Makna Sebenarnya di Balik Lagu To the Bone dari Pamungkas dan Terjemahannya


Arti Lagu Pamungkas To the Bone - Lagu ini menceritakan tentang seorang pria yang mengagumi seorang wanita, yang diharapkan bisa menjadi miliknya sepenuhnya (menjadi pasangannya). Lantas ia pun mengungkapkan semua isi hatinya, yang memang mencintai wanita tersebut dengan segala upaya yang dimilki (seperti rayuan). Dan, pada akhirnya masih belum mendapat kepastian. Aduuhhh...

Lagu Pamungkas - To the Bone ini rilis pada tanggal 2 Maret tahun 2020 di kanal Youtube Pamungkas, yang hingga sampai saat ini sudah mendapatkan 200 juta lebih viewers di Youtube. Gila! Ini adalah salah satu lagu berbahasa inggris terbaik yang pernah mimin kenal. Selain bahasanya sangat fasih, sampai saat pertama kali dengar mengira bukan berasal dari Indo, lagu ini juga memiliki nada-nada serta kosakata yang unik.

Mungkin kamu penasaran tentang lagu To the Bone ini sebenarnya menceritakan tentang apa? Tak perlu risau, karena pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mengulik makna di balik lirik lagunya. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!

Analisis Lirik Lagu To The Bone dari Pamungkas dengan Terjemahan Bahasa Indonesia


Have I ever told you
(Pernahkah aku memberitahumu?)
I want you to the bone
(Aku sangat menginginkanmu)
Have I ever called you
(Apa aku pernah menelponmu?)
When you are all alone
(Saat kau sedang sendirian)
And if I ever forget
(Dan apabila aku lupa)
To tell you how I feel
(Untuk mengungkapkan yang kurasakan)
Listen to me now, babe
(Dengarkanlah aku sekarang, sayang)
I want you to the bone
(Aku sangat menginginkanmu)

Sebelum memulai analisisnya, anaksenja.com ingin buat disclaimer dulu nih. Supaya apa? Supaya kajiannya terarah dan tidak membingungkan. Namun jika kamu merasa masih membingungkan, tolong tanyakan di kolom komentar yak? Mimin pasti akan jawab dan jelaskan (jika mampu). Hihihi...

Pada kalimat "I want you to the bone", jika diartikan secara harafiah berarti “aku menginginkanmu sampai ke tulang”, dan itu sangatlah tidak masuk akal, maka dari itu mimin menderhanakan maknaya menjadi “Aku sangat menginginkanmu”. Ada sebagian orang yang percaya bahwa perempuan berasal dari tulang rusuk laki-laki. Maka dari itu, karena lagu ini dibawakan oleh Pamungkas (seorang laki-lagi) yang mana ditujukan kepada lawan jenis (perempuan), mimin mengkategorikan frasa “tulang” sebagai seorang perempuan (yang berasal dari tulang rusuk laki-laki).

Pada awal lagu To the Bone milik Pamungkas ini menceritakan tentang seseorang yang begitu mencintai pujaannya (seseorang yang dicintai), namun ia tampak lumayan jaim (jaga-image) karena sedikit malu-malu ketika hendak mengungkapkan perasaannya. Iya sih benar jika dia mengucapkan “I want you to the bone”, tapi kan dia sedikit berbelit-belit dengan menanyakan “pernahkah aku memberitahumu?”. Sebenarnya kan bisa jika langung bilang i love you, tapi ya nggak ada seninya (tak ada indahnya). Hehe...

Cinta memang terkadang membutuhkan hal alay (seperti rayuan), tidak melulu serius (to the point) karena pernak-pernik (hiasan) sebagai keindahan cinta adalah memang keberagamannya. Terkadang marah, jutek, maupun cemburu buta juga bisa menjadi bumbu di dalam hubungan percintaan. Karena tanda adanya pertikaian, hubungan pasti akan terasa hambar.


I want you to the bone, oh oh oh oh oh
(Aku sangat menginginkanmu)
I want you to the bone, oh oh oh oh oh
(Aku sangat menginginkanmu)

Yap, untuk yang sekarang mulai to the point. Langsung mengungkapkan “aku sangat menginginkanmu” kepada seorang wanita yang dicintai. Seperti yang kita ketahui, tulang adalah salah satu organ tubuh manusia yang tugasnya adalah untuk menompang tubuh. Jadi, tulang adalah bagian yang paling kuat di dalam tubuh manusia.

Jadi, ia menginginkan pujaannya (wanita yang dicintai) tersebut untuk pelengkap hidup, agar bisa menguatkan dan terus menjadikan kuat ketika menghadapi hidup yang keras ini. Seperti tulang, yang mampu menompang atau menyangga pemiliknya di setiap hari dalam berbagai situasi.

Maybe if you can see
(Mungkin jika kamu bisa melihat)
What I feel through my bone
(Apa yang kurasakan di sekujur tulangku)
Every corner in me
(Di setiap sudut diriku)
There's your presence that grown
(Ada kehadiranmu yang terus tumbuh)
Maybe I nurture it more
(Mungkin karena kupelihara dengan baik)
By saying how it feel
(Dengan mengatakan bagaimana rasanya)
But I did mean it before
(Namun aku bersungguh-sungguh sebelumnya)
I want you to the bone
(Aku sangat menginginkanmu)
I want you to
(Aku menginginkanmu)

Seperti kalsium, cinta dapat memberikan semangat hidup hingga masuk ke tulang-tulang (atau semua bagian tubuh) untuk menambah semangat hidup. Ia merasa bahwa perasaan bahagianya ada karena selalu dirawat setiap hari, sehingga cinta pun selalu tumbuh dan terus tumbuh seiring berjalannya waktu.

Tulang memang bisa patah, namun tulang juga memiliki kemampuan untuk tumbuh, demi menyambung bagian yang patah ke bagian patah lainnya (walaupun tidak sempurna). Seperti hati, yang dapat dipatahkan (karena dikecewakan) namun bisa kembali pulih ketika bertemu dengan seseorang yang benar-benar tepat. Memang sih bayang-bayang kelam tak bisa hilang, namun alangah jauh lebih baik setelah menemukan seseorang yang tepat daripada terus sendirian di dalam keterpurukan.

Intinya, pada bagian ini menceritakan tentang rasa kebersyukuran karena merasa telah dipertemukan dengan seseorang yang tepat.


Take me home, I’m fallin'
(Bawalah aku pulang, aku jatuh cinta)
Love me long, I'm rollin’
(Cintailah aku selamanya, aku mulai merasa-)
Losing control, body and soul
(-kehilangan kendali atas tubuh dan jiwa)
Mind too for sure, I'm already yours
(Pikiran juga pastinya, aku sudah menjadi milikmu)

Pada bagian reff lagu Pamungkas berjudul To the Bone ini menceritakan tentang seorang pria yang sedang jauh cinta sejatuh-jatuhnya (tergila-gila). Ia merasa gila, atau merasa kehilangan kendali karena terlalu mencintai pujaannya. Seakan-akan tubuhnya bergerak sendiri, seperti tanpa direncana tiba-tiba memikirkan dia, tanpa di suruh  ingin melayani dia, maupun hal-hal lain yang terasa mengalir begitu saja tanpa direncana.

Walk you down, I'm all in
(Berjalan bersamamu, aku bersungguh-sungguh)
Hold you tight, you call and
(Memelukmu erat, kau memanggil dan)
I'll take control, body and soul
(Aku akan mengambil kendali atas tubuh dan jiwaku)
Mind too for sure, I'm already yours
(Pastinya juga pikiran, aku sudah jadi milikmu)

Masih lanjutan dari bagian sebelumnya, yang menjelaskan tentang kesungguhan cinta. Ia benar-benar mencintai pujaannya sedalam-dalamnya. Hal ini di ungkapkan di bagian “Walk you down, I'm all in”, yang mengatakan bahwa ia bersungguh-sungguh untuk berjalan menghadapi kerasnya dunia bersama-sama, atau bisa di bilang siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius (menikah) karena sudah merasa menemukan cinta sejati.

Namun, jiwa yang melayang (akibat tergila-gila sehingga lepas kendali) akan kembali ketika berada di dalam pelukannya. Saat dipeluk, kenyataan akan hadir dan membuktikan bahwa pujaannya (wanita yang dicintai) adalah hal yang nyata, bukan sekadar mimpi yang tak pasti. Kenyataan itu akan hadir ketika si wanita berbisik dalam peluk “aku juga mencintaimu”. Pertanyaannya adalah, apakah dia juga akan benar-benar membisikan ungkapan cinta juga? Entahlah...

Coba deh bayangin, saat ucapan cintamu di balas oleh seseorang yang dicintai pasti rasanya sangatlah menyenangkan dan itu nyata adanya. Pasti kamu akan sadar bahwa kamu sedang berbagagia karena mencintai seseorang yang juga mencintaimu. Bayangin aja jika ini nyata, hehew...


Would that be alright?
(Apakah boleh?)
Hey, would that be alright?
(Hey, boleh kan?)
I want you to the bone
(Aku sangat menginginkanmu)
So bad I can't breathe
(Sangatlah ingin sampai aku tak bisa bernapas)
I want you to the bone
(Aku sangat menginginkanmu)

Kemudian menegaskan kembali, dengan bertanya “apakah aku benar-benar boleh mencintai dan memilikimu? Boleh kan? Aku sangat menginginkanmu. Aku tak bisa bernapas tanpamu.”

Terdengar seperti kata-kata gombal sih, tapi ya memang gombal (rayuan). Maksud mimin gini, ada beberapa majas yang di gunakan di dalam lagu ini, salah satunya yang mengibaratkan pujaannya tersebut sebagai tulang rusuk. Hal itu termasuk salah satu dari bentuk rayuan, yang terkadang mampu membuat wanita jadi klepek-klepek. Tapi ya enggak berlaku untuk semua wanita, ada juga wanita yang kebal akan rayuan, hehe...

Of all the ones that begged to stay
(Dari semua yang memohon kepadaku untuk tetap bertahan)
I'm still longing for you
(Aku masih merindukanmu)
Of all the ones that cried their way
(Dari semua orang yang menangis)
I'm still waiting on you
(Aku masih menunggu dirimu)
Maybe we seek for something that
(Mungkin kita mencari sesuatu yang-)
We couldn’t ever have
(-tidak pernah kita miliki)
Maybe we choose the only love
(Mungkin kita memilih satu-satunya cinta)
We know we won’t accept
(Yang kita tahu takkan kita terima)
Or maybe we're taking all the risks
(Atau mungkin kita mengambil segala risiko)
For something that is real
(Untuk sesuatu yang nyata)
'Cause maybe the greatest love of all
(Karena mungkin cinta terbesar dari semua)
Is who the eyes can't see, yeah
(Adalah yang tidak bisa dilihat mata)

Dari semua wanita yang pernah ia temui, tak ada yang lebih istimewa di bandingkan dengan wanita yang sedang ia cintai tersebut. Entah itu dari ungkapan cinta (wanita lain), rayuan, atau hal-hal lain yang menggoda iman, wanita yang ada di dalam pikiran dan hatinya hanya ada satu, yakni wanita yang sedang benar-benar ia cintai tersebut. Sangat beruntung ya yang bisa mendapatkan pasangan seperti ini. Hehehe...

Padahal, jodoh itu tak ada yang tau. Semua penuh dengan keabu-abuan. Ada yang sudah benar-benar serius, namun gagal di tengah jalan karena memang bukan jodohnya. Ada juga yang tak pernah serius, malah bersatu hingga ujung usia, karena memang jodohnya. Keraguan seperti ini sering kali muncul di awal-awal hubungan, dan menjadi momok yang menakutkan bagi orangt-orang yang meragu (tidak yakin).

Pada bagian ini berisikan sebuah penegasan tentang sebah pilihan, yang intinya mau dilanjutkan atau tidak? Apakah mau untuk menjalani hubungan walau entah jodoh atau bukan? Atau mau tidak lanjut karena ragu dan masih banyak yang dipertimbangkan? Padahal, pilihan untuk “tetap lanjut” bisa jadi menjadi pilihan yang tepat.

Cinta memang membutuhkan perjuangan dan keberanian. Berani untuk mengungkapkan, berarti harus berani untuk bertanggung jawab. Tak hanya omong kosong, namun juga harus berani mempertanggungjawabkan omongannya dengan benar-benar serius dalam menjalani hubungan. Misal jika sampai ke fase menikah ya yang pria harus menafkahi, dan yang wanita harus berbakti, semua ini sebagai bentuk keseriusan cinta.

Namun, jika memang tidak bisa dilanjutkan ya bagaimana lagi? Dalam bagian ini dijelaskan, bahwa kemungkinan besar tingkatan cinta yang paling tertinggi adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata. Seperti ungkapan “cinta tak harus memiliki”. Memang nyesek sih, saat melihat seseorang yang dicintai malah menggandeng bahkan menikah dengan orang lain. Tapi ya mau bagaimana lagi? Manusia hanya bisa berusaha, tetap Tuhanlah yang menggariskan (menakdirkan).


Take me home, I’m fallin'
(Bawalah aku pulang, aku jatuh cinta)
Love me long, I'm rollin’
(Cintailah aku selamanya, aku mulai merasa-)
Losing control, body and soul
(-kehilangan kendali atas tubuh dan jiwa)
Mind too for sure, I'm already yours
(Pikiran juga pastinya, aku sudah menjadi milikmu)

Yap. Kembali ke reff lagi, yang pada intinya bagian ini meceritakan tentang seorang pria yang sedang tergila-gila karena cinta.

Walk you down, I'm all in
(Berjalan bersamamu, aku bersungguh-sungguh)
Hold you tight, you call and
(Memelukmu erat, kau memanggil dan)
I'll take control, body and soul
(Aku akan mengambil kendali atas tubuh dan jiwaku)
Mind too for sure, I'm already yours
(Pastinya juga pikiran, aku sudah jadi milikmu)

Dan, rasa cinta itu akan terasa sempurna ketika wanita yang dicintainya tersebut ternyata juga mencintai balik (saling mencintai). 

(Would you just take me home?)
(Maukah kamu membawaku pulang?)
(Would you just love me long?)
(Maukah kamu mencintaiku selamanya?)
(Or should I keep hoping on?)
(Atau harus 'kah aku tetap berharap?)
(Should I keep hoping on?)
(Haruskah aku tetap berharap?)
(Could I just take you home?)
(Boleh 'kah aku membawamu pulang?)
(Could I just love you long?)
(Boleh 'kah aku mencintaimu selamanya)
(Or should I keep hoping on?)
(Atau haruskah aku tetap berharap?)
(Should I keep hoping on?)
(Haruskah aku tetap berharap?)
See, I want you to the bone, yeah
(Mengertilah, aku begitu menginginkanmu)
I want you to the bone, oh
I want you to the bone, yeah
I want you to the bone
I want you to the bone
(Aku begitu menginginkanmu)

Pada bagian outro lagu To the Bone dari Pamungkas ini kembali meminta penegasan kepada wanita pujaannya bahwa “apakah kamu mau menerima cintaku? Atau kamu hanya akan menjadi mimpiku?”. Walau bagaimanapun jawaban yang akan diucapkan di wanita, perasaan cinta untuknya tetap tidak berubah. Tetap “aku benar-benar menginginkanmu”.


Pada lagu To the Bone ini kita bisa mengambil amanat, bahwa cinta itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tak perlu risau memikirkan hasil (diterima atau ditolak), karena cinta bukan hanya perihal “memiliki”, namun juga perihal “ketulusan” dan “keseriusan”. Berharap untuk mendapatkan seseorang yang dicintai memanglah harus (untuk menjadikan diri menjadi bersemangat untuk membuktikan cinta), namun harapan tersebut jangan dijadikan sebagai alasan untuk “memaksa dicintai”.

Semoga kita selalu diberikan kelancaran dalam urusan cinta, selalu mencintai orang yang tepat (mencintai seseorang yang juga mencintai), dan dilindungi dari segala macam mara bahaya yang dapat merusak sebuah ikatan cinta. Aamiin...

Sebelumnya mimin mau minta maaf, karena analisis pada kali ini sangatlah panjang. Entah kenapa di lagu To the Bone ini mimin ingin mengeluarkan semua unek-unek yang ada di benak mimin dengan segamblang-gamblangnya. Akhirnya, jadi rumus luas persegi deh, panjang X lebar. Hihihi…

Mungkin kamu tak setuju dengan apa yang anaksenja.com utarakan, karena mimin percaya pendapat serta pengetahuan setiap orang itu berbeda-beda. Maka dari itu, mimin persilakan kamu untuk megungkapkan pendapatmu di kolom komentar. Mungkin saja interpretasimu mengenai lagu To the Bone ini jauh lebih baik dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Mari kita bahas bersama-sama hingga menemukan makna sebenar-benarnya yang tersembunyi di balik lirik lagu To the Bone dari Pamungkas!

0 Comments

Posting Komentar