Makna di Balik Lagu Senja di Ambang Pilu - Danilla Riyadi


Makna Lagu Danilla Senja di Ambang Pilu - Pernahkah badanmu bergerak sendiri saat mendengar irama dari lagu ini? Jika pernah, berarti kita sama! Lagu ini memang sangat enak untuk dinikmati. Maka dari itu, mimin tertarik untuk mencari arti dari lagu Senja di Ambang Pilu dari Danilla ini. Mimin sangat penasaran, kenapa bisa lagu ini begitu enak dinikmati, baik itu irama maupun bahasa  dalam liriknya.

Sebelum memulai membahas lagunya, mari kita bahas dulu judulnya. "Senja" adalah suatu waktu di mana titik bergantinya terang dengan petang. Seolah-olah seperti waktu pamitnya matahari kepada dunia yang hendak ganti shift dengan bulan. Sedangkan "ambang" adalah sebuah kata yang memiliki banyak arti, salah satunya adalah saat mendekatnya suatu kejadian atau peristiwa. Jadi, arti dari judul lagu ini adalah sebuah pergantian (perpisahan) yang mendekat ke arah pilu (sedih, kecewa, maupun lara).

Hmm ... judulnya saja sudah membikin takjub. Apalagi lirik lagunya ya? Daripada lama-lama penasaran, mari langsung saja kira bahas lirik lagunya!

Analisis Lirik Lagu Senja di Ambang Pilu - Danilla Riyadi

Bertegur sapa di kala senja
Memerah meredam nyala surya
Dengan dia yang mencuat dibatas kalbu
Memeluk hatiku yang dibelai rindu

Seperti yang sudah di bahas di bagian awal tadi, senja adalah pengibaratan dari sebuah perpisahan. Jadi, pada bagian awal lagu ini menceritakan tentang sebuah kejadian perpisahan yang masih saja terasa hangat. Diisi dengan tegur sapa, mungkin menanyakan kabar atau mengobrolkan hal-hal lain yang mampu menciptakan rasa malu (wajah yang memerah) atau rindu.

Tak berdaya, ku berada
Di ambang waktu, tuk memulai pilu
Kutenggelam, ke alam sepi
Ku ditelan sunyi, memikirkanmu

Ini adalah bagian reff lagunya, yang menceritakan tentang ketakberdayaan diri di suatu waktu (perpisahan) yang akan menjadi awal dari sebuah kepiluan (sedih, galau, atau luka). Membuat diri tenggelam atau larut dalam kesepian akibat ditinggal pergi sang pujaan (kekasih).

Tertelan, tertelan
Tertelan, tertelan

Pada bagian ini si Danilla menyanyikannya dengan suara sengau (tidak jelas), jadi mungkin kamu mendengarnya seperti ini, "tuturu... tutu ruuu... ". Ya, tertelan di sini merupakan sebuah pengulangan dari bagian akhiran reff, ku ditelan sunyi memikirkanmu.

Mendamba masa untuk bersua
Dengan dia yang melintas di malam syahdu
Melepas semua curah rasa
Menghempas beban dan nestapa
Terikat dalam kedamaian
Kala dua insan yang sedang terlena

Kalimat "mendamba masa untuk bersua" di sini memiliki makna tentang sebuah keinginan untuk mendapat waktu berduaan (menjalin hubungan) dengan sang pujaan seperti saat-saat dulu yang tak pernah memikirkan sebuah perpisahan. Mengharapkan dia (pujaan) datang di malam yang indah dengan segala kehebatannya, entah ngelawak, romantis, ataupun jail yang mampu membuat diri terbuai dan masuk kedalam keindahan cinta.

Mengenal firasat, tersimpan pada manusia
Tersirat buaian, keresahan takkan melayang
Melayang...
Melayang...
Melayang...

Tapi apa daya, semua yang diharapkan sepertinya sia-sia karena firasat sudah mengatakan bahwa semuanya sudah tidak ada harapan. Dia sudah pergi, entah dengan yang baru atau alasan lain. Dan meninggalkan diri dalam kesendirian yang masih terngiang kenangan bersamanya, kenangan yang tak akan mudah hilang (melayang).

Namanya juga cinta. Kalau udah banget mah mau move on pasti susah banget! Walaupun selalu ada cara buat bangkit sih, tapi ya gak semua orang bisa lupa begitu saja dong dengan cinta terbaiknya, apalagi cinta pertama. Yaelah...

Demikian pembahasan makna dari lagu Senja di Ambang Pilu milik Danilla Riyadi. Apakah kamu sependapat dengan interpretasi di atas? Jika kamu memiliki makna lain, yuk langsung saja tulis di kolom komentar! Pasti akan mimin tanggapin, dan kita akan menemukan makna yang sebenar-benarnya dari lagu ini. :)

0 Comments

Post a Comment