Makna Sebenarnya di Balik Lagu Menangis di Jalan Pulang dari Nadin Amizah


Arti Lagu Nadin Amizah Menangis di Jalan Pulang - Secara garis besar, lagu ini menceritakan tentang pertikaian sepasang kekasih yang berakhir secara tragis. Dan, pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagu Menangis di Jalan Pulang milik Nadin Amizah, yang kita tahu bahwa lagu ini merupakan salah satu lagu Nadin yang ada di dalam Ep album Kalah Bertaruh, yang rilis pada tahun 2021.

Sebelum kita ulas lengkap, ada baiknya kita simak dulu lirik lagunya!

Lirik Lagu Nadin Amizah Menangis di Jalan Pulang  
Lagu dan serapah terdengar di mobilmu
Saling mencekik, mencerna kata makian

Jangan, jangan ucap kata itu lagi
Jangan, lupa kita saling mencintai

Dan Senayan menjadi saksi
Bodoh dan sayang
Hancur-lebur kita terjadi

Kita menangis di perjalanan pulang
Mencari jalan tak pernah sampai tujuan

Terlajur hangus
Terbuai, dan berantakan

Saling cela, saling luka
Lupa apa arti kata
Cinta

Saling cela, saling luka
Lupa apa arti kata
Cinta

Sudah lelah, sudah muak
Badai kita takkan kunjung
Reda

Sudah lelah, sudah muak
Badai kita takkan kunjung
Reda

Apa pendapatmu ketika sekilas mendengar atau membaca lirik lagunya? Sungguh indah bukan? Ya, karena memang si Nadin ini sangat mahir mengolah kata menjadi kesatuan yang sangat cantik. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita langsung saja kupas makna di balik lirik lagu Nadin yang berjudul Menangis di Jalan Pulang ini secara rinci!

Lagu dan serapah terdengar di mobilmu
Saling mencekik, mencerna kata makian

Pada bait pertama ini menggambarkan tentang suasana panas yang terjadi di dalam mobil. Bisa kita imajinasikan, ada sepasang kekasih di dalam mobil yang sedang bertikai dengan mengabaikan suara lagu di radio yang mereka play sebelumnya. Entah mempeributkan apa, yang pasti terjadi sebuah pertengkaran yang sangat hebat. Mencekik di sini tidak selalu berarti melakukan kekerasan fisik, melainkan sebuah tindakan yang dapat memberikan tekanan yang sangat hebat, seperti memaki melewati batas hingga membuat yang dimakinya merasa sesak di dalam dada.

Jangan, jangan ucap kata itu lagi
Jangan, lupa kita saling mencintai

Salah satu di antara pasangan yang tengah bertempur itu takut, jika sebuah kata pusaka akan terlontar tanpa sadar akibat emosi yang meledak-ledak. Kata apakah itu? Ya, sebuah kata yang sangat di benci oleh cinta, kata yang dapat menciptakan jarak dan dinding perpisahan.

Dan senayan menjadi saksi
Bodoh dan sayang
Hancur-lebur kita terjadi

Jika Senayan adalah kata keterangan tempat, entah menggambarkan senayan sebagai pusat perbelanjaan atau tempat olahraga, jika melihat sebelumnya berarti mereka sedang berada di dalam mobil yang sedang berhenti di tempat parkir Senayan. Entah, ribut karena banyak menghabur-hamburkan uang akibat belanja atau terjadi insiden tergoda makhluk lain? Yang pasti, mereka masih ribut habis-habisan di dalam mobil.

Kita menangis di perjalanan pulang
Mencari jalan tak pernah sampai tujuan

Mereka saling menangis ketika perjalanan pulang, yang menandakan bahwa sebenarnya mereka saling cinta, saling tak ingin menyakiti. Namun mungkin akibat gengsi yang terlalu tinggi, malu untuk mengakui kesalahan, ataupun ego terlalu tinggi yang menyebabkan mereka bisa menjadi saling keras kepala.

Terlajur hangus
Terbuai, dan berantakan

Ya, jika sudah keluar kata “putus” atau “cerai”, dan mereka saling sepakat, walaum sebenarnya tak ingin menuruti emosinya tersebut, tapi karena terlalu keras kepala dan tak mau meminta maaf duluan ya akhirnya apa yang paling ditakutkan terjadi. Mereka berpisah.

Saling cela, saling luka
Lupa apa arti kata
Cinta

Saling merasa paling benar sendiri dapat menciptakan sifat keras kepala, yang menyebabkan selalu membela diri sendiri apapun yang terjadi, tak boleh kalah, harus menang, yang mengakibatkan jiwa berkopetisi muncul di dalam suatu hubungan. Bukannya menjadi pelengkap, saling mendukung satu sama lain, tapi karena tingkat keegoisan muncul secara berlebihan dan bercampur dengan emosi yang meluap, pada akhirnya kata “cinta” pun lenyap.

Sudah lelah, sudah muak
Badai kita takkan kunjung
Reda

Mungkin tak hanya berlangsung sekali, melainkan sudah berkali-kali mereka ribut dan sampai pada akhirnya merasa sudah tiba di persimpangan, yang mengakibatkan kesimpulan “mencari jalan sendiri-sendiri” muncul.

Lewat lagu ini kita bisa mengambil hikmah yang sangat banyak. Seperti nasehat agar kita jangan terlalu keras kepala, jangan emosian, jangan berkata yang sekiranya menyakitkan karena bisa menciptakan luka, dan lain sebagainnya. Dan, tidak menutup kemungkinan jika lagu ini memiliki makna lain, apakah pendapatmu berbeda? Silakan tulis di kolom komentar, mari kita ungkap makna sebenarnya di balik lagu Menangis di Jalan Pulang milik Nadin Amizah ini bersama-sama!

0 Comments

Posting Komentar