Cerbung: Sembunyi dalam Sunyi (Bagian 13)


<<sebelumnya di bagian 12...

Masih ada kesempatan kedua. Hal ini dimanfaatkan Aska dengan sebaik-baiknya. Berdandan serapi mungkin, tak luput dengan semprotan parfum yang sangat berlebihan, dengan harapan dapat memikat Indah pada pandangan pertama.

Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Aska berangkat dari rumah pukul lima sore. Setibanya di tempat perjanjian, Aska menanti jalannya waktu dengan ditemani senja yang beranjak pergi. Tanpa secangkir kopi, hanya hembusan polusi dari mobilisasi kendaraan yang melalu lalang di hadapannya.

Terlihat seorang gadis yang hendak menyebrang menuju halte depan kampus. Aska sangat mengenal cara jalannya. Tidak lain dan tidak bukan, dia adalah teman sejatinya sedari ospek di kampusnya.

“Kina!” teriak Aska.

Memalingkan pandangan dari arah kanan menuju halte depan, Kina langsung menggagalkan niatannya untuk menyeberang. Hal tersebut mengingatkan Aska tentang kejadian beberapa hari yang lalu, saat tiba-tiba ia ditampar tanpa alasan.

Bersamaan dengan itu, tampak mobil mewah berplat merah yang ternyata adalah Indah. Keluarlah ia dari mobil dan menghampiri Aska dengan pakaian yang sangat menggoda.

“Eh, Ndah. Lu tau gak itu Kina kenapa?” tanya Aska kepada Indah yang baru saja diba di sampingnya.

“Lah, lu ga tau? Biasanya elu kan yang suka beberin aibnya?”

“Ssstttt!!! Seriusan ini!” sahut Aska sembari menutup mulut Indah dengan jari telunjukknya.

“Cuih.. Gila lu! Nyuruh diemnya biasa aja kali, jari lu masuk ke mulut bego!”

“Ya sory, cepet gih ceritain!”

“Ogah..” ujar Indah seraya berpaling meninggalkan Aska.

“Eeehhhhh.. bentar dulu bambankkk!!” teriak Aska sambil menarik baju Indah.

“Eee goblok jangkrik!! Kaos aing molor nih!”

“Makannya jangan asal pergi aja, ceritain dulu lah. Pliss,”.

Muka memohon Aska mampu meluluhkan kerasnya jiwa Indah yang sebenarnya sangat enggan untuk memberi informasi apapun mengenai Kina. Indah pun menceritakan semuanya kepada Aska.

Kebenaran yang terucap serentak mengejutkan Aska. Ia pun langsung pergi mencari Kina tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Indah.

“Dasar biadab, gak tau terimakasih! Gagal dapat nasabah lagi nih! ” sesal Indah, sang pejuang MLM dengan wajah kesal.

0 Comments

Posting Komentar