Makna Sebenarnya di Balik Lagu Hitam Putih - Fourtwnty


Arti Lagu Fourtwnty Hitam Putih - Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang memaksa perasaannya untuk ikhlas, walau sebenarnya tak rela untuk melepaskan seseorang yang sangat dicintainya. Bagaimana tidak, jika hubungan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun akhirnya kandas hanya karena masalah yang biasa ditemui setiap hari, yakni sebuah perbedaan.

Pada kali ini anaksenja.com akan kembali menemanimu mengulik makna dari lirik lagu, yang kali ini jatahnya band indie Fourtwnty, dari album Lelaku (2015) yang berjudul Hitam Putih. Lagu ini bukanlah lagu baru, melainkan lagu yang sudah rilis beberapa tahun silam, namun eksistensinya tak pernah padam karena selain enak didengar juga mengandung makna yang sangat dalam. 

Penasaran makna apa yang terkandung di balik lirik lagu Hitam Putih? Mari langsung saja kita bahas lengkap satu persatu dari bait pertama! 

Analisis Lirik Lagu Hitam Putih dari Fourtwnty

Bagai langit dan bumi
Yang tak pernah sealam
Bagai hitam dan putih
Yang tak pernah sewarna

Di sini kita dipertemukan dengan metafora yang sangat apik, yakni penggambaran dari dua elemen yang berbeda. Dua elemen itu selalu bertolak belakang, tak sama, karena memiliki unsur yang berbeda. Seperti sepasang kekasih, yang di dalam hubungannya selalu memilih jalannya sendiri-sendiri. Saling keras kepala perihal kebenarannya masing-masing.

Bagai air dan api
Yang tak pernah senyawa
Bagai timur dan barat
Yang tak pernah searah

Kembali lagi, sama seperi sebelumnya, hanya menggunakan perumpamaan yang berbeda. Ketidak satuan karena dua unsur yang berbeda. Memang sih tak bisa bersatu, tapi bukanlah sebenarnya berbedaan adalah hal yang menciptakan sesuatu menjadi indah? Dan sebenarnya masih bisa tetap berdampingan? Seperti sandal kanan dan sandal kiri, mereka akan menjadi serasi saat berbeda? Tapi ya, setiap orang kan memiliki batas kesabaran dan pola pikir yang berbeda-beda, gak bisa disamaratakan. Yuk, lanjut ke bagian selanjutnya!

Hanya kita yang merasakannya

Ya, apapun itu yang merasakan memang hanya yang bersangkutan. Maka dari itu, janganlah mudah menghakimi orang lain hanya karena kita merasa bahwa orang lain itu terlihat salah di mata kita, karena kita gak pernah merasakannua langsung tentang bagaimana kebenaran yang dirasakan oleh orang lain tersebut.

Belajar melepaskan dirinya
Walau setengahku bersamanya
Kuyakin kita kan terbiasa
Walau inti jiwa tak terima

Dan, pada akhirnya perpisahan pun menjadi solusi akhir, karena merasa bahwa sudah tidak bisa bersama-sama. Sudah merasa tidak nyaman karena perbedaan yang sangat mengerikan. Jika masing-masing merasa benar dan keras kepala, pastinya hanya akan menciptakan masalah demi masalah di tiap harinya. Dan, seperti yang kita ketahui bahwa kesabaran manusia terkadang menemui batasnya. Saat hal itu tiba, ya tinggal the end doang.

Walau sebenarnya sabar yang habis bisa direfresh kembali, dengan cara sadar diri dan mengingat-ingat tentang segala perjuangan yang pernah dilalui sampai mencapai ke titik itu. Tapi ya, namanya manusia, pasti ada kalanya lupa.

Setelah perpisahan terjadi, hanya bisa berusaha menenangkan diri dengan beranggapan bahwa kelak akan terbiasa walau sekarang (sewaktu mengalami perpisahan) merasa sangat terluka, masih tidak terima, tak ikhlas untuk melepaskan sesuatu yang sudah dibangun sejak lama.

Apakah lagu ini related denganmu? Apa kamu juga sedang mengalami hal yang sama dengan lagi ini? Jika berkenan, silakan tulis pengalamanmu di kolom komentar yak, agar mendapat solusi dari mimin atau parasenja lain untuk menguatkan hatimu. Jika kamu merasa apa yang mimin anaksenja paparkan gak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan, langsung saja ungkapkan juga yak! Mari kita temukan makna tersembunyi di balik lirik lagu Fourtwnty yang berjudul Hitam Putih ini!

0 Comments

Posting Komentar