Gunakan fitur Bookmark untuk menyimpan bacaanmu di lain waktu Info!

Makna Sebenarnya di Balik Lagu Takut dari Idgitaf

Mengungkap arti dan makna asli yang tersembunyi di dalam lirik lagu Takut dari Idgitaf secara lengkap
Makna Sebenarnya di Balik Lirik Lagu Takut dari Idgitaf

Arti Lagu Idgitaf Takut - Lagu ini menceritakan tentang seorang remaja yang masuk pada fase dewasa, kemudian dihantui dengan berbagai rasa takut, sehingga kehilangan rasa percaya diri untuk menjalani hidup. Sebuah ketakutan yang membuat diri semakin terpuruk disetiap harinya, walau mungkin nantinya akan baik-baik saja karena terbiasa. Ya, memang butuh waktu untuk sebuah kebiasaan baru.

Mungkin bisa dibilang mengalami frustasi? Ya mau bagaimana lagi, usia terenak di dalam hidup memang di usia anak-anak dan remaja bukan? Kalau harus merelakan semuanya dan berada di fase penuh perjuangan dan tanggung jawab ya memang berat. Tapi itulah kenyataan, harus dihadapi dan dilakukan. Maka dari itu, untuk... untuk info lengkap mengenai makna lagu Takut Idgitaf, silakan simak hingga akhir!

Mungkin kamu sudah sangat penasaran tentang lagu Idgitaf Takut menceritakan tentang apa? Tak perlu gelisah, karena pada kesempatan kali ini anaksenja.com akan menemanimu mencari tahu maksud lagu Takut Idgitaf. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pembahasannya dari bait pertama!


Analisis Lirik Lagu Takut dari Idgitaf


Sudah di kepala dua
Harus mulai dari mana?
Ambisiku bergejolak
Antusias tak keruan
Banyak mimpi-mimpi yang 'kan kukejar

Pada bagian ini menceritakan tentang manusia yang baru saja lulus dari usia remaja, atau sedang menjalani awal masa dewasa. Segala pemikiran remaja yang terkadang masih kekanak-kanakan terkadang masih terbawa, seperti pemalas (tidak berpikir kritis atau rasional), senang bermain, emosional, dsb. Masih bingung untuk melakoni sebagai “orang dewasa”. Bingung memilih langkah, menentukan arah, dan menentukan tujuan dari banyak hal yang pernah diimpikan.

Lika-liku perjalanan
Ku terjebak sendirian
Tumbuh dari kebaikan
Bangkit dari kesalahan
Berusaha pendamkan kenyataan bahwa

Pada akhirnya seseorang akan sadar bahwa dia bertanggungjawab penuh atas dirinya sendiri, tidak melulu bergantung kepada orang lain, sepertihalnya kepada orang tua. Seseorang yang beranjak dewasa pasti akan menyadari ini, apalagi ketika ia sudah berpisah dan tak lagi serumah dengan keluarga.

Buat para anak perantauan pasti sangat sadar mengenai situasi ini, di mana yang biasanya bercengkrama, bermanja, walau sering dibumbui dengan keributan-keributan kecil bersama keluarga, berubah begitu saja menjadi sendirian tanpa kebiasaan-kebiasaan lama. Terkadang kedewasaan seseorang tumbuh ketika merasa sendirian, lalu muncul penyesalan-penyesalan dan perbaikan-perbaikan.


Pertengahan 25
Selanjutnya bagaimana?
Banyak mimpi yang terkubur
Mengorbankan waktu tidur
Ku tak tahu apa lagi yang 'kan kukejar

Pada usia-usia seperti ini adalah masa di mana pilihan hidup terasa sangatlah berat. Masalah umum yang serting terjadi adalah ketika dihadapkan dengan dua pilihan berat, yakni memilih untuk mengejar karir atau berkeluarga.

Atau bahkan tidak menemui kedua pilihan tersebut, masih sibuk mencari pekerjaan yang layak dan belum jua menemukan pujaan hati yang dirasa pas. Wajar saja jika banyak pikiran yang terus menghantui, “semakin tua nih, mau jadi apa ya?!”.

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira
Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira

Saat dihadapkan dengan kenyataan bahwa menjadi dewasa itu tidaklah mudah, sebagian orang pasti lebih memilih untuk tidak menjadi dewasa dan terus menjadi anak mama. Bagaimana tidak, dunia anak-anak cenderung lebih menyenangkan, yang penuh dengan tawa, manja, dan segala kenyamanannya, jika dibandingkan dengan dunia kedewasaan yang apa-apanya penuh dengan tanggung jawab.

Kemunculan rasa takut tersebut sangatlah wajar bagi para pendatang baru (di dunia dewasa), namun mau bagaimana lagi, itulah kenyataannya. Manusia pasti akan berkembang dan dewasa, maka dari itu penyesuaian terhadap segalanya menjadi hal yang wajib untuk dilakukan demi kebaikan hidup.


Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas

Apapun dan bagaimanapun keadaannya, jika masih hidup ya sebaiknya harus tetap berjuang. Belajar dan terus belajar untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dengan mencermati dan memperbaiki kesalahan, maupun dengan berani mengambil keputusan (pilihan) yang tentunya sudah dipikirkan secara matang-matang.

Walau sebenarnya banyak tekanan dari mana-mana, sehingga memunculkan rasa ketidakbebasan. Tapi itulah hidup, yang penuh dengan tanda tanya dan ketidakstabilan. Seakan-akan semuanya tampak bertolak belakang dengan dunia anak-anak, yang dulu semuanya terasa selalu baik-baik saja tanpa adanya masalah yang berarti.

Maaf jika
Belum seturut yang dipinta
Maaf jika
Seperti tak tahu arah

Terkadang muncul pertanyaan dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, sahabat, maupun pasangan, yang selalu mengharapkan kita menjadi sesuatu (dengan pemikiran masing-masing yang berbeda-beda).

Jika tidak bisa memenuhi ekspetasi mereka, yang bisa kita lakukan hanyalah meminta maaf dan terus berusaha. Terkadang orang lain tidak mengerti tentang perjuangan apa saja yang penah kita lakukan, hal-hal apa saja yang pernah kita korbankan, dan hal-hal lainnya. Hal tersebut karena mereka hanya berfokus kepada hasil akhir, bukan kepada proses.


Aku sudah dewasa
Aku sudah kecewa
Memang tak seindah yang kukira
Aku sudah dewasa
Aku sudah kecewa
Memang tak sekuat yang kukira

Pada bagian ini seperti penegasan dari bagian reff sebelumnya, yakni tentang pengakuan bahwa ia sudah berada diusia dewasa. Mau takut mau tidak, mau terima atau tidak, kalau sudah berada diusia dua puluh limaan ya sudah dipastikan telah memasuki usia dewasa, yang penuh dengan segala perjuangan dan pertanggungjawaban.

Engkau tetap bernafas
Meski sering tercekat
Engkau tetap bernafas
Dan langkahmu 'kan terasa bebas
Dan hatimu 'kan terasa bebas
Dan jiwamu 'kan terasa bebas

Pada bagian akhir dari lagu ini ditujukan kepada orang lain, karena dari yang sebelumnya menggunakan kata ganti “aku” berubah menjadi “engkau” di setiap bagian awal baitnya. Maksud dari bagian akhir lagu Takut milik Idgitaf ini merupakan sebuah doa atau penyemangat yang ditujukan untuk orang lain (pendengar lagunya) agar pantang menyerah dan tidak hanya fokus pada penderitaan saja, seperti sebuah pikiran buruk yang terus menghantui di setiap hari.

Kalau untuk mimin sendiri sih sangat related yak. Rasanya sangat pas banget! Bingung mau ngapain, kek semua cita-cita tuh gak bisa digapai, banyak hambatan di mana-mana, susah tidur, pokoknya pas banget lah! Pertama dengar lagu ini juga merinding. Huh, keren abis!

Buat kamu yang merasa related dengan lirik Takut ini, semoga kita semua bisa mendapatkan solusi dan diberikan petunjuk oleh Tuhan ya! Supaya tujuan kita terarah dan tidak insomnia setiap hari, karena itu sangat menyiksa. Hehe...

Semoga kajian arti lagu Takut dari Idgitaf ini dapat bermanfaat untukmu. Buat kamu yang ingin menyimak lirik lagunya, tenang saja, karena anaksenja.com sudah menyediakan lirik lagu takut tambah dewasa selengkapnya. Tak lupa juga beserta vidio klipnya. Selamat menyimak!


Lirik Lagu Idgitaf - Takut


Sudah di kepala dua
Harus mulai dari mana?
Ambisiku bergejolak
Antusias tak karuan
Banyak mimpi, mimpi yang 'kan kukejar

Lika-liku perjalanan
Ku terjebak sendirian
Tumbuh dari kebaikan
Bangkit dari kesalahan
Berusaha pendamkan kenyataan bahwa

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira

Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas

Pertengahan dua lima
Selanjutnya bagaimana?
Banyak mimpi yang terkubur
Mengorbankan waktu tidur
Ku tak tahu apalagi yang 'kan kukejar

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira

Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas

Maaf jika
Belum seturut yang dipinta
Maaf jika
Seperti tak tahu arah

Aku sudah dewasa
Aku sudah kecewa
Memang tak seindah yang kukira

Aku sudah dewasa
Aku sudah kecewa
Memang tak sekuat yang kukira

Aku tetap bernafas
Meski sering tercekat
Aku tetap bernafas
Meski aku tak merasa bebas

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak seindah yang kukira
Memang tak seindah yang kukira

Takut tambah dewasa
Takut aku kecewa
Takut tak sekuat yang kukira
Memang tak sekuat yang kukira

Engkau tetap bernafas
Meski sering tercekat
Engkau tetap bernafas
Dan langkahmu kan terasa bebas
Dan hatimu kan terasa bebas
Dan jiwamu kan terasa bebas



Musik dan Vidio Klip Idgitaf - Takut



Komentar Netizen Terhadap Lagu Takut dari Idgitaf


Ada beberapa komentar netizen di kolom vidio klipnya yang cukup mengesankan! Mungkin komentar ini bisa menambah referensi kita semua untuk lebih memahami maksud lagu Takut dari Idgitaf. Berikut ini beberapa kutipan yang telah mimin sorot.

@Salsabila Miftah Rezkia
"Terharu banget sama semua komentar disiniii, bikin aku ngerasa ternyata aku ga sendirian, ternyata masih banyak yang masalahnya lebih berat, ternyata aku berjuang ga sendiri, Thankyou Kak Gita,  lagunya indah sekali! Thankyou sharingnya temen2 semua, kita semua hebat, kita semua pasti bisa capai apa yang sedang diperjuangkan!:')"

@Nabila May Novi Andini_11MIPA2
"Dewasa yang aku bayangin waktu kecil adalah bebas untuk melakukan segala hal, mulai dari pergi kemana-mana sendiri, beli apapun yang aku mau, dan tentunya bisa sekolah tinggi plus dapat kebahagiaan dari manapun. Tapi ternyata ekspetasi masa kecilku jauh berbeda dari yang aku alami sekarang. Dewasa ngga segampang itu. Masalah terus datang silih berganti, beban terus menumpuk di pikiran, tuntutan selalu jadi makanan sehari-hari. Baru umur 16 aja rasanya dah berat banget, apalagi nanti kalo dah masuk kepala dua, pasti makin berat. Semangat ya kalian semua, semoga proses pendewasaan yang berat ini bisa buat diri kita kuat, love you all"


@Ainul Yakin
"Jujur dalam hati kecil saya,  belakangan banyak musisi pengarang lagu,  banyak melahirkan karya2 dgn lirik antimainstreem, dengan tema tema di luar kotak,  dan itu tentu sangat baik dan luar biasa,  tidak melulu percintaan dan sejenisnya. dgn aransemen simpel tapi kena,  dibawakan oleh vokalis wajah2 baru nan segar dgn katakter suara yg khass dan gaya baru. Congrat..."

@Lanina Satriani
"Lagu ini diciptain ketika aku umur 22 tahun, tepat sesudah lulus kuliah. Usaha kesana kemari cari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan, tetapi selalu ditolak. Sampai tiba di titik mamaku yang jadi tulang punggung keluarga, jatuh sakit dan tempat kerjanya kebakaran. Gaada pemasukan sama sekali, tabungan juga habis untuk bayar wisuda, hari-hari sampai gabisa makan. Gaada saudara yang peduli. Akhirnya cuma aku yang udah lulus dan masih sehat harus tetep berusaha cari kerjaan apapun, demi mama dan adikku biar bisa makan sehari-hari. Rasanya mau nangis, kenapa kehidupan seberat ini. Jadi dewasa dipenuhi rasa takut, banyak mimpi yang terkubur. Terima kasih Kak Gita, setiap aku terpuruk dan ga punya siapa siapa untuk menaruh lelah, aku selalu kesini, mendengarkan lagu dan meneteskan air mata. Karena saat aku ke sini, aku ngerasa ga sendiri, banyak temen-temen yang juga sedang melawan rasa takutnya. Semangat temen-temen semua 🙏🏼"

@Galeri pitu
"Saya 33 tahun.
Pesan sederhananya, prioritaskan tanggungjawab untuk diri sendiri di masa muda kalian. Jangan merasa dewasa adalah sebuah kumpulan kecemasan. Tapi tujuan kalian dewasa nanti adalah memulai kehidupan dengan tanggungjawab diluar diri kalian. Bukan sebagai orang yang takut kehilangan kebebasan, tapi orang yang menikmati dan menyelesaikan masalah-masalah yang akan datang.
So, mulai dari sekarang. Buat hidupmu nyaman, bebas, dan siap di 5 menit berikutnya."

Penutup



Untuk link download lagu Idgitaf - Takut mp3, tidak perlu ya? Karena lagunya sudah bisa dinikmati secara gratis di mana-mana, seperti Youtube, Spotify, Resso, dan pemutar media online lainnya. Begitu juga untuk chord kunci gitar Takut, kamu bisa menemukannya dengan mudah di web sebelah.

Mungkin kamu tidak setuju dengan apa yang sudah anaksenja.com jabarkan, karena mimin percaya pendapat serta pengetahuan setiap orang itu berbeda-beda. Maka dari itu, mimin persilakan kamu untuk megungkapkan pendapatmu di kolom komentar. Mungkin saja interpretasimu mengenai lagu Takut ini jauh lebih baik dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Mari kita bahas bersama-sama hingga menemukan makna sebenar-benarnya yang tersembunyi di balik lirik lagu Takut dari Idgitaf!

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan. Centang Beri Tahu Saya untuk mendapatkan notifikasi dari komentarmu. :)
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internetmu. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kamu menggunakan plugin "AdBlock" ya? Yuk matikan dulu fitur Ad-Blocknya dan masukkan anaksenja.com ke dalam whitelist plugin pemblokiran iklanmu!
⋯⋯⋯
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini. Terimakasih sudah berkunjung. :)
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.