Makna Sebenarnya di Balik Lagu Bulan Yang Baik dari Sal Priadi


Arti Lagu Sal Priadi Bulan yang Baik - Singkatnya, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang jauh dan sangat rindu kepada keluarganya, seperti merantau. Lantas ingin pulang dan menemui orang yang sangat dicintanya, dimoment spesial ditiap tahunnya. Momen apakah itu? Simak terus sampai akhir yak!

Lagu Bulan yang Baik ini rilis sebelum lebaran di tahun 2021, yang sebelumnya sempat dirilis di kanal youtubenya bang Sal, namun menjadi sangat booming setelah rilis vidio klipnya di kanal iM3 Ooredoo. Tak membutuhkan waktu lama, lagu ini sudah mendapat banyak viewers dan pendengar. Berjipun komentar positif pun juga ikut membanyjiri di kolom komentarnya.

Bagaimana tidak, lagu dari bang Sal Priadi ini bisa dibilang salah satu lagu terbaik yang pernah diciptakannya. Dengan alunan musik khas yang membuat para pendengar terbuai dan hanyut dalam setiap dayuannya, maupun dengan lirik yang sangat apik ala-ala Sal Priadi. Penasaran makna atau arti apa yang terkandung di dalam lirik lagu Sal Priadi berjudul Bulan yang baik ini? Mari, langsung kita bahas dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu Bulan Yang Baik dari Sal Priadi

Dengan kekuatan bulan yang paling baik
Harapanku besar dunia kembali asyik

Bulan yang dimasksud di sini adalah bulan Ramadhan, yang merupakan bulan atau waktu terbaik bagi umat muslim. Dan, melihat situasi saat ini, pandemi, dikarenakan virus covid -19 yang tak kunjung usai, harapannya adalah semoga keadaan ini selesai sehingga dunia akan kembali menjnadi asyik seperti sedia kala.

Kelak langit terang aku bisa terbang
Juga meski mendung tetap bebas 'tuk berkunjung

Masih dalam pengharapan agar terbebas dari pandemi. Jika sudah kembali normal, maka tak perlu khawatir lagi jika ingin kemana-mana. Misal, ingin pulang kampung bertemu keluaga dan kerabat dekat.

Lari ke hadapan orang yang kusayang
Tuhan bolehkah ini yang aku perjuangkan?

Pandemi membuat beberapa daerah menjadi lock down, di tutup rapat-rapat dengan harap pandemi segera berakhir. Kemana-mana gak boleh, ya emang rasanya jadi serba salah dan susah, tapi mau bagaimana lagi? Yang bisa dilakukan hanya berdoa kepada Tuhan. “Ya Tuhan, aku bekerja jauh-jauh hanya untuk menghidupi keluarga di kampung halaman. Aku berjuang untuk mereka. Tolong ijinkan hamba untuk bertemu dan berkumpul bahagia bersama seperti sedia kala,” mungkin doanya kurang lebih seperti itu.

Ingin kubenamkan wajahku penuh
Di telapak tanganmu yang wangi
Dan terbuka
Nyaman menenangkan

Dalam tradisi Jawa ada yang namanya sungkem, yakni bersimpuh dan memohon ampun atas segala dosa dan perbuatan kepada orang yang lebih tua, orang tua misalnya. Kemudian saling maaf memaafkan dan mendoakan yang terbaik untuk semuanya. Ini adalah momen yang paling di tunggu-tunggu semua orang, yakni mencium tangan orang tua (membenamkan wajah di telapak tangan), untuk memohon ampun.

Tak sedikit yang tak menangis saat sedang mengalami situasi ini. Bagaimana tidak, bagi para perantau momen ini adalah yang paling dinanti-nanti. Hanya karena pandemi, semuanya jadi tertunda dan malah bisa jadi dibatalkan. Walaupun semua ini demi kebaikan bersama, namun perasaan kecewa pasti akan ada. Dan, mari kita berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan semua kembali normal seperti sedia kala.

Apa kamu juga setuju dengan apa yang simpulkan anaksenja.com? Jika tidak, atau kamu memiliki pendapat lain yang mugkin seru untuk dibagikan, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar yak! Mari kita temukan arti dan makna sebenarnya di balik lirik lagu Bulan Yang Baik dari Sal Priadi.

0 Comments

Posting Komentar