Makna di Balik Lagu Selaras - Kunto Aji dan Nadin Amizah


Makna Lagu Selaras – Secara garis besar, lagu ini sebenarnya ditujukan untuk memberi semakngat kepada orang-orang yang berputus asa, merasa sudah berusaha maksimal namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Sebelum anaksenja.com bahas lebih jauh lagi, kita coba baca dulu lirik lagu lengkapnya.

Lirik Lagu Kunto Aji dan Nadin Amizah - Selaras

Aku sudah hampir di ujung jalan
Upaya, tenaga, dan penghabisan
Yang sudah dan sedang diusahakan
Runtuh terbangun entah sampai kapan

Aku tergerak mencari jawaban
Aku berjalan mencari alasan
Langit yang membiru, hangat matahari
Berbisik padaku
Tolong beri kami waktu

Ini tentang merawat kehidupan
(Ini tentang merawat kehidupan)

Kita bisa
Selama masih ada
Rumah untuk pulang
Dan memulai segalanya

*

Arti dan Makna Lagu Selaras - Kunto Aji dan Nadin Amizah

Bicara tentang komposisi lagunya, seperti yang kita ketahui lagu ini dinyanyikan berdua, atau biasa disebut dengan duet, antara Kunto Aji dan Nadin Amizah. Mereka bernyanyi dengan sangat solid, menutup setiap ruang lagu dengan sangat apik. Tak memungkiri, paduan musiknya juga tak kalah menakjubkan. Bagaimana tidak, musik pada lagu ini aslinya begitu simpel tapi terdengar sangat berisik jika ditelateni.  Coba deh kalau tidak percaya, gunakan headset dan konsentrasi mendengarkan lagu ini di tempat sepi, kamu pasti akan menemukan paduan suara acak yang kesannya sangat berisik, namun enak untuk dinikmati.

Sekarang kita bahas lirik lagunya!

Pada bagian awal lirik lagu ini, menceritakan tentang seseorang yang merasa sudah mencapai batasnya. 

Aku sudah hampir di ujung jalan
Upaya, tenaga, dan penghabisan
Yang sudah dan sedang diusahakan
Runtuh terbangun entah sampai kapan

Bisa dilihat dari lirik dua baris pertama di atas, terlihat seseorang itu sedang tersudut, merasa sudah berjalan sangat jauh dan sangat letih. Pada baris selanjutnya, juga mengimbuhkan makna kesia-siaan, merasa semua yang telah di usahakan hanya akan menciptakan kacau tanpa tau kapan waktu berbenah yang tepat tiba. Seperti halnya saat kita mencita-citakan sesuatu, kemudian berusaha mewujudkannya dengan segala cara namun masih saja tak berhasil apapun, hanya kegagalan dan kegagalan yang didapatkan, pasti yang terasa hanya kehancuran dan penyesalan.

Aku tergerak mencari jawaban
Aku berjalan mencari alasan
Langit yang membiru, hangat matahari
Berbisik padaku
Tolong beri kami waktu

Setelah merasa tersudut, rasa ingin mendapatkan jawaban atau kepastian pasti akan muncul. Entah itu hanya sepatah atau dua patah kata, yang pasti ingin tau kesimpulan penuh tentang sebuah kepastian. Maka, kegiatan mencari pun tercipta. Kembali melakukan segala hal untuk mencari jawaban, kepastian, dari pertanyaan “apakah yang kuusahakan selama ini akan selamanya berakhir sia-sia?”

Memohon kepada siapapun, meminta kepada siapapun, demi sebuah jawaban yang pasti dan waktu tambahan untuk kembali berusaha dengan cara lain yang belum pernah dicoba. Masih berpikiran bahwa yang diimpikan itu akan di dapatkan jika berusaha terus menerus tanpa henti.

Ini tentang merawat kehidupan

Merawat kehidupan, sebuah frasa yang menurut mimin sangat dalam. Arti dari kata merawat sendiri adalah memelihara, menjaga, atau membela. Jika membela tentang kehidupan, lantas kehidupan siapa yang di bela? Pasti akan muncul pertanyaan itu jika yang di maksud dari merawat ini adalah membela. Namun jika yang dimaksud adalah menjaga, atau memelihara, pertanyaan yang sama pasti akan muncul. Lantas, siapakah yang dimaksud?

Jika pada bagian lirik sebelumnya berisi tentang pengeluhan dari diri sendiri yang merasa selalu mengalami kegagalan, maka sudah pasti yang dibela, dirawat, maupun dijaga adalah diri sendiri. Ya, pembelaan terhadap diri sendiri.

Kita bisa
Selama masih ada
Rumah untuk pulang
Dan memulai segalanya

Pada bagian reff ini, berisikan tentang semangat, menyemangati orang-orang yang terasa bernasib sama, yang merasa dipecundangi dunia, yang selalu merasa bersahabat akrab dengan kegagalan. Menyadarkan bahwa kita (semua) bisa bertahan dan terus semangat demi sebuah impian, selagi memiliki rumah untuk pulang. Kata “rumah” sendiri memiliki makna yang sangat luas, salah satunya adalah tempat untuk berlindung. Seperti keluarga, yang akan selalu menyemangati ketika kegagalan terjadi. Sebenarnya masih banyak perumpamaan rumah yang bisa disimpulkan, seperti teman, sahabat, kekasih, tetangga, alam, dan lain-lain, intinya yang bisa membuat diri ter-charger agar kembali semangat ketika kegagaan atau bencana tiba.

Jadi, sebenarnya lagu Selaras yang dinyanyikan Kunto Aji dan Nadin Amizah ini berisikan tentang pengingat, agar ketika seseorang yang sedang terpuruk masih bisa bersyukur, ketika mengingat masih ada tempat untuk pulang, tempat yang sangat ramah menyambut kedatangan, tempat yang sangat nyaman untuk mendapatkan suntikan semangat, tempat yang sangat indah untuk pelipur kegelisahan.

Bagi kalian yang memiliki pendapat lain tentang lagu ini, silakan tulis di kolom komentar yak! Karena tidak menutup kemungkinan masih terselip makna lain yang terkandung di dalam lagu Selaras yang  dinyanyikan Kunto Aji dan Nadin Amizah ini. Dan, jika ada lagu lain yang sekiranya bikin kamu penasaran ingin diketahui makna lagunya, kamu juga bisa request di kolom komentar. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

0 Comments

Posting Komentar