Alasan Nasi Menangis Saat Makanan Tidak Dihabiskan


Nasi Menagis Saat Tidak Dihabiskan - Sering kita dengar saat kita tidak menghabiskan makanan di piring kita, terutama nasi. Orang tua mengingatkan kita untuk menghabiskannya, tidak menyisakan atau membuangnya. Kemudian diikuti dengan kalimat, “Nanti kalau makannya tidak dihabiskan, nasinya nangis lho?”

Kali ini mimin Anak Senja akan mengajakmu berfilsafat sedikit mengenai salah satu pesan orang tua yang selalu diucapkan saat kita tidak menghabiskan makanan. Entah itu makanan yang diambilkan orang tua atau kamu ambil sendiri. Apakah nasi akan benar-benar menangis saat kita tidak menghabiskannya?

Sebenarnya, orang tua menakut-nakuti anaknya dengan perumpamaan “nasi atau makanan akan menangis jika tidak dihabiskan” untuk mendidik anaknya agar bisa menghargai salah satu rezeki yang telah diberikan Tuhan. Makanan adalah salah satu rezeki karena merupakan sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan. Dengan makanan kita bisa bertahan hidup, karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Anak diharapkan bisa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Selain bersyukur, makna lain yang terkandung di kalimat “nasi atau makanan akan menangis jika tidak dihabiskan” adalah menghargai sesama manusia. Ada beberapa tahap yang melibatkan peran serta manusia lain sebelum terjadinya sebuah nasi atau makanan. Salah satu contoh nyatanya adalah petani. Ia menanam padi hingga beberapa bulan lamanya dengan segala cara agar tanamannya bisa subur dan menghasilkan beras yang baik.

Proses untuk pembuatan beras juga tidaklah instan, diantaranya adalah membajak sawah, membuat irigasi agar suplai air tercukupi, membasmi hama-hama denga pupuk atau usaha mandiri, dan lain sebagainya. Semua itu dilakukan di bawah terik matahari. Betapa banyak waktu dan tenaga yang telah dikorbankan petani untuk memperoleh sebutir beras. Belum lagi tentang masalah biaya, yang bisa saja rugi besar saat terjadi suatu peristiwa yang mengakibatkannya gagal panen. Sungguh mulia jasa petani bagi kehidupan manusia, terutama di Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok.

Selain petani, peran serta penjual pasar juga sangatlah penting. Banyak agen-agen beras, baik itu di pasar atau di warung yang turut membantu agar beras bisa diterima oleh para konsumen. Kemudian diolah menjadi nasi oleh ibu atau perusahaan-perusahaan makanan.

Cara mendapatkan beras pun juga tak kalah penting. Tidak banyak seseorang yang bisa mendapatkan beras dengan cara cuma-cuma. Pada umumnya, seseorang memperoleh beras setelah ia membeli menggunakan uang dari hasil bekerja. Seperti halnya seorang ayah, yang merupakan tulang punggung keluarga. Tanggung jawabnya sangatlah besar. Harus memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, salah satunya adalah makan. Bekerja setiap hari agar mendapat penghasilan, kemudian membelanjakan penghasilannya untuk membeli makanan.

Proses mengolah beras menjadi nasi atau makanan juga membutuhkan usaha yang tidak mudah. Seorang ibu, yang biasanya menjadi juru masak keluarga juga membutuhkan pengalaman dan usaha agar bisa menciptakan makanan yang enak. Ia berusaha semaksimal mungkin, sebisanya, agar makanan yang ia olah bisa diterima dan dinikmati oleh keluarganya.

Makna kalimat “nasi menangis”, sebenarnya hanyalah istilah untuk menggambarkan kesedihan dibalik proses pembuatannya apabila tidak dihargai sebagaimana fungsinya. Selain itu, bisa juga menjadikan kita agar sadar diri. Tidak banyak orang yang bisa menikmati makan di setiap harinya. Masih ada banyak orang yang kesusahan, bekerja sampai menguras semua tenaga yang dimilikinya setiap hari, bahkan ada yang tak bisa bergerak sehingga tidak bisa mendapat penghasilan. Masih banyak pejuang makanan yang ada di luar sana.

Jadi, agar kita bisa menghargai jerih payah orang lain sehingga tidak membuat nasi menangis, marilah mulai membiasakan diri dengan menghargai setiap makanan yang tersaji di depan kita.  Jika kamu memiliki pesan orang tua yang masih membuatmu bingung atau bertanya-tanya, silahkan tulis saja di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di pembahasan berikutnya!

0 Comments

Posting Komentar