Cerpen - Terlaju Rindu (Cerita Pendek Satu Paragraf)

karya : Joe Azkha

“Hai Rin, apa kabar? Lama tak jumpa. Kuharap kau baik-baik saja. Usah kau jawab, tak apa, aku hanya ingin cerita kok. Bolehkah aku numpang cerita? Lagi, seperti dulu? Jangan khawatir, ini tak kembali lagi seperti dulu. Kali ini hanya sekali ini saja, dan yang terakhir kali. Aku harap diammu ini mengiyakanku, menerima permintaan terakhirku. Terimakasih. Yahh… Rasanya rindu banget, Rin. Rindu suasana seperti ini. Suasana di saat aku bisa leluasa mengeluarkan semua cerita. Suasana di saat aku bisa mencurahkan semua perasaan, harapan, dan keluhan. Ingatkah kau? Dulu kita pernah berlomba-lomba mengucapkan selamat pagi, membahas keinsomniaan bersama aroma kopi, mendaur ulang rasa kantuk dengan candaan-candaan geli, maupun berkeluh kesah jamaah saat membicarakan masalah hati, masalah hati yang bukan dari dan untuk kita sendiri. Tapi sekarang sudah tak bisa, aku yakin seratus persen sudah tak bisa, karena posisi dan kondisi sudah tak sama lagi, sudah berbeda, berkebalikan sebalik-baliknya. Hmm... Kau sudah dimilikinya, walau ku tau dari dulu kau selalu menjaga perasaanmu rapat-rapat di depanku. Kau ragu, apakah aku juga merasaimu, menyukaimu, mencintaimu. Padahal kau sendiri tau, bahwa aku sebenarnya lebih jauh merasaimu dibandingkan tingkat merasamu kepadaku. Namun kau selalu menunggu, sampai aku akan mengungkapkan dan memesanmu secara baku. Tapi kesempatan itu tak kunjung datang, sampai akhirnya kau lelah dan lebih memilih pergi bersamanya. Saat itu aku sangat pilu, sendu, dan tenggelam hebat di dalam haru yang mengalir deras di permukaan pori-pori mukaku. Otakku tersudut kaku, diujung penyesalan yang tak bertuan. Tapi apa daya, aku terlambat, aku terlalu takut untuk mengambil langkah, bak anak TK yang bahkan tak mau melihat air saat berada dalam pelajaran berenang. Dan, pada akhirnya kau pergi, bersama harapanku yang kau bawa lari. Terimakasih sudah mendengarkan sampai usai. Aku harap kau tak langsung bosan mendengarkan cerita terakhirku ini, Rin. Semoga kau bahagia bersamanya ya? Sampai jumpa di lain waktu,” ucap Aska sembari berdiri dan meninggalkan makam Rindu dengan perlahan.

0 Comments

Post a Comment