Makna Sebenarnya di Balik Lagu Berisik - Dere


Arti Lagu Dere Berisik - Lagu ini berisikan sebuah kritik yang ditujukan kepada orang-orang yang bermulut besar, yang sukanya berkomentar dan menghakimi siapapun secara bebas dan ngawur. Pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan kembali menemanimu mengulik lagu dari Dere, karena menurut mimin lagu ini cukup asik untuk diulik.

Lagu ini merupalan single dari Dere yang rilis di tahun 2021. Alunan musiknya terdengar simpel, ditambah dengan uniknya suara Dere menambah asyik tat kala diperdengarkan. Namun, selain memiliki sifat enak untuk di dengar, lagu ini sebenarnya menyimpan nilai sosial yang sangat tinggi lho. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas mulai bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Berisik dari Dere

Oh, manusia berisik
Bermulut satu dan bicaranya lantang
Lidah tertutup gigi
Tapi bagai terpampang

Pada bagian awal ini, berisikan keluhan tentang berisiknya mulut manusia yang selalu bicara dan terus bicara tanpa kontrol. Seperti suka berkomentar dengan sesuka hatinya, tentang hal yang tak ia suka dari orang selainnya, atau yang biasa di sebut dengan istilah nyiyir. Mungkin kita sering dipertemukan juga, dengan teman atau tetangga yang sebenarnya tak benar-benar mengenal kita tapi merasa paling benar, dan parahnya malah membicarakan kejelekan kita di belakang kita. 

Oh, manusia berisik
Berakal budi tapi terkadang lupa
Kalau hidup di dunia
Hanya bertamu saja

Terkadang kita lupa, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Lantas, buat apa kita berbuat buruk? Kenapa tidak menggunakan kesempatan yang sekali saja ini untuk terus menerus melakukan hal yang baik-baik saja? Bukankah dengan berguna untuk sesama itu juga dapat memberikan ketentraman jiwa? Tapi ya entahlah, mimin juga sering merasa kalau membicarakan kejelekan orang jauh lebih mengasyikkan daripada membicarakan kebaikan orang. Astagfirullah, yok tobat bareng-bareng! Gak baik!

Oh, manusia berisik
Punya hati tapi tak hati-hati
Beralaskan logika
Sering merasa benar

Ada bermacam-macam tipikal manusia di dunia ini, salah satunya adalah manusia yang merasa sudah memiliki ilmu banyak dan merasa yang tidak sesuai dengan apa yang ada di logikanya itu salah. Kemudian dengan mudah ia menyalah-nyalahkan orang lain yang tidak sejalan dengannya. Padahal, sebenarnya banyak kebenaran yang hanya relatif. Perlu pengkajian lebih dalam dan memperkaya sudut pandang untuk menyimpulkan suatu kebenaran. Dan, menurut mimin kebenaran itu gak penting, jika hasil akhirnya hanyalah perpecahan dan kebencian.

Untuk hidup yang hanya sekali, buat apa menimbun beban? Lebih baik hidup damai dengan menyimpan kebenaran untuk diri sendiri bukan? Dan membiarkan orang lain menemukan kebenarannya sendiri. Toh, selain gak membebani juga bisa membuat hidup terasa lebih ringan. Mari kita lanjut ke bagian reff!

Bicaralah
Secukupnya
Tak semua
Harus terucap

Pembicara yang baik adalah pembicara yang tau kapan saatnya dia bicara dan diam. Sebaliknya, pembicara yang buruk adalah pembicara yang selalu bicara kapan dan di mana saja ia berada tanpa kontrol. Masa depan itu tak ada yang tau, bisa saja hanya gara-gara salah bicara dengan orang yang tak kamu kenal pasti, nyawamu akan melayang dengan sia-sia. Hii... mengerikan!

Aku manusia berisik
Kutulis lagu ini bukan karena aku
Merasa paling benar
Tapi karena kurasa
Kadang ku juga lupa ‘tuk bicara secukupnya

Pada bagian ending di lagu ini, si Mbak Dere ingin berpesan bahwa dia jugalah manusia, yang bisa juga melakukan salah. Bisa menjadi seseorang yang paling menyebalkan, karena memang itulah sifat manusia, yakni tempatnya salah dan lupa. Namun, kita bisa berusaha melawan sifat ra nggenah itu dengan cara membiasakan menjadi diri yang terus berbuat baik.

Berpikirlah jika orang lain itu adalah kita, sehingga kita tidak akan melakukan hal buruk, seperti apa yang dilakukan orang lain kepada kita. Jika kamu ingin diperlakukan baik, ya berbuat baiklah. Jika kamu ingin dihargai, ya menghargailah terlebih dahulu. Walaupun orang lain buruk kepada kita, ya kita masabodo aja, yang penting kalau kita gak ingin digituin ya gak usah nggituin. Titik!

Baik, demikianlah kajian makna dari lagu Berisik milik Dere. Apabila kamu tak setuju dan memiliki tafsir yang berbeda, jangan sungkan tulis saja di kolom komentar yang udah anaksenja.com sediakan di bawah ini ya! Mari kita temukan makna tersembunyi di balik semua lagu yang ada di dunia ini!

0 Comments

Posting Komentar