Makna Sebenarnya di Balik Lagu Duka - Last Child


Arti Lagu Last Child Duka - Lagu Duka menceritakan tentang penderitaan seseorang kerena susah move on dari cinta terbaiknya, cinta yang selalu ia jaga dan digadang-gadang menjadi cinta sejati. Ditinggalkan olehnya (seseorang yang paling dicintai) membuat diri menjadi kecewa dan terpuruk sedalam-dalamnya.

Lagu Last Child - Duka yang dinyanyikan oleh Virgoun ini rilis pada tanggal 25 September 2016 di kanal Youtube LAST CHILD, yang sampai saat ini sedang menuju ke 100 juta viewers. Padahal bisa di bilang "bukan lagu baru", namun berkat aktivitas di sosial media seperti Tiktok dan Yotube (para pengcover lagu), lagu Duka ini meroket hingga mendapatkan banyak peminat.

Mungkin kamu penasaran tentang lagu Last Child yang berjudul Duka ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tak perlu gelisah, karena pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagunya. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Duka dari Last Child


Kau membunuhku dengan kepedihan ini
Kau hempaskan ku ke dalam retaknya hati
Hingga air mata tak mampu tuk melukiskan perih 
Yang kau ukir dalam hati ini

Pada bait pertama lagu Duka ini mengkisahkan tentang seseorang yang sedang terpuruk karena dikesewakan oleh seseorang yang sanggat dicintai. Ia merasa sangat hancur karenanya (seseorang yang mengecewakan), hingga merasa bahwa menangis sudah tak ada artinya lagi.

Kau hancurkan diriku saat engkau pergi
Setelah kau patahkan sayap ini
Hingga ku takkan bisa tuk terbang tinggi lagi
Dan mencari bintang yang dapat menggantikanmu

Pada bagian ini semakin memperjelas bagian sebelulmnya, bahwa kehancuran (sakit hati) yang terjadi dikarenakan ditinggal pergi oleh seseorang yang dicintai. Hal ini menyebabkan diri menjadi patah semangat dan trauma untuk mencari cinta baru, karena takut kecewa lagi dan bahkan jauh lebih parah lagi.

Ada kiasan di dalam bagian ini, yakni mengibaratkan “ia” (si tokoh utama yang menjadi korban perasaan) menjadi seorang malaikat yang memiliki sayap dan “cinta” sebagai bintang di langit. Karena alat untuk terbang (sayap) sudah patah, maka tidak bisa terbang untuk menggapai bintang di langit untuk menggantikan bintang lama yang telah usang.

Pengibaratan tersebut bisa kita artikan bahwa “sayap” adalah harapan dan “bintang” adalah cinta. Sehingga saat harapan (untuk hidup bahagia bersama seseorang yang tercinta) sirna (karena ternyata dia lebih memilih orang lain untuk dicintai), maka untuk mencari penggantinya (cinta baru) akan terasa berat karena masih terbayang-bayang cinta lama dan trauma akan kepedihan.


Sampai kini masih ku coba
Tuk terjaga dari mimpiku 
Yang buat ku tak sadar bahwa 
Kau bukan lagi milikku

Pada bagian reff lagu Last Child – Duka ini menceritakan tentang seseorang yang terlalu cinta, hingga menanamkan mimpi atau harapannya di lubuk hati yang paling dalam. “Kelak, aku akan bersanding dengannya. Di pelaminan yang sangat indah untuk menyempurnakan ikatan cinta.”

Mimpi atau harapan tersebut terus dijaga dan diusahakan hingga terhantam kenyataan, bahwa dia (yang dicintai) telah pergi, yang berarti sudah tidak menjadi miliknya lagi. Walau sebenarnya sangatlah berat untuk bangkit dari mimpi yang telah gagal. Namun mau bagaimana lagi jika kenyatanya memang demikian?

Jika sudah menaruh hati kepada seseorang secara serius, apalagi dalam kurun waktu yang lama, dan tiba-tiba dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia (yang dicintai) telah pergi dan lebih memilih orang lain, pasti hati akan meronta dan kesakitan. Rasa sakit akibat tidak bisa menerima kenyataan itulah yang disebut dengan Duka.

Walau hati tak akan pernah 
Dapat melupakan dirimu
Dan tiap tetes air mata yang jatuh 
Kuatkan rinduku

Hati seakan-akan memiliki ingatan (memori) sendiri, yang tidak dengan serta merta bisa menerima hati baru (cinta baru) maupun melupakan hati lama (cinta lama). Kekecewaan akibat ditingalkan oleh seseorang yang tercinta terkadang mampu memaksa mata untuk menangis, dan disetiap tetes airmatanya menandakan kuatnya rasa rindu akan dirinya (seseorang yang dicintai walau telah pergi).

Pada indah bayangmu
Canda tawamu
Pada indahnya duka
Dalam kenangan kita

Pada bagian akhr lagu duka ini berisi tentang statemen bahwa keindahan dari bayangannya (ingatan tentang seseorang yang dicintai) terletak pada senyuman (canda dan tawa), walau tak nyata karena dia sudah tak lagi bisa tersenyum seperti dulu lagi ketika masih bersama-sama di dalam satu ikatan cinta.

Kenangan mampu menciptakan duka, karena ingatan bersamanya (seseorang yang dicinta namun telah pergi) tinggalah ingatan belaka. Keindahannya palsu karena hanya masa lalu. Dan, kenyataannya pilu karena dia sudah pergi bersama cinta barunya.


Mungkin lagu duka ini mampu membuatmu nyesek, jika kamu pernah mengalami “ditinggal pas sedang sayang-sayangnya”. Untuk kamu yang belum pernah merasakan, semoga jangan pernah merasakan ya? Karena rasanya sungguh tak enak, percaya deh sama mimin.

Dari lagu Last Child - Duka ini kita bisa belajar, bahwa berhati-hatilah dalam urusan cinta. Jangan sampai kita terbuai indahnya cinta hingga membuang logika, karena cinta bisa berubah menjadi luka. Manfaatkan waktu bersamanya (orang-orang yang tercinta) sebaik-baiknya. Jangan sampai menyesal karena terlalu menyepelekan waktu sehingga membuatnya kecewa dan lebih memilih untuk bersanding dengan yang lainnya.

Demikian kajian makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Last Child - Duka dari anaksenja.com. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda, jangan ragu untuk mengungkapkannya di kolom komentar ya? Mungkin saja pendapatmu mengenai lagu Duka jauh lebih tepat dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Terimakasih :)

0 Comments

Posting Komentar