Makna di Balik Lagu Sampai Jadi Debu - Banda Neira


Makna Lagu Sampai Jadi Debu dari Banda Neira - Kali ini anaksenja.com akan mengajakmu membedah makna atau arti yang terkandung di dalam lirik lagu Banda Neira yang berjudul Sampai Jadi Debu. Lagu yang rilis sekitar tahun 2016-an ini sempat boming di eranya dan bahkan sampai saat ini masih banyak yang masih mendengarkan atau menyanyikannya. Lirik dalam lagu ini bisa dibilang cukup singkat dan padat, namun memiliki makna yang sangat luas dan luar biasa.

Banda Neira adalah grup musik yang terdiri dari dua anak muda, yaitu Rara Sekar dan Ananda Badudu. Mereka berdua membentuk Banda Neira di awal tahun 2012-an, tepatnya di bulan Februari. Kemudian melahirkan album pertamanya di tahun yang sama, di bulan Agustus, dengan Album EP  yang bernama "Di Paruh Waktu". Seiring berjalannya waktu semakin serius degan merilis single-single baru, hingga akhirnya sampai di tahun 2016 merilis album keduanya yang diberinama "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti".

Pada album kedua inilah yang salah satu judul lagunya akan kita bedah maknanya, yaitu yang berjudul Sampai Jadi Debu. Lagu yang mungkin memberi kesan kepada orang awam yang pertama kali mendengarkan lagunya, "Mana sih lagunya? Apa selama lima menitan cuma suara piano doang?!"

Memang lagu ini didominasi dengan iringan piano yang sangat indah dan cukup memakan waktu di awal-awal lagu. Namun, hal itu tidak mengubah keindahan dari keseluruhan lagu. Lama kelamaan pasti akan bisa menikmati dan mengerti bahwa lagu ini bukanlah lagu buru-buru, melainkan lagu serius yang membutuhkan banyak waktu untuk menghayati dan menikmatinya.

Buat kamu yang mengaku anak senja banget, rugi deh kalau belum pernah mendengarkan lagu ini. Dan untuk kamu yang udah kebelet ingin tahu makna apa di balik lirik lagu Banda Neira yang berjudul Sampai Jadi Debu ini, mari kita mulai pembedahan lirik lagunya!

Analisis Lirik Lagu Sampai Jadi Debu - Banda Neira

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersamamu

Badai adalah sebuah kata yang memiliki arti angin kencang yang menyertai cuaca buruk. Bisa kita ambil kesimpulan bahwa badai merupakan suatu gejala alam yang bisa berdampak buruk bagi manusia, dan hal itu bisa membuat membebani siapa pun yang terkena dampaknya. Sedangkan Tuan memiliki makna orang tempat mengabdi, atau yang bisa kita sebut dengan majikan. Jadi, bait badai Tuan telah berlalu ini memiliki makna waktu seusai setelah bekerja.

Selesai dari pekerjaan di sini bisa dimaknai beberapa hal, memang benar-benar pulang dari kerjaan atau berakhir masa kerja (pensiun). Kita ambil pilihan yang kedua ya, supaya keromantisannya bisa ngena banget.

Bayangkan saja sepasang kakek nenek sedang berduaan, berbincang mesra karena rasa cintanya tidak berubah sedari muda. Mereka berbincang seusai bangun dari tidur, kemudian sang nenek menatap mesa suaminya dan bersyukur telah memilikinya. Bersyukur karena sang suami telah setia menemani selama hidupnya, dan juga bersyukur karena dianugerahi malaikat penjaga yang selalu merawat dan melindungi di setiap harinya.

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku

Seperti pada bagian awal, bagian ini memiliki struktur yang hampir sama. Badai Puan memiliki makna seusai masa-masa mencari pasangan (untuk sang kakek) karena sudah merasa menemukan pasangan idaman di hadapannya (sang nenek). Kemudian ia juga bersyukur, karena segala cobaan dan rintangan yang selalu terjadi di setiap harinya, istrinya (sang nenek) tetap ada di samping dan menyuportnya. Serta meyakinkan istrinya bahwa ia adalah sesosok polisi yang tangguh, siap mengorbankan seluruh jiwa raga untuk menjaga dan melindungi istrinya tersebut sampai kapanpun itu. Wow, suami idaman!

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Ini adalah bagian inti dari lagunya, yaitu bagian reff. Pada bagian ini memiliki makna tentang sebuah kesetiaan yang tiada tara. Terlihat dari bait pertama sampai akhir, semuanya mengandung makna kebersamaan yang sangat erat sampai akhir hayat.

Bersama sampai tua, bahkan sampai tak ada, yang diibaratkan dengan "debu". Debu bisa berartikan abu di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Seperti yang kita ketahui, ada sebuah ritual yang dilakukan oleh salah satu agama tertentu, yakni dengan membakar jenazah seseorang sampai menjadikannya abu. Hal ini menggambarkan bahwa abu di bagian reff ini berartikan sudah tiada, atau akhir hayat, atau meninggal. Pengibaratan dengan ritual tersebut hanya untuk menguatkan suatu kata agar memiliki makna tertentu. Sekarang lanjut ke bagian selanjutnya!

Umumnya seorang manusia, setelah tiada pasti akan dikubur ke dalam tanah. Dimasukkan kedalam liang lahat, kemudian di tutup permukaannya dengan tanah lagi. Pada dua baris terakhir di bagian reff ini memiliki makna terus bersama-sama sampai kapan pun juga, walau itu sudah berbeda dunia pun. Sungguh, kesetiaan yang tiada tara.

Bagaimana, apakah kamu juga ingin memiliki pasangan yang bisa menemanimu sampai kapanpun juga? Mimin juga kepingin sih dapat yang begituan, hehe. Semoga kita semua mendapatkan yang seperti itu ya!

Demikianlah kajian makna / arti lagu dari lirik lagu Sampai Jadi Debu milik Banda Neira. Jika kamu memiliki makna lain yang berseberangan dengan yang anaksenja.com ulas di atas, silahkan tulis pendapatmu tentang lagu Sampai Jadi Debu ini di kolom komentar. Mari kita kuak bersama-sama tentang makna dari lagu ini sedalam-dalamnya!

0 Comments

Posting Komentar