MELAWAN KETIDAKPASTIAN - SOKASIK#2


Hii, Hola! Ketemu lagi bareng Us. Pada Episode Sokasik kali ini, Us akan membahas tentang tema yang meresahkan sebagian orang dan tidak akan pernah habis sampai tujuh hari tujuh malam jika dibahas sampai ke akar-akarnya! Temanya yaitu melawan ketidakpastian. Tema ini termasuk dalam circle pembahasan yang serius. Seharusnya sih gitu, hehe.

Ngomong-ngomong soal ketidakpastian pasti berkaitan erat dengan luka. Iyaa, luka yang entah disengaja, tidak disengaja, tercipta karena orang lain, maupun diciptakan oleh diri sendiri. Aku sering mendengarkan beberapa kisah hubungan seseorang dan selalu menguatkan dengan mengeluarkan kalimat seperti ini.

“Ayo move, kamu berada diantara ketidakpastian itu pertanda sudah tidak ada yang bisa diharapkan lagi”.

Well, sekarang aku mengerti ketidakpastian itu adalah kata yang paling menyakitkan. Padahal perempuan itu adalah makhluk paling kuat, tetapi 90% terluka karena ketidakpastian. Mungkin benar kalimat ini, banyak yang menjalin hubungan karena kesepian bukan karena kesiapan

Aku pernah membaca kata-kata dari Steaphanspeaks, kurang lebih seperti ini.

“Berhentilah menunggu lelaki untuk 'siap'. Siap berkomitmen, siap bertanggung jawab, dan siap yang lainnya.”

Mungkin kita sebagai perempuan yang pernah punya gebetan,

"Wah sebenernya laki-laki ini baik orangnya. Pekerja keras, sayang keluarga, pintar, wawasannya luas, pergaulannya luas. Tapi sayang, kok dia tidak mau komitmen ya? Kok cara dia mengelola emosi masih jelek ya? Kok dia belum dewasa ya? Ah aku harus bisa bikin dia jadi dewasa, biar dia bisa jadi suami yang ideal untuk aku nanti."

Tapi setelah ditunggu, ditunggu lagi dan ditunggu terus, ternyata orangnya tidak berubah sama sekali. Tetap tidak mau komitmen. Tetap tidak dewasa. Padahal kita sudah berusaha mencintai dia, mendukung dia untuk jadi dewasa, menasehatin dia dengan sepenuh rasa. Tetapi apa yang terjadi? Mengapa masih seperti itu? Karena dalam diri dia sendiri tidak ada rasa bersalah. Dia berpikir bahwa tidak ada yang perlu dia ubah dari dalam dirinya. Atau mungkin dia mengerti ada hal yang perlu diubah, tapi niatnya setengah-setengah. Atau mungkin (maaf) kamu tidak terlalu penting untuk dituruti keinginannya. Jadi mau dinasehatin seperti apa tidak akan mempan. Mau ditunggu sampai tua kalau orangnya tidak mau berubah tidak akan berubah.

Tidak ada yang perlu disalahkan, tak perlu juga menyalahkan diri sendiri jika hubungan yang kamu impikan di masa depan tiba-tiba menghilang. Banyak juga kok, yang berpacaran cukup lama sudah merencanakan masa depan bersama tetapi menikah dengan orang lain. Mengapa semua itu terjadi? Sebab sebelum itu timbul beberapa masalah kecil yang kemudian membesar mejadikan keragu-raguan. Selanjutnya memilih untuk saling menenangkan diri semakin minim komunikasi dan jeda semakin merajalela. Oleh sebab itu, munculah kata ketidakpastian.

Jika kamu bisa melawan kata tersebut, pasti tidak akan ada pikiran untuk menikah dengan orang lain. Sayangnya beberapa pasangan lebih overthingking pada ketidakpastian tanpa melawanya. Siapa yang disalahkan kalau sudah seperti ini? Mungkin aku sendiri tidak tau benar akan rasanya. Tetapi setidaknya aku sudah mulai melawan kata ketidakpastian ketika dekat dengan beberapa laki-laki.

Sejujurnya ketika melawan ketidakpastian akan memunculkan rasa percaya yang teramat dalam, hingga kepercayaan itu kemudian menjadi rasa kecewa. Iyaa, jujur kata perempuan butuh kepastian itu sangat benar adanya. Laki-laki bisa mendekati banyak perempuan kemudian memilih salah satu diantara mereka. Laki-laki menggunakan setengah logikanya, tetapi tidak dengan perempuan yang selalu menggunakan seluruh perasaanya dan terkadang mengenyampingkan logikanya.

Semua tergantung diri kita sendiri, tapi saranku carilah lelaki yang pasti. Jangan ada kata tidak sebelum kata pasti. Jika harus memilih dari laki-laki yang lama kita kenal tetapi berada dalam circle ketidakpastiaan, atau dari orang baru yang memberikan kepastian aku akan memilih orang baru yang memberikan kepastian. Kalau kamu mau milih yang mana coba? Hihihi.

Mungkin untuk penutup, Us ingin pesan supaya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah ketidakpastian. Karena sesungguhnya, sebuah kepastian itu lebih menentramkan hati dan juga pikiran. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan. See you teman-teman!

0 Comments

Posting Komentar