Cerita Anak - Itik Putih yang Malang


“Hai Putih?! Kamu tersesat ya? Hahaha,” ejek segerombolan itik coklat.

Putih adalah julukan untuk seekor itik yang memiliki warna bulu unik. Ia memiliki warna bulu putih, sedangkan yang lainnya memiliki warna bulu coklat. Putih selalu mendapat ejekan dari teman-temannya karena perbedaannya tersebut. Namun si Putih selalu sabar, dan tidak menaruh dendam kepada siapapun yang mengejeknya.

Suatu hari, Putih berjalan-jalan di pinggir danau. Ia ingin mencari air segar untuk diminum. Namun, tiba-tiba saja ia mendengar suatu teriakan minta tolong.

“Toloooong! siapapun tolong aku!”

Teriakan itu berasal dari tengah danau. Terlihat seekor itik coklat yang sedang tenggelam karena tidak bisa berenang. Tanpa pikir panjang, si Putih pun langsung berenang dan menyelamatkan itik coklat.

Setelah bersusah payah, akhirnya mereka sampai ke pinggir danau.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya si Putih.

“Tolong sampaikan pesan ke teman-temanku ... uhuk ...” jawab itik coklat dengan terbatuk-batuk.

“Kamu pasti bisa hadapi semua ini, jangan menyerah!”

“Tapi ... uhuk ... tolong sampaikan ke teman-temanku...”

“Tentang apa?” tanya si Putih dengan rasa takut.

“Tentang, aku telah berhasil menipumu.”

Si Putih pun bingung. Ia tak mengerti maksud dari perkataan itik coklat yang telah ia selamatkan.

“Hahahahaha, dasar payah! Mana mungkin itik tidak bisa berenang! Hahaha,” teriak teman itik coklat yang berada di balik semak-semak.

Si Putih pun merasa sangat sedih. Ternyata ia telah ditipu oleh teman-temannya. Ia pun pergi meninggalkan danau diiringi suara teman yang mentertawakannya.

Beberapa hari kemudian, cuaca di siang hari terasa panas. Beberapa itik coklat pun berencana ingin berenang bersama-sama.

Ketika mereka berenang bersama-sama, salah satu dari mereka melakukan adegan tenggelam seperti sebelumnya.

“Tolong! Kakiku kram! Aku tidak bisa berenang!”

Semua temannya mentertawainya, kemudian meninggalkannya di tengah danau dengan keadaan masih meminta tolong. Tidak ada yang tahu bahwa ia benar-benar meminta tolong karena kakinya sedang kram.

Setelah semua itik coklat sampai ke pinggir danau, mereka pun berhenti tertawa. Mereka melihat ada kepala buaya yang berenang mendekati teman mereka yang masih berada di tengah danau dan berteriak minta tolong.

“Awas! Ada buaya di belakangmu!!!” teriak beberapa itik coklat dari pinggir danau.

“Tolong aku, aku benar-benar tidak bisa berenang. Aku sudah mulai lelah. Tolong akuuu!”

Tak ada satupun itik coklat yang berani mendekati danau. Mereka sangat takut dengan buaya. Mereka hanya bisa berteriak dan menangis di pinggir danau.

“Eh teman-teman! Lihat itu!”

Saat buaya semakin mendekat, tiba-tiba saja ada seekor itik yang berani berenang menghampiri itik coklat yang hampir tenggelam. Semua terpana dan berteriak menyemangati itik yang berusaha menyelamatkan temannya tersebut.

“Ayo! Kamu pasti bisa! Ayo terusss!!!” teriak itik coklat yang berada di pinggir danau.

Setelah dilihat kembali, ternyata yang menyelamatkan mereka itu adalah itik yang memiliki bulu berwarna putih.

“Eh, bukannya itu si Putih?! Ayo putiiihh!!! Kamu pasti bisa!”

Si Putih pun bersusah-payah menyelamatkan itik coklat yang hampir tenggelam dan termakan buaya. Walau hampir dekat dengan pinggir danau, buaya itu terus mengejar si Putih yang mulai kelelahan.

Tanpa meminta tolong, tiba-tiba semua itik coklat yang ada di pinggir danau melempar beberapa batu ke arah buaya. Tanpa terduga, buaya tersebut berputar arah setelah salah satu batu yang dilempar mengenai matanya. Akhirnya mereka berdua tiba di pinggir danau dengan sambutan hangat dari beberapa itik coklat yang senan tiasa menanti mereka.

“Terimakasih, Putih. Kamu telah menyelamatkanku,” ucap itik coklat yang telah diselamatklan si Putih.

“Aku juga mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkanku dari buaya yang mengejarku,” jawab si Putih dengan senyuman.

“Kenapa kamu mau menolongku? Padahal aku sudah jahat kepadamu?” tanya itik coklat dengan penasaran.

“Karena kita semua saudara, sudah seharusnya kita saling tolong menolong satu sama lain.”

Jawaban dari si Putih telah menyadarkan semua itik coklat. Mereka menangis dan meminta maaf karena pernah berbuat jahat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Setelah kejadian tersebut, tidak ada lagi yang mau mengejek si Putih. Semua hidup bahagia bersama tanpa memandang warna bulu yang berbeda.

*****

Judul   : Itik Putih yang Malang
Penulis: Joe Azkha
Tahun  : 2020

0 Comments

Posting Komentar