Cerbung: Sembunyi dalam Sunyi (Bagian 14)


<<sebelumnya di bagian 13...

“Ciiiiiitttt…. Tinnn… Tinnn… Tiiiinnnnn!! Guk!!!” bunyi decit kampas rem dan klakson dari beberapa mobil di depan halte.

Tanpa melihat sekeliling, Aska langsung berlari menyeberang jalan dengan harap bisa mengejar Kina. Ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal di benaknya, yaitu tentang apa yang membuat sikap Kina akhir-akhir ini berbeda.

Sesampainya di depan kampus, Aska melihat seorang cowok kekar yang berdiri di ujung gerbang. Tanpa berpikir lama, ia pun langsung lari mendekatinya. Tampak dari dekat, cowok tersebut mengenakan pakaian satpam yang sangat rapi, namun berwajah pucat.

“Pak, liat cewek yang lari ke arah kampus nggak?”

“Hmm..” gumam pak satpam sembari menunjuk ke arah fakultas teknik.

Aska pun langsung berlari menuju fakultas teknik tanpa meninggalkan sepatah katapun kepda orang yang telah membantunya menunjukkan arah.

“Eh, sepertinya gue pernah lihat satpam itu. Tapi di mana ya?” gumam Aska di dalam hatinya. “Asudaaah lahhh.. yang terpenting Kina!”

Aska mengabaikan ingatannya, dan fokus untuk lari menuju fakultas teknik. Suasana malam itu cukup mencekam. Sekitar jalan yang dilaluinya terlihat sepi. Hanya angin malam yang tampak ramai ketika bergoyang bersama dedaunan di pohon-pohon rindang.

Kurang lebih berjarak lima puluh meter, terlihat ada dua wanita yang sedang duduk di sudut fakultas teknik. Satu dari wanita tersebut menyangga kepalanya dengan lutut, seperti sedang menangis.

Aska pun berjalan pelan menghampiri mereka. Setelah semakin dekat, tiba-tiba saja Aska terhentak kaget. Dua orang wanita yang selama ini ia cari ada di hadapannya.

"Lu... Ngapain ama Kina di kampus malam-malam gini?" tanya Aska bingung.

"Higss... Huhuhu... Mmmm.... Higsss..."

Terdengar tangisan Kina yang cukup lirih namun terasa amat memilukan. Tak lama kemudian, tiba-tiba terasa sentuhan lembut di tangan kiri Aska.

"Eh, elu. Ikut aku bentar yuks!"

Aska tampak sangat bingung. Isi kepalanya berputar-putar. Cewek yang selama ini ia cari muncul di hadapannya begitu saja bersama sahabatnya dan langsung menyeretnya.

"Eh bentar, ini ada apa sih?! Itu Kina kan? Ngapain dia nangis gitu?" tanya Aska bingung.

"Udah lah, ayo ikut aku bentar. Aku udah pingin banget nih... Ahhh..." sahut cewek itu dengan desahan pelan.

Cewek tersebut menyeret Aska menjauh dari Kina yang masih saja terlihat sendu dalam tangisan. Genggaman cewek tersebut terasa semakin erat, Aska pun sedikit merasa kesakitan.

"Yaampuuun... Dasar cewek, santai aja dong... heheeheee..." cengenges Aska dengan pikiran liarnya.

Tempat tujuan cewek tersebut semakin jelas, ia mengarah ke kamar mandi teknik. Aska pun secara reflek melihat ke arah bawah tangga, dan terlihat seorang lelaki yang pernah dijumpainya. Tidak lain dan tidak bukan, dia adalah cowok yang pernah menemaninya menguping beberapa hari lalu.

"Brak!"

Cewek itu menyeret Aska masuk ke dalam dan membanting pintu kamar mandi dengan penuh emosi. Menempelkan tubuhnya dan memandang Aska dengan tatapan tajam.

"Yaampun... Lu kok kasar sih. Harusnya kan..." ucap Aska belum usai.

"Bacot! Sekali lagi lu cerewet, gue bunuh lu!" bentak cewek tersebut dengan menodongkan sebilih pisau di perut Aska.


--------------

Ini adalah episode sebelum episode akhir. Sebenarnya siapakah sebenarnya cewek misterius tersebut? semuanya akan terkuak di episode selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar