KRISIS KEPERCAYAAN - SOKASIK#6


Sedikit melihat semakin ingin mengetahui. Semakin mengetahui semakin menyadarkan kita bahwa luka itu nyata. Mengenal baik bukan sebuah jaminan. Mempercayai juga bukan sebuah acuan. Tertawa bersama tidak menjamin akhir yang bahagia. Terlalu lama bersama pun tidak menjamin akan terus selamanya. Beginilah hidup dan kehidupan ini berjalan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Perasaan bisa berubah begitu saja dengan mudah semudah membalikan telapak tangan.

Us juga mikir hal yang sama. Harus selalu memikirkan segala kemungkinan terburuk. Setidaknya sudah sedikit siap ketika semua hal tak seperti apa yang kita inginkan. Kecewanya tidak terlalu berat. Sedihnya tidak terlalu dalam. Lukanya tidak akan terlalu menyakitkan. Sokasik kali ini akan sedikit membahas mengenai krisis kepercayaan. Apa sih kepercayaan itu?

Mungkin sebagaian orang memilih abai setelah mengetahui dirinya sedang krisis kepercayaan. Demi menutupi sesuatu ataupun untuk menjaga sesuatu supaya tetap utuh. Meskipun sebenarnya sudah tidak utuh sama sekali. Bukan tidak utuh, namun sedikit demi sedikit mulai hancur. Dulu aku menganggap kepercayaan adalah tiang paling tinggi yang ada dalam sebuah hubungan. Mengkhianati sebuah kepercayaan adalah hal yang tidak akan termaafkan. Dulu seperti itu kurang lebih pemikiranku. Hingga seiring bertambahnya umur semakin belajar menjadi lebih baik dan semakin paham. Tiang paling tinggi dalam sebuah hubungan bukan kepercayaan tetapi memaafkan.

Kali ini Us tidak bisa memberikan gambaran contoh secara kompleks. Sejauh ini aku sendiri belum pernah mengalami sesuatu hal yang terlalu besar untuk mencapai titik paling tinggi. Setidaknya banyak hal yang bisa kita pelajari di sekeliling kita. Beberapa permasalahan krisis kepercayaan sebenarnya lebih banyak dialami oleh seseorang pada usia matang atau sudah menikah. Buat sobat sokasik yang ternyata pernah merasakan hal yang sama.  Tetapi bingung mau bercerita kepada siapa, boleh jika berkenan mengirimkan cerita perjalanan kalian ke email nisa96.ussalihah@gmail.com :) Identitas dan semua hal terjamin kerahasiaanya dengan baik.

Balik lagi semisal ada seseorang memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius. Bahkan memutuskan untuk hubungan ini ingin segera dihalalkan. Semua  hal akan terlihat baik – baik saja. Nah, kata baik-baik saja ini yang perlu dikhawatirkan. Lama menjalin hubungan belum tentu menjamin ketika takdir berkata lain. Mungkin salah satu dari mereka menemukan kenyamanan di tempat lain. Pada tempat yang tidak semestinya. Atau sudah menikah tetapi salah satu menemukan kenyamanan yang tidak pernah terduga. Hal ini sering terjadi di sekeliling kita. Banyak reaksi yang akan diambil. Sebagai korban banyak yang sebenarnya sudah menyadari kepercayaan sudah mengalami sedikit penurunan. Lagi lagi ada beberapa yang memilih abai demi menjaga keutuhan keluarga dan ada yang memilih abai untuk melindungi hubungan yang sudah terlalu lama. Bahkan bisa jadi mereka memilih sebaliknya. Semuanya mutlak keputusan setiap orang.

Namun, ketika melihat dari sisi korban yang memilih abai. Disitulah aku sangat menghargai lebih lebih lebih banyak. Setelah mereka mengalami kekecewaan. Terjebak dalam dilematika krisis kekecewaan. Mereka memilih abai, itu pertanda mereka belajar untuk memaafkan. Aku sendiri sangat yakin. Mencapai kata memaafkan itu bukan hal yang mudah. Sangat sangat sungguh berat sekali. Apalagi memaafkan kemudian mencoba memulainya kembali. Aku harus banyak belajar dari mereka yang bisa berada dititik memaafkan. Bahkan setelah semua orang mengetahuinya, tetap memilih memaafkan kemudian mencoba memulainya kembali. Semoga aku diberikan hati yang besar seperti mereka.

Ternyata kunci dalam sebuah hubungan itu bukan kepercayaan, namun kata memaafkan. Ketika kita memilih seseorang sebagai teman hidup, disitulah harus siap menerima semua baik buruknya. Siap dengan segala konsekuensi termasuk menerima pasangan jika suatu saat tersesat. Memaafkan setalah mengalami begitu banyak kekecewaan. Sebenar-benarnya manusia tidak ada manusia yang sempurna begitupun pasangan kita.

Us

0 Comments

Posting Komentar