Gunakan fitur Bookmark untuk menyimpan bacaanmu di lain waktu Info!

KORBAN DI BALIK PERSELINGKUHAN - SOKASIK#11


Hello sobat sokasik! Lama nggak ketemu ya? Apakah kalian rindu? Tapi sayang banget, karena kali ini mimin nggak akan membahas perihal rindu merindu. Pada kesempatan kali ini, mimin memilih tema perselingkuhan, yang sepertinya malah menjadi trend pada saat ini.

Perselingkuhan berasal dari kata "selingkuh", yang berati perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur, menyeleweng terhadap pasanganya, baik pacar, suami atau istri. Istilah umumnya digunakan sebagai sesuatu yang melanggar kesepakatan atas kesetiaan hubungan.

Meskipun mimin nggak tau perihal rasa sakit dari perselingkuhan secara langsung, dari pengalaman teman dekat dan banyak sumber, akhirnya mimin menemukan beberapa alasan yang tidak membenarkan bahwa perselingkuhan itu patut untuk dilakukan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Selalu ada yang tersakiti. Mimin yakin tidak mudah untuk bangkit setelah menyelingkuhi dan terselingkuhi. Keduanya pasti tersaikiti. Tidak hanya korban, tetapi pelaku, bahkan selingkuhannya itu juga merasakannya. Bagaimana bisa korban bisa tenang dan bertahan setelah kepercayaan yang selama ini terbangun sekaligus dijaganya sebaik mungkin, tiba-tiba saja dihancurkan gara-gara adanya orang ketiga? Bagaimana bisa pelaku menjalani hidup bersama bayang-bayang kesalahan yang sudah dilakukan? Bagaimana juga selingkuhan bisa mencoba untuk move on setelah sadar bahwa dirinya menjadi perusak hubungan orang? (Ini khusus untuk orang ketiga yang gak tau apa-apa lho ya, kalua orang ketiga yang memang ada niatan untuk merusak hubungan ya udah beda lagi ceritanya).

  2. Semuanya salah. Perlu diketahui bahwa sebenarnya ketiganya mempunyai kesalahan masing-masing. Bukankah kalau korban bisa menjaga baik-baik pasanganya, perselingkuhan tidak akan terjadi? Bukankah perasaan bosan pada pelaku adalah hal yang biasa dan dapat dibicarakan secara baik-baik? Bukankah kalau selingkuhan tau batasan diri, semua itu tidak akan terjadi? (Eh, tapi untuk selingkuhan yang tidak tau apa-apa akhirnya juga menjadi korban sih).

Untuk itu, semoga kalian bukan termasuk dan tidak akan terlibat di dalam lingkaran perselingkuhan. Tapi, kalau ternyata masuk, entah menjadi korban, pelaku maupun selingkuhan, mimin harap kalian bisa lebih kuat untuk menjalani permasalahan ini. Yang sudah menikah aja bisa selingkuh, apalagi hanya yang baru pacaran atau tunangan? Kalimat itu sudah seperti hantu yang memimpiburukkan setiap pasangan ketika menjalin hubungan. 

Jujur, mimin sedikit merasa takut untuk menikah. Salah satu alasa adalah perihal perselingkuhan. Semoga saja, sampai waktunya nanti, tidak akan pernah mengalami diselingkuhi, menyelingkuhi, atau menjadi barang perselingkuhan. Maka dari itu, menjalin hubungan untuk masuk dalam tahap pernikahan itu juga harus ekstra hati-hati. Bukan perihal menjadi orang pemilih. Tetapi sedikit mengantisipasi hal buruk terjadi. Materi mungkin bisa dicari, namun kepercayaan yang hancur pasti susah untuk dibangun kembali.

Pesan mimin, jaga baik-baik pasangan kalian. Sadarlah, seharusnya kalian bersyukur karena memiliki seseorang yang memutuskan untuk memilihmu menjadi separuh lebih hal penting di dalam hhidupnya. Bersyukurlah kalian, tidak ada yang lebih baik dari pasanganmu yang mampu bertahan sampai sekarang dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Tak lupa, bersyukurlah juga kepada Allah, yang sudah menitipkan seseorang yang perhatianya seperti orangtua kalian. Bersyukurlah juga karena sudah diberikan sedikit amanat untuk menjaga dan melindunginya dengan baik selain orangtua mereka. Pokoknya harus perbanyak bersyukur deh! Jagalah pasanganmu dengan baik, lakukan apa yang terbaik, yang bisa kamu lakukan dan jangan ragu.

Ngomong begini aja mimin jadi pengen nangis. Bagaimana tidak, mimin tuh selalu mengatakan pada diri sendiri, betapa beruntungnya orang lain yang mendapatkan pasangan yang di inginkan sedari dulu. Apalagi ketika sudah lama menjalin hubungan, malah melakukan perselingkuhan. Berapa ribu kenangan yang harus dikorbankan? Berapa ratus kebaikan yang tak terlihat hanya karena satu kesalahan? Berapa puluh janji dan kepercayaan yang ternodai hanya dengan satu kesalahan? Pikirkan baik-baik sebelum berselingkuh, karena tidak akan ada yang baik-baik saja setelah perselingkuhan itu terjadi. Tetap semangat kalian, dalam hal apapun tetaplah memberikan yang terbaik. See you!

Us

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan. Centang Beri Tahu Saya untuk mendapatkan notifikasi dari komentarmu. :)
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internetmu. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kamu menggunakan plugin "AdBlock" ya? Yuk matikan dulu fitur Ad-Blocknya dan masukkan anaksenja.com ke dalam whitelist plugin pemblokiran iklanmu!
⋯⋯⋯
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini. Terimakasih sudah berkunjung. :)
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.