Makna Sebenarnya di Balik Lagu Unravel dari TK from Ling Tosite Sigure (OST Tokyo Ghoul)


Arti Lagu Tokyo Ghoul Unravel - Lagu ini menceritakan tentang perasaan seseorang yang merasa bahwa ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya, seperti ada yang mengendalikan dirinya secara paksa. Ia terus mencari kebenaran dan keadilan, walau pada akhirnya tetap menjadi sosok yang menyedihkan karena tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri.

Pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan membahas makna dari lirik lagu yang berasal dari Jepang, di mana lagu ini merupakan soundtrack pembuka dari anime Tokyo Ghoul di season pertama, apa lagi kalau bukan Unravel milik TK from Ling Tosite Sigure. Menurut mimin, lagu ini sangat berenergik sekali untuk menyemangati jiwa yang merasa lelah akibat dicurangi dunia. Bagaimana tidak, dengan melihat sosok Kaneki yang dipaksa menjadi ghoul dan kehilangan masa depan menjadi manusia seutuhnya saja dapat membuat mimin ngilu, dan merasa harus bisa memperjuangkan kemerdekaan atas diri sendiri.

Yah, kalau mau membahas animenya sih pasti bakal panjang banget. Karena selain alur cerita yang menarik, ide dari sang komikusnya juga sangat apik saat disisipkan di setiap bagian ceritanya. Pada kesempatan kali ini kita fokus bahas makna dari lirik lagunya dulu ya? Mari kita cermati lirik lagu beserta terjemahannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Unravel  dari TK from Ling Tosite Sigure OST Tokyo Ghoul

Oshiete oshiete yo sono shikumi wo
(Katakanlah, katakanlah padaku tentang semua ini bisa terjadi)
Boku no naka ni dare ga iru no?
(Siapa yang sebenarnya berada di dalam diriku?)
Kowareta kowareta yo kono sekai de
(Diriku merasa amat rapuh di dunia ini)
Kimi ga warau nanimo miezu ni
(Kau pun tersenyum, namun buta terhadap segalanya)

Pada bagian pertama ini menceritakan tentang seseorang yang merasa bahwa ada yang aneh di dalam dirinya. Merasa ada yang menggerakannya, tanpa ia tau siapa atau apa sesuatu itu. Seperti seseorang yang ada dalam pengaruh orang lain, katakanlah seorang budak. Ia tak berhak membantah atau melakukan hal sesukanya, selain perintah dari sang majikan.

Kowareta boku nante sa iki wo tomete
(Diriku begitu rapuh sampai nafasku terhenti)
Hodokenai mou hodokenai yo shinjitsu sae freeze
(Bahkan kebenaran sudah tak bisa diungkapkan lagi dan tampak seperti membeku)
Kowaseru kowasenai kurueru kuruenai
(Hancur tapi tidak hancur, gila namun bisa-bisanya masih waras)
Anata wo mitsukete yureta
(Aku pun menemukan dirimu)

Saat seseorang terforsir kerja, pasti ada saatnya ia akan mencapai pada batas kemampuannya. Dan di sanalah terkadang seseorang akan merasa seperti mau mati, karena memang sudah kelelahan dan tidak bisa mencapai target. Katanya, kebenaran mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk paling bebas, ia bisa memilih dan menjadi apa, siapa dan bagaimana. Namun, pada akhirnya kebenaran seperti hanya dongeng belaka, karena tak banyak manusia yang merasakan kemerdekaan atas dirinya sendiri.

Yuganda sekai ni dandan boku wa sukitootte mienaku natte
(Di dunia yang tidak beraturan ini, diriku perlahan menjadi transparan hingga tak kasat mata)
Mitsukenaide boku no koto wo mitsumenaide
(Jangan pernah mencari diriku, jangan pula menatap diriku)
Dareka ga egaita sekai no naka de anata wo kizutsuketaku wa nai yo
(Aku tak ingin melukai dirimu di dunia yang dibayangkan seseorang)
Oboeteite boku no koto wo azayaka na mama
(Ingatlah kembali siapa diriku, yang tetap terbayang jelas dalam ingatanmu)

Seseorang yang merasa bahwa dirinya bukan siapa-siapa, atau merasa sudah gagal menjadi seorang manusia karena selalu ditindas oleh orang lain akan merasa malu saat terlihat keadaannya oleh orang lain. Ia lebih baik memilih bersembunyi daripada terlihat dan malah makin direndahkan. Seperti yang kita ketahui, kita tak bisa mengontrol omongan orang lain. Setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya, dan jarang dari mereka memikirkan apa dampak dari omongannya tersebut. Katakanlah tetangga sekitaran rumah, yang sukanya nggosipin kekurangan atau kejelekan kita tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.

Mengapa memilih sembunyi daripada berdiri dan membalas keburukan orang lain? Ya, karena membalas orang lain itu tak akan menciptakan apapun selain malasah baru. Apa bedanya jika kita akhirnya juga melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan? Dan, pada akhirnya ikhlas dan memaafkan menjadi pilihan terbaik, yang dirasa lebih bermanfaat demi menciptakan sebuah kondisi yang lebih baik.

Mugen ni hirogaru kodoku ga karamaru
(Aku terjerat dalam kesepian yang menyebar tiada henti)
Mujaki ni waratta kioku ga sasatte
(Dan terlekat dalam kenangan di mana aku bisa tertawa dengan polosnya)
Ugokenai ugokenai ugokenai
(Aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak)
Ugokenai ugokenai ugokenai yo
(Aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak, aku tak dapat bergerak)
Unravelling the world
(Menyingkapkan dunia)

Saat semua orang seperti monster, dengan segala senjata kesakitan yang mampu membuat kita menangis karena kekejamannya, kita akan merasa sendiri dan kesepian. Kemudian merasa iri jika saat mengingat masa-masa kecil, saat semuanya tertawa tanpa dosa, semua serasa menyayangi kita, tertawa bersama dan menciptakan cinta di setiap saat.

Namun, semua itu hanyalah kenangan yang sudah terlewat. Kenyataannya adalah yang sekarang dirasakan, yakni dengan segala kekejaman dunia, yang rasanya selalu mengutamakan hukum rimba, siapa yang lebih kuat (memiliki kekuasaan) boleh bertindak semaunya dan siapa yang lebih lemah (bukan siapa-siapa) harus nurut dan tidak boleh membantah sedikitpun. Itulah sebuah kenyataan yang ingin diungkapkan dalam lagu ini.

Kawatte shimatta kaerarenakatta
(Diriku telah berubah, namun tak dapat kembali seperti semula)
Futatsu ga karamaru futari ga horobiru
(Kita berdua terjerat, kemudian menjadi binasa)
Kowaseru kowasenai kurueru kuruenai
(Hancur tapi tidak hancur, gila namun bisa-bisanya masih waras)
Anata wo kegasenai yo yureta
(Aku takkan bisa menodai dirimu)

Namanya juga orang baik, pasti orang-orang tak baik akan melihat celah ini dan memanfaatkan semaksimal mungkin demi kepuasannya. Menciptakan sebuah hubungan yang sangat tak adil, dimana yang memanfaatkan akan diuntungkan dan menjadi lebih hebat, sedangkan yang lemah akan menjadi lebih sengsara dan tinggal menunggu habis masanya. Kembali lagi, namanya juga orang baik, pasti tak akan rela untuk membalas keburukan orang lain karena tak ingin menjadi buruk seperti orang-orang jahat di luar sana. Tau semuanya, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Yuganda sekai ni dan dan boku wa sukitootte mienaku natte
(Di dunia yang tidak beraturan ini, diriku perlahan menjadi transparan hingga tak kasat mata)
Mitsukenaide boku no koto wo mitsumenaide
(Jangan pernah mencari diriku, jangan pula menatap diriku)
Dareka ga shikunda kodoku na wana ni mirai ga hodokete shimau mae ni
(Aku terjebak dalam kesepian yang diciptakan seseorang sebelum masa depanku terungkap)
Omoidashite boku no koto wo azayaka na mama
(Kenanglah diriku, yang tetap terbayang jelas dalam ingatanmu)

Ada bagian yang sedikit berbeda di bagian reff ini, yakni yang menunjukkan bahwa ada peran orang lain yang merampas masadepannya. Setiap orang pasti bermimpi, suatu saat akan hidup tenang dengan kondisi yang baik dan bahagia. Namun, kenyataannya tak banyak orang yang bisa mewujudkan mimpinya tersebut. Banyak yang sengsara karena masalah ekonomi, masalah etika, masalah pekerjaan, maupun masalah bernegara, di mana seseorang itu merasa menjadi rakyat yang sedang dicurangi oleh pemimpin-pemimpinnya, padahal sebenarnya pemimpin-pemimpin itu bisa hidup mewah dengan menjerat rakyat dengan berbagai pajak yang ia ciptakan.

Wasurenaide wasurenaide wasurenaide wasurenaide
(Jangan lupakan, jangan lupakan, jangan lupakan, jangan lupakan)

Jangan lupa, semua itu pasti akan ada balasannya masing-masing. Karma adalah sesuatu yang pasti. Bagi umat beragama, pasti kenal dengan yang namanya akhirat. Di mana semua orang akan mempertanggungjawabkan tindakannya selagi hidup di dunia yang fana ini. Jadi, jangahlah takut atau bahkan merasa rugi ketika berbuat baik, ingatlah bahwa Tuhan itu maha adil, semua kebaikan yang kita lakukan pasti akan datang kembali kepada kita. 

Kawatte shimatta koto ni paralyze
(Aku menjadi tak berdaya begitu telah berubah)
Kaerarenai koto darake no paradise
(Di dalam surga yang tetap apa adanya)
Oboeteite boku no koto wo
(Ingatlah kembali siapa diriku)

Surga di sini hanyalah perumpamaan. Bagi mereka yang menganggap sesuatu itu seperti surga (bergelimpang harta), bagi orang biasa yang hanya menjadi bagian terendah dari mereka (entah menjadi buruh atau budaknya), maka baginya yang dikatakan surga itu tidak ada artinya apa-apa. Ia tetap merasakan pahitnya dunia. Dan, kembali mengancam agar selalu ingat, supaya suatu saat nanti saat tiba hari pembalasan ia sadar bahwa apa yang dilakukan selama ini adalah kesalahan. 

Oshiete oshiete boku no naka ni dare ga iru no?
(Katakanlah, katakanlah. Siapa yang sebenarnya berada di dalam diriku?)

Masih penasaran tentang siapa yang sebenarnya ada di dalam dirinya, siapa yang mengendalikannya, kenapa ia tak bisa menentukan pilihannya sendiri. Ya, bisa jadi juga digambarkan dengan sosok orang tua yang selalu memaksa anaknya untuk menuruti apa yang ia mau, seperti harus menikah dengan si A, harus menjadi PNS, atau hal-hal lain yang sebenarnya tidak dimaui oleh anaknya. Tapi ini cuma ibarat lho ya!

Mungkin kamu memiliki tafsir yang berbeda dari lagu Unravel milik TK from Ling Tosite Sigure yang merupakan OST anime Tokyo Ghoul season pertama ini? Langsung saja tulis di kolom komentar ya! Kita akan diskusikan lebih lanjut di sana. Mari kita temukan makna sebenarnya yang tersembunyi di balik lirik lagu TK from Ling Tosite Sigure – Unravel bersama-sama!

0 Comments

Posting Komentar