Cerbung: Sembunyi dalam Sunyi (Bagian 4)


<<sebelumnya di bagian 3...

“Ayo dong, gue udah ga tahan nih!”

Bisikan-bisikan pelan tersebut membuat Aska menjadi merinding. Tanpa sadar ia melepaskan decitan halus dari daerah pantatnya.

“Puuffffffssssssss”

Aska lupa bahwa dirinya sedang dalam keadaan mulas. Hal tersebut dimungkinkan karena ia makan soto dengan sambal ekstra pedas di tempat mbak kantin, yang masih saja mengenakan jilbab coklat kebanggaannya.

“Eh, tunggu! Sepertinya ada orang di luar?”

“Mana ada, jam segini gak mungkin ada orang di sekitar sini!”

“Eh bentar, bau apa ini?!”

Aska pun langsung pergi mencari tempat untuk sembunyi. Wajahnya memerah, perasaan aneh menyelimutinya ketika mengendap-endap mencari tempat persembunyian. Tampak satu lorong yang berada di bawah tangga dekat kamar mandi yang cukup gelap. Tanpa pikir panjang, Aska langsung berlari menuju lorong tersebut.

Tiga menit kemudian, terlihat cowok yang berjalan dari arah kamar mandi sedang celingak-celinguk. Ia berjalan ke arah parkiran meninggalkan kamar mandi fakultas teknik dengan terburu-buru.

Tak lama setelah itu, terlihat seorang cewek yang mengikuti jejak cowok sebelumnya. Aska merasa tak asing melihat rajutan kerudung dari cewek tersebut. Setelah ia tingkatkan fokus pengelihatannya, ia pun menyadari bahwa cewek tersebut adalah cewek yang selama ini ia cari.

“Astagaaa…”

Sejenak jantung Aska berhenti berdetak. Ia sangat terkejut dengan apa yang sedang ia lihat di depan mata kepalanya. Seorang pujaan yang berubah menjadi seorang puahan.

“Berani-beraninya dia bermain gila di tempat seperti ini. Dasar sampah!” gumam Aska dalam lara.

Kepastian tentang kekecewaan sudah pasti Aska dapati. Pikiran kotor mengenai cewek tersebut akan selalu terngiang tak terbantahkan.

“Syukur dah, udah Tuhan spoilerkan sejak awal,” batin Aska yang berupaya meredakan emosinya.

Walau begitu, Aska masih tetap saja merenung. Ia tidak memanggil cewek tersebut yang masih tampak celingak-celinguk dan berjalan pelan menjauh dari arah kamar mandi. Niatan pencarian pun telah hanyut bersama kekecewaan. Ia menemukan, tapi merasa kehilangan.

Tampak kilauan mata muncul secara perlahan. Kekecewaan tersebut membuat mata Aska melinangkan airnya walau hanya beberapa sepermililiter. Suasana panas menyelimutinya, seperti sedang terombang-ambing di dalam dinding yang terbakar dan tak temu pintu keluar.

“Brrrooottttttt...”

Aska pun menghentakkan angin jahat yang berada di dalam perutnya dengan lantang. Ia dilema di tengah rasa, antara duka dan mules di perutnya.

“HMMMMMMMMM!”

Terdengar sebuah gumaman keras dengan iringan tepukan di bahu kanan. Seketika bulu kuduk Aska berloncatan. Kegelapan bawah tangga membuatnya buta akan sekitar.

Hal tersebut membuat Aska terpaku kaku. Memejamkan mata menjadi satu-satunya pilihan karena ia memanglah seorang penakut dalam situasi-situasi seperti itu. Ketika hendak berlari, ia tertahan karena sebuah tepukan telah berubah menjadi sebuah cengkraman.

“Ampuni saya, mbah. Ampuunnnnn,” rengek Aska dengan penuh harap.

Tak hanya air mata, air kencing pun sudah tampak meresap dan menetes di celana jeansnya. Aska benar-benar ketakutan, baru kali ini ia mendapatkan pengalaman mistis di dalam hidupnya. Walau sebenarnya dia pernah melihat setan, namun hanya sebatas diDVD bajakan.

“Emaaaaaaaaakkkkkk!!!”

0 Comments

Post a Comment