PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI DALAM PERCINTAAN - SOKASIK#12


Mungkin, jika semua orang dapat mengerti apa yang kita rasakan, kehidupan akan terasa lebih mudah. Namun, semua itu hanyalah perumpamaan belaka. Kenyatanya tidak. Jangan pernah mengharapkanya sama sekali, karena hal seperti itu tidak akan pernah ada. Kita sendiri yang lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi, entah kekecewaan yang teramat dalam, kesedihan yang tidak tertahankan, maupun kebahagiaan yang mendalam. Orang lain hanya melihat 1/8 dari apa yang kita alami. Mencoba bodoamat, tapi jiwa selalu memberontak tuk katakan “ini tidak benar“ pada diri sendiri.

Berusaha menenangkan diri. Iyaa, mimin pun meyakini itu. Menenangkan diri adalah hal terbaik. Lebih baik mengalah, menjaga jarak, demi ketentraman hati. Ketika sudah tenang, barulah menghadapi semuanya lagi. Alasan paling utama melakukan ini hanya satu, untuk sedikit menghindari kata-kata yang akan keluar pada saat emosi, yang mungkin bisa menyakiti orang lain.

Perang di masa sekarang ini bukan hanya sekadar masalah ekonomi, tetapi yang terpenting adalah berperang melawan ego sendiri. Belajar untuk bisa mengendalikan diri. Iyaa nggak sih? Hehehe. Tentu setiap orang mempunya cara masing-masing, tidak harus sama seperti yang mimin katakan. Jangan lupa sedia obat pemanis. Seperti cokelat, permen, dan es krim. Terbukti ampuh menjaga stabilitas mood yang sedang naik turun berantakan tak tau arah tujuan, hihihi.

Lalu apa hubunganya dengan pembahasan sokasik kali ini? Iyaa pasti ada hubunganya dong, karena kali ini sokasik bakal membahas tentang pentingnya menjaga kesehatan mental yang berkaitan dengan masalah percintaan. Kenapa yang akan dibahas berkaitan dengan masalah percintaan? Sebab permasalahan terbanyak yang sering menggangu kesehatan mental pada semua usia adalah masalah percintaan. Tidak heran banyak kasus bunuh diri karena alasan ditinggal menikah, perselingkuhan, maupun perbedaan keyakinan. Dan parahnya lagi, meningkatnya jumlah orang yang mengalami depresi mampu menciptakan orang gila baru di setiap waktu. 

Sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya, yukk buka sebentar Spotify kalian dan dengarkan lagu Happy Sad yang dinyanyikan Biancadimas. Lagu ini cukup enak di dengar loh, apalagi untuk mengembalikan mood.

▶️ Now playing: Biancadimas - Happy Sad

Sebenarnya apa sih yang membuat mental seseorang break down kala menghadapi masalah percintaan? Harapan. Kebanyakan orang selalu menaruh harapan setinggi langit namun tidak siap untuk kemungkinan terburuknya. Mimin sih, tidak munafik yaa, kata harapan itu memang cukup dekat dengan masalah percintaan. Tetapi mimin selalu mengatakan pada diri sendiri, “kalau aku menaruh harapan kepada seseorang, maka mulai dari sekarang harus siap dengan kemungkinan terburuknya“. Kenapa sedari awal mengatakan itu? Yaa, karena ketika harapan itu tidak sesuai kenyataan ya ya udah, nggak masalah. Sakitnya tidak terlalu parah. Mental kita juga tidak terlalu terguncang karena sudah memungkinkan segala skenario terburuknya. Kurang lebih seperti itu yang mimin lakukan. Sedangkan yang namanya harapan itu pasti sudah sangat wauww, ketika menemukan setitik saja yang tidak sesuai pasti rasa kecewanya tidak main-main.

Tidak heran banyak pasangan yang tetap bertahan lama. Bisa jadi yang mereka pikirkan yaa itu, siap menerima konsekuensinya dan percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Tinggal kitanya sendiri mau atau tidak menerima semuanya dengan lapang dada.

Nah, sekarang lebih baik kalian ingat pesan mimin. Carilah pasangan yang tau bagaimana harus menjaga kesehatan mental disaat permasalahan datang. Bukan sekadar marah-marah, atau main fisik dan kabur gitu aja. Hadapilah setiap masalah dengan tenang, dan mencari solusi bersama-sama. Yaa, kurang lebih begitulah pembahasan sokasik kali ini. Episode berikutnya masih akan membahas tentang pentingya kesehatan mental versi lain. Jangan lupa ditunggu yaa, tetap semangat teman-teman! Sayangilah mental kalian sejak dini. :)

~ Us

0 Comments

Posting Komentar