Makna Sebenarnya di Balik Lagu Satru 2 - Denny Caknan dan Terjemahannya


Arti Lagu Denny Caknan Satru 2 - Lagu ini menceritakan tentang perjalanan cinta seorang perantau, yang meninggalkan kekasihnya (istrinya) di kampung halaman. Kekasihnya tersebut sering menciptakan pertikaian, entah dikarenakan rasa rindu yang berat atau sudah punya yang baru (selingkuhan).

Berbeda dengan lagu Satru pertama sebelumnya, pada Satru Dua kali ini tidak lagi berkolaborasi dengan Happy Asmara. Entah karena apa mimin tak tau, mungkin karena memang lagu Satru pada kali ini hanya satu arah saja (hanya menceritakan satu sudut pandang saja) sehingga tidak cocok untuk diduetkan. Intinya, lagu Denny Caknan - Satru 2 yang rilis pada tanggal 27 Januari 2022 ini langsung trending di hari pertama upload dengan mendapatkan satu juta viewers lebih.

Lagu Satru Dua ini memang sangat keren. Masih dengan khasnya Caknan, yang sering kali memasukkan beberapa nada unik sehingga sangat enak di telinga, dan mampu membuat candu para pecinta karya Denny Caknan. Akankah lagu ini lebih tenar dari lagu Satru yang pertama? Semoga saja yak, supaya Mas Denny Caknan semakin bersemangat untuk menciptakan karya-karya selanjutnya.

Mungkin kamu juga penasaran tentang lagu Denny Caknan - Satru 2 ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tenang saja, karena anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagunya secara lengkap dari bait pertama. Tanpa berlama-lama lagi, mari langsung saja kita mulai pembahasannya!

Analisis Lirik Lagu Satru 2 dari Denny Caknan dengan Terjemahan Bahasa Indonesia


Wes tak pupuk winihe katresnanku, kanggo awakmu
(Sudah ku pupuk benih cintaku, untukmu)
Dungoku tuku lemu urip ayem kanggo senengmu
(Doaku tumbuh subur hidup tentram untuk bahagiamu)

Pada awal lagu Denny Caknan - Satru 2 ini mengkisahkan tentang seseorang yang mencintai pasangannya secara serius. Cintanya diibaratkan tumbuhan, yang berawal dari benih (biji) kemudian diproses dengan ditanam, diberi pupuk, dirawat, hingga tumbuh subur dan berbuah manis. Ia berharap dengan dirawatnya cinta dari dasar (benih) akan tumbuh menjadi hubungan yang kuat dan membahagiakan.

Merawat cinta di sini tidak hanya dengan cara terus mendampingi pasangannya saja, namun juga ditunjukkan dengan bekerja keras agar kelak bisa dijadikan modal untuk menikah dan hidup bahagia setelah perikahan. “Fokus untuk menghidupi dan menafkahi keluarga orang yang dicinta,” kata Pak Erick Tohir di tengah-tengah lagu Denny Caknan - Satru 2.

Aku percoyo winih tresnamu, nandes mancep ing atiku
(Aku percaya benih cintamu, sudah merasuk di hatiku)
Opo kurang leh ku ngerteni karepmu
(Apa kurangkah ku mengertikan kemauanmu)
Aku yo wis ora nglirik liyane
(Aku sudah tak melirik yang lain)
Nek kangen ngomong kangen, rasah tukaran ae
(Kalau rindu bilang saja rindu, jangan bertengkar terus)
Mbok di eman eman hubungane
(Harus dijaga hubungan kita)

Salah satu alasan untuk semangat bekerja keras adalah seseorang yang tercinta (kekasih), karena berharap bahwa kelak bisa hidup bersama-sama dan membangun keluarga bahagia (berkecukupan).

Untuk mendapat hasil yang maksimal, terkadang beberapa orang memilih untuk merantau ke kota atau luar daerah walau dengan meninggalkan pasangannya di kampung halaman. Namun ternyata tak sesuai perkiraan, yang tadinya damai-damai saja (bersama pasangan) saat di kampung halaman malah setelah merantau banyak satru (pertikaian) yang terjadi.


Mungkin keributan yang terjadi karena rindu, ingin bertemu namun tak terlaksana karena terpisah jarak. Minimnya waktu untuk berkomunikasi (mungkin karena terlalu sibuk bekerja) juga dapat  mempengaruhi rasa rindu, mampu menggiring rasa curiga (cemburu) sehingga muncul sebuah keributan.

Padahal kenyataannya juga tak ada apa-apa, memang karena sibuk banyak pekerjaan sehingga jarang menghubungi, ditambah lagi selalu menjaga hati karena niat dari merantau memang bukan untuk mencari pasangan baru, namun tetap saja jika tak percaya pasti akan curiga.

Tak bisa disalahkan juga karena biasanya seseorang yang menunggu itu membutuhkan kepastian. Jika kepastian tak kunjung datang, apakah benar jika lantas berpaling dan mencari haluan baru? Bisa dibenarkan dan juga bisa disalahkan.

Bisa dibenarkan jika mungkin dalam waktu yang sangat lama tidak memberi kabar maupun kepastian apapun.m Dan bisa disalahkan jika langsung berselingkuh dengan alasan yang mengada-ada, seperti menuduh “dia tidak memberi kabar, tidak mau bertemu, tidak tanggung jawab,” padahal nyatanya selalu memberi kabar walau kadang-kadang dan meminta untuk “sabar”. Ketidaksabaran memang terkadang mengarahkan seseorang ke arah yang salah, yang pada akhirnya hanya akan berujung penyesalan.

Uwong sing tak tresnani, tak gawe sandaran ati
(Orang yang ku cintai, ku jadikan sandaran hati)
Mbok ojo satru satru ae sayangku
(Jangan bertengkar terus sayangku)
Jajal rasah percoyo nek trimo kabar ko njobo
(Coba jangan percaya omongan orang lain)
Aku kerjo, nguripimu nggo makmurne atimu
(Aku kerja, menghidupimu dan memakmurkan hatimu)

Pada bagian reff lagu Denny Caknan - Satru 2 ini menceritakan tentang seseorang yang sedang menenangkan kekasihnya agar tidak perlu emosi, meminta untuk mengerti karena memang sedang pergi mencari nafkah untuk kebahagiaan bersama-sama.

Jika untuk seseorang yang belum menikah ya untuk biaya pernikahan kelak, kalau untuk seseorang yang sudah menikah ya untuk kelangsungan anak istri di rumah. Satu lagi, kalau untuk seseorang yang selingkuh (dengan niat mengabari selingkuhan karena sedang bekerja), ya bodo amat, mimin gak peduli.

Intinya, ia menginginkan hubungan yang damai tanpa ada perseteruan yang tak jelas, seperti menuduh dan marah tanpa sebab. Jika hal itu dikarenakan rindu,ya memang wajar saja. Namun jika hal itu dikarenakan dia (kekasih) sudah memiliki yang baru (selingkuhan kekasih), ya itu namanya kurang ajar. Sama sekali tak bisa dibenarkan.


Aku ngenteni, aku ngertenimu
(Aku menunggu, aku memahamimu)

“Aku menunggu hingga waktu itu tiba (pertemuan atau pernikahan) dengan bekerja. Aku tau jika rindu (karena terpisah jarak) itu menyakitkan, namun mohon dimengerti, karena aku seperti ini juga untuk kebahagiaan kita.” Mungkin seperti ini jika digambarkan dengan sebuah ucapan.

Intinya, lagu ini menceritakan tentang seorang pekerja keras yang meminta pasangannya untuk bersabar. Semua karena keadaan, sebenarnya tak ada yang ingin menjauh, namun harus dilakukan karena nyatanya hidup memang membutuhkan uang (untuk memnuhi segala kebutuhan).

Bagi pihak yang ditinggal, memang sabar itu sulit jika sudah terkait dengan yang namanya "rindu". Semua orang pasti ingin memiliki hati tenang, namun terkadang kerinduan memang dapat membuat seseorang menjadi kesetanan (tidak sabar). Salah satui hasil negatif dari kerinduan adalah rasa curiga, yakni sebuah perasaan kurang percaya yang pada akhirnya bisa memicu sebuah keributan.

Atau tak selalu dengan rasa curiga, hal-hal kecil pun juga bisa menjadi sebuah keributan sebagai pelampiasan rindu yang tak kunjung terobati. Mungkin kamu memiliki saran tentang bagaimana cara meminimalisir pertikaian dalam sebuah hubungan jarak jauh atau LDR? Tulis di kolom komentar ya, mungkin bisa membantu mimin yang juga sedang LDRan. Hihihi...

Demikian kajian makna yang tersembunyi di balik lirik lagu Denny Caknan - Satru 2 dari anaksenja.com. Apabila kamu memiliki tafsir yang berbeda, jangan ragu untuk mengungkapkannya di kolom komentar ya? Mungkin saja interpretasimu mengenai lagu Satru Dua ini jauh lebih benar dan pendapatmu dapat bermanfaat untuk yang lainnya. Terimakasih atas antusiasnya, sampai jumpa di kajian karya sastra selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar