan pikiran. 

Dialog dini hari
Resah gelisah mengiringi
Berharap ada yang mengerti
Berharap kau ada di sini

Saat merasa bahwa diri sendiri sudah mencapai di ujung batas kemampuan, pilihan terbaik hanyalah mengembalikan semuanya kepadaNya. Berpasrah diri, memohon ampunan, memohon petunjuk dan memohon kedamaian. Setiap orang pasti pernah merasa sendiri, saat berada di titik terlelahnya dan merasa bahwa sudah tidak ada yang bisa membantunya lagi. Salah satu zat terbaik yang dapat menyelesaikan segala masalah ya hanya Tuhan, dengan segala bentuk penyelesaian yang terkadang akal manusia tidak dapat memikirkannya.  

Tenang, tenang yang tak kunjung datang
Menanti-nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang, tenang, oh, datanglah tenang hari ini

Kita sering meyebut dengan Doa, yakni kegiatan memohon segala harapan, permintaan dan pujian kepada Tuhan. Sepertihalnya tat kala memohon diberikan ketenangan atau kedamaian hati dan pikiran dari segala masalah yang dialami.

Tenang, tenang yang tak kunjung datang
Menanti-nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Kadang-kadang kelam ini datang menghampiri

Namanya juga perasaan, pasti ada kalanya juga akan menilai sebuah petunjuk dengan sudut pandang negative, yang mengakibatkan derita yang diciptakannya melalui pemikirannya sendiri. Kadang-kadang Tuhan tidak mengabulkan harapan kita karena Ia tau mana yang lebih baik untuk umatnya. Seperti saat kecewa karena gagal menjadi penjabat, bisa saja Tuhan memang menggagalkan cita-cita hambanya tersebut karena Ia tidak ingin nantinya hamba tercintanya itu akan berbuat kecurangan atau tindakan dosa (seperti korupsi) setelah terpilih nanti.  Maka dari itu, terkadang kita dijagaNya dengan cara yang tidak bisa kita pikirkan, karena logika manusia terbatas, dan sudah selayaknya kita selalu berusnudzon supaya selain mendapatkan ketenangan juga dapat lebih bahagia saat mengabdikan diri kepadaNya.

Jauhkanku dari sedih itu
Aku merindu padamu
Jauhkanku dari gelap itu
Aku kembali pada-Mu

Hanya kepadaNyalah kita meminta dan kembali. Maka dari itu, penting untuk kita sadari bahwa hidup ini hanyalah sebuah permulaan untuk bekal di kehidupan abadi nanti setelah fase kematian.

Demikianlah kajian makna dari lirik lagu Yura Yunita yang berjudul Tenang. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda atau cerita yang terkait dengan lagu ini, jangan ragu untuk mengshare pengalaman kalian di kolom komentar yak! Semoga saja kita bisa menemukan bersama-sama tentang makna yang sebenar-benarnya di balik lirik lagu Tenang dari Yura Yunita ini. Terimakasih :)

0 Comments

Posting Komentar