Puisi - Letak Peduli


Terlihat seorang kerempeng di sudut ruang sempit
Merambat kuat dan tergelincir licinnya cat dinding
Mata tersayu paksa tanpa ada yang meminta
Gigi tergerus terus seiring gigil yang melanda

Siapa yang peduli?
Apa harus peduli?
Bagaimana jika tak peduli?
Apa untungnya peduli?

Tercium aroma masakan yang mengenakkan
Saling bertabrak satu sama lain bergantian
Terbesit beberapa porsi yang begitu menawan
Namun hanya merayu tanpa undangan

Siapa lagi yang peduli?
Lagi-lagi apa harus peduli?
Bagaimana jika tak peduli lagi?
Apa lagi untungnya jika peduli?

Terdengar suara teriakan di luar ruangan
Menyorakkan kebanggaan dengan lantang
Berjingkrak-jingkrak sendirian tanpa berangkulan
Bersorak-sorak sendirian tanpa teman

Siapa sih yang peduli?
Buat apa harus peduli?
Tak usah peduli tak apa kan?
Lagi-lagi, sepertinya tak ada untungnya
Joe Azkha, 2021

0 Comments

Posting Komentar