Cerpen - Gara-Gara Anjay


Sore itu, di desa sebelah mengadakan lomba kolongan burung merpati. Lomba ini rutin diselenggarakan setiap sebulan sekali. Selain hadiahnya yang menggiurkan, acara lomba ini juga sebagai sarana silaturahmi antar pecinta burung merpati.

Siang menjelang sore, tepat pada pukul tiga lomba akan segera dimulai. Sekitar lapangan lomba sudah terlihat sangat ramai, bersiap-siap untuk melihat atraksi dari beberapa merpati. Para peserta tampak gagah membawa kandang yang berisi burung merpati kebanggaan di posisinya masing-masing. Salah satu dari mereka, ada yang membawa merpati berwarna merah dengan bulu cukup lebat di tungkaknya. Burung itu selalu menjadi juara pertama dilomba-lomba sebelumnya. Maka dari itu, burung itulah yang menjadi jagoannya Icuk.

Akhirnya, lomba pun dimulai. Terlihat si merah, jagoan Icuk itu tampak lihai melambung di udara. Melayang cepat bagaikan roket, merpati itu melesat langsung ke dalam kotakan yang sudah disediakan panitia lomba. Masuk pertama, membuat merpati merah itu menjadi juara lagi di sore itu.

"Anjaaaaayyyy!" celetuk Icuk.

Ia sangat gembira jagoannya menjadi juara. Hal itu menandakan bahwa sepulang dari lomba, ia mendapatkan mi ayam gratis dari Udin yang sebelumnya sudah sempat menyepakati sebuah taruhan.

"Gila Lo, Cuk! Pamali ngomong gituan goblok!"

"Lah emang napa, Din? Cuma bilang anjay doang juga."

"Anjrit! Lo ga tau? Itu kata kalau diucap bisa bikin Lo masuk penjara?!"

Mendengar pernyataan Udin, Icuk merasa geli dan tertawa. "Anjaaayyy ... bisa aja lu Din, hahaha."

"Anying! Lo itu punya telinga kaga sih?! Dibilangin jangan ngomong itu, masih aja ngomong!"

"Lah, kenapa Lo gak di penjara saat seenaknya ngomong kata-kata kasar lainnya?" ucap Icuk penasaran.

"Lah, Lo beneran gak tau?"

"Emang Lo tau?"

"Ya kagak, tapi pokoknya kemarin Gue lihat youtube, beritanya kek gitu!"

"Yaelah, gak valid. Mungik juga Lo nonton beritanya yang cuma foto doang didubbing suara google. Ya kan? Anjaaaa ..." ucap Icuk belum usai yang dipotong Udin dengan nada pelan penuh ancaman.

"Sekali lagi Lo ngomong itu, Gue gak mau tanggung jawab kalau nantinya Lo masuk penjara, nying!"

"Din, sabar dong. Kok malah marah-marah sih?"

Udin tersadar setelah melihat paras melas Icuk. Langsung ia elus dadanya guna meredam emosi yang kian meronta.

"Sory ya, Cuk. Bukannya apa-apa nih, Gue cuma gak mau kalau nantinya Lo masuk penjara gara-gara ngomong anjay." Tiba-tiba Udin terdiam. Merasakan bahwa sepertinya ada kejadian aneh yang baru saja terjadi tanpa ia sadari. "Eh?!"

"Lah lu kok juga malah ngomong?! Gue laporin nih!"

Udin tersentak kaget. Tubuhnya langsung merinding setelah membayangkan dirinya berada di dalam sel tahanan, bersama para narapidana kasus penganiayaan dan pembunuhan.

***

Judul   : Gara-Gara Anjay
Penulis: Joe Azkha
Tahun  : 2020

0 Comments

Posting Komentar