Makna di Balik Lagu Taruh - Nadin Amizah



Arti Lagu Nadin Amizah Taruh - Pada kesempatan ini, anaksenja.com akan kembali mengajakmu membahas lagu dari sang puitis manis, Nadin Amizah. Setelah membahas beberapa lagu lainnya, kali ini mimin akan mengajakmu mengulik arti dari lagu yang berjudul Taruh milik Nadin Amizah.

Entah kenapa mimin sangat berambisi mengulik makna dari semua lagunya. Mungkin karena related dengan kehidupan mimin. Apa juga related dengan kehidupanmu? Silakan tulis di kolom komentar.

Apakah lagu Taruh ini bercerita tentang judi? Bisa jadi iya, bisa jadi enggak. Jika iya, apa yang digunakan sebagai bahan taruhannya? Tanpa berlama-lama, mari kita ungkap makna dibalik lirik lagu Taruh milik Nadin Amizah ini!

Analisis Lirik Lagu Taruh - Nadin Amizah

Aku sudah tau dari awal
Mencintai bukan perkara kebal
Jauh dari kata mudah dan asal
Kupelajari sedari kecil

Pada bagian awal lagu ini menceritakan tentang seorang diri yang sadar bahwa mencintai itu bukan perkara kebal. Kebal yang dimaksud adalah mampu bertahan dari rasa sakit yang tercipta dari resiko percintaan. Selain itu, cinta juga bukanlah hal yang mudah atau asal. Membutuhkan banyak waktu untuk bisa belajar dan mengerti agar mampu memaknai dan menikmati arti dari cinta.

Berteriak di atas tenggorokkan
Hujan serapah dan makian
Hancur lebih mudah dari bertahan
Kupelajari sedari kecil

Arti dari kata serapah adalah kutuk, sebuah ucapan tidak baik yang keluar akibat dari melihat hal yang tidak di sukai. Seperti mengutuk orang lain dengan mendoakan yang tidak baik, atau menyumpahkan ke orang lain tentang hal-hal yang mengerikan.

Terkadang, orang lain (tetangga, sahabat, atau keluarga) sering mengomentari hal-hal yang dialami kita, entah itu masalah umum maupun pribadi. "Kamu tuh jangan pacaran ama Dia, nanti kamu sial loh!", mungkin seperti itu contohnya. Membuat diri menjadi terpuruk dan tidak nyaman dalam menjalani hidup. Parahnya lagi, jika kejadian itu terjadi saat diri sedang dilanda kekecewaan yang teramat dalam. Kalau gak bisa sabar udah pasti jadi adegan action tuh, hehehe.

Aku sudah tau dari awal
Rasa takut masih kugenggam nyaman
Cinta dan jenisnya seperti seram
Kupelajari sedari kecil

Ini adalah bagian verse yang kedua setelah reff. Pada bagian ini menceritakan tentang diri yang sedang dilanda rasa trauma akibat kekecewaan. Dan masih saja terus belajar mengerti cinta di setiap berjalannya waktu.

Dan dari situ
Cara pandangku
Melihat cinta berwarna keruh

Setelah merasakan semua kekecewaan, muncul sebuah statement bahwa cinta itu tidaklah baik. Hal ini terjadi karena pengalaman selalu berkata buruk, entah dikecewakan karena ucapan atau prilakunya (mantan), seperti sering berkata kasar atau melakukan perselingkuhan mungkin?

Seperti bertaruh
Apa kau dan aku
Akan jadi sama seperti itu

Pada bagian ini mengandung maksud yang menggaris bawahi beberapa bagian sebelumnya, yaitu tentang menanyakan kepada pasangan barunya. Apakah hubungan yang akan dijalani itu akan sama saja dengan hubungan-hubungan di masa lalu yang berakhir kekecewaan? Mungkin seperti itu gambarannya. Yuk lanjut ke bagian reff!

Aku punya harapan untuk kita
Yang masih kecil di mata semua
Walau takut kadang menyebalkan 
Tapi sepanjang hidupkan kuhabiskan

Setelah pesimis dengan kenyataan masa lalu, muncul semangat baru untuk hubungan yang baru. Percaya bahwa lembaran baru mungkin saja bisa menuliskan kisah-kisah baru yang lebih indah daripada lembaran-lembaran lama. Walau terkadang masih sering terbayang-bayang masa lalu, tapi tetap harus semangat untuk berpikir positif demi kebahagiaan yang baru saja dirintis.

Walau tak terdengar masuk akal
Bagi mereka yang tak percaya
Tapi kita punya kita
Yang akan melawan dunia

Mungkin sudah banyak omongan-omongan orang, entah itu sahabat, tetangga atau keluarga, yang mengatakan gini. "Masih gak kapok pacaran?" Atau gini. "Yakin dia lebih baik dari mantanmu?" Atau juga gini. "Haha, udah deh gak usah aneh-aneh. Pasti endingnya nangis!"

Ketika rasa optimis muncul, pasti akan mengabaikan kata-kata orang yang merendahkan atau rasa tak percaya. Lah, mereka siapa? Yang ngejalanin siapa? Buat apa menganut omongan mereka yang gak tau apa-apa? Lagian masa depan gak ada yang tau kan?

Terkadang mengabaikan itu perlu jika mendengarkan malah menyakitkan. Walau sebenarnya mendengarkan itu juga perlu untuk mengetahui koreksi agar hal buruk tak terjadi lagi. Tapi kembali lagi. Beda orang, beda cara.

Semoga analisis arti lagu Taruh dari Nadin Amizah ini bisa bermanfaat untukmu, setidaknya bisa melegakan rasa penasaranmu. Mungkin kamu memiliki pendapat lain tentang makna / arti dari lagu ini? Silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Ungkapkan semua unek-unekmu, mari kita ciptakan makna yang sebenar-benarnya dengan sejelas-jelasnya!

6 komentar

  1. keren min maacih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung. Kamu juga bisa menemukan makna dari lirik lagu nadin amizah yang lain juga lho! Selamat berkeliling di blog ini kak :)

      Hapus
  2. Kiraiin gw ini lebih ke anak brokenhome min, yg ngeliiat kedua orang tuanya, tapi karyanya tetep keren dan sudah mewakili raga ini 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuk kak! Bisa juga diartikan sebagaimana pendapatmu itu, condong ke anak dari korban perceraian orang tuanya, yakni dengan mengubah objek permasalahannya dan beberapa tokoh cerita di dalam lagunya. Makasih udah berkunjung kak, tebakanmu menambah wawasan mengenai makna lain yang bisa kita ambil di balik lagu Taruh dari Andin Amizah ini. :)

      Hapus
    2. Aku juga memikirkan Hal yang sama denganmu kak

      Hapus
    3. Sepertinya menarik juga sih dikaji menggunakan sudut pandang itu. Oke deh, saya coba analisis lagi dengan versi 2-nya :D

      Hapus


EmoticonEmoticon