Makna di Balik Lagu Aku Enggan Ke Bandung Bila Kau Tak Ada - Adhitia Sofyan


Makna Lagu Adhita Sofyan - Aku Enggan Ke Bandung Bila Kau Tak Ada ~ Setelah sukses dengan beberapa lagu ciptaannya, salah satunya yang berjudul Sesuatu di Jogja, kali ini Adhita Sofyan kembali merilis sebuah lagu yang di dalamnya memiliki nama kota lagi, yakni Bandung. Siapa yang tak tahu Bandung? Jangan hanya mengenal wajiknya, tapi kenali juga kotanya!

Banyak yang mengatakan bahwa Bandung merupakan salah satu kota terbaik untuk jatuh cinta. Mungkin, karena di sana banyak orang-orang cakep. Atau mungkin di sana banyak ditemukan orang-orang jatuh maupun patah hati. Atau mungkin ada kemungkinan lain? Tulis di kolom komentar ya!

Pada kesempatan kali ini, anaksenja.com akan mengajakmu untuk mencari arti lagu Aku Enggan Ke Bandung Bila Kau Tak Ada dari Adhitia Sofyan. Tanpa panjang lebar, mari kita mulai saja pembahasannya!

Analisis Lirik Lagu Aku Enggan Ke Bandung Bila Kau Tak Ada - Adhitia Sofyan

Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
Untuk apa aku menyiksa diri sendiri
Aku enggan ke Bandung bila kau tak ada
Untuk apa aku membunuh diri sendiri

Pada bagian pertama ini adalah bagian awal yang di dalamnya terdapat ide pokok. Enggan berarti tak mau. Tak mau ke Bandung apabila sang pujaan tak ada di sana. Tak ada di sini bisa bermakna ganda, begitu pula kata Bandung. Mungkin saja saat sekolah, kuliah atau kerja di sana, Bandung menjadi tempat bertemunya dengan sang pujaan hati, jadi Bandung diibaratkan dengan sebuah hati.

Jadi, rasanya sangat malas apabila menggunakan hati namun bertepuk sebelah tangan. Dia ada di hatiku, tapi aku sama sekali tak ada di hatinya. Setelah terjadi sebuah kisah seperti itu, pasti yang ada hanyalah sebuah kesakitan ataupun kekecewaan. Pada lagu ini, hal tersebut diibaratkan dengan kalimat menyiksa dan membunuh diri sendiri.

Setiap sudut menyimpan namamu
Detak detik menggambar wajahmu

Dulu pernah menelurusi Kota Bandung bersama-sama, sehingga di setiap tempat (sudut kota) memiliki cerita, pesan dan kesan tersendiri saat mengingatnya. Tak hanya tampat, senyumannya juga sangat tergambar jelas di ingatan. Pada bagian ini menyisipkan nilai kerinduan yang teramat sangat karena membuat diri menjadi terus mengenang dan membayangkan dirinya di setiap saat.

Akankah waktu mengulangnya lagi
Kutunggu saat kau pulang kembali

Jika pada bagian sebelumnya berisi kerinduan, pada bagian ini berisikan penyesalan. Berharap waktu bisa diulang. Mungkin untuk memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat? Atau mungkin untuk menikmati saat-saat terakhir sebelum kepergiannya. Hmm ... maknanya bisa merambah kemana-mana nih, jadi merinding kalau membayangkan ke arah sana.

Lirik pada lagu ini memang bisa di bilang sangat singkat. Hanya terdiri dari delapan baris yang di ulang sebanyak tiga kali. Namun tak sembarang mengulang, pada setiap detik dan bagian pengulangannya pasti ada maksud dibaliknya. Semisal kamu sedang berdoa. Jika kamu ingin dan berharap sekali pasti akan melakukan doa berulang kali kan? Maka dari itu jangan anggap remeh suatu pengulangan, karena mungkin terselip keseriusan di tiap-tiap titik ulangnya.

0 Comments

Post a Comment